alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Perburuan Pembuang Bayi Diperluas, Polisi Obok-Obok Kota Singaraja

SINGARAJA – Usaha polisi untuk memburu pelaku pembuangan bayi laki-laki di depan Tempat Penitipan Anak (TPA) Lila Hita, Singaraja berlanjut.

 

Bahkan jika sebelumnya polisi sudah melakukan “sweeping” dengan menyasar sejumlah kos dan rumah warga, kini perburuan polisi diperluas.

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma. Dikonfirmasi, Jumat (11/1), ia mengatakan bahwa saat ini polisi masih terus melakukan penyisiran.

 

“Kami masih berproses. Kami sudah coba melakukan penyisiran di sekitar lokasi itu. Tapi belum ada petunjuk. Rumah warga, kos, dan kontrakan sudah kami sisir,” kata Wiranata.

 

 

Menurutnya, penyisiran polisi dilakukan ke seluruh wilayah Kota Singaraja.

 

Selain mendatangi lokasi-lokasi yang dianggap mencurigakan, polisi juga terus mengumpulkan rekaman CCTV yang mengarah ke jalan raya.

 

Kata Wiranata, alasan perluasan zona pencarian itu karena polisi minim petunjuk “Sekarang kami kembangkan keluar. Sambil mencari petunjuk-petunjuk lain. Semoga ada titik terang. Mohon doanya,” imbuh Wiranata.

 

Seperti diketahui sebelumnya, sesosok bayi laki-laki dibuang di dalam dus, di depan TPA Lila Hita, Rabu (9/1) pagi.

 

Bayi itu ditemukan pasangan suami istri Made Arsana dan Nyoman Garneli pada pukul 05.30 pagi.

 

Saat ditemukan bayi dalam posisi leher agak tertekuk dan diselimuti kain. Di dalam dus juga ditemukan uang Rp 200 ribu.

 

Diduga bayi itu sengaja dibuang di depan TPA, agar mendapat perhatian dari pengelola TPA.



SINGARAJA – Usaha polisi untuk memburu pelaku pembuangan bayi laki-laki di depan Tempat Penitipan Anak (TPA) Lila Hita, Singaraja berlanjut.

 

Bahkan jika sebelumnya polisi sudah melakukan “sweeping” dengan menyasar sejumlah kos dan rumah warga, kini perburuan polisi diperluas.

 

Seperti dibenarkan Kapolsek Kota Singaraja Kompol A.A. Wiranata Kusuma. Dikonfirmasi, Jumat (11/1), ia mengatakan bahwa saat ini polisi masih terus melakukan penyisiran.

 

“Kami masih berproses. Kami sudah coba melakukan penyisiran di sekitar lokasi itu. Tapi belum ada petunjuk. Rumah warga, kos, dan kontrakan sudah kami sisir,” kata Wiranata.

 

 

Menurutnya, penyisiran polisi dilakukan ke seluruh wilayah Kota Singaraja.

 

Selain mendatangi lokasi-lokasi yang dianggap mencurigakan, polisi juga terus mengumpulkan rekaman CCTV yang mengarah ke jalan raya.

 

Kata Wiranata, alasan perluasan zona pencarian itu karena polisi minim petunjuk “Sekarang kami kembangkan keluar. Sambil mencari petunjuk-petunjuk lain. Semoga ada titik terang. Mohon doanya,” imbuh Wiranata.

 

Seperti diketahui sebelumnya, sesosok bayi laki-laki dibuang di dalam dus, di depan TPA Lila Hita, Rabu (9/1) pagi.

 

Bayi itu ditemukan pasangan suami istri Made Arsana dan Nyoman Garneli pada pukul 05.30 pagi.

 

Saat ditemukan bayi dalam posisi leher agak tertekuk dan diselimuti kain. Di dalam dus juga ditemukan uang Rp 200 ribu.

 

Diduga bayi itu sengaja dibuang di depan TPA, agar mendapat perhatian dari pengelola TPA.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/