alexametrics
27.8 C
Denpasar
Friday, July 1, 2022

Sebelum Terjadi Pembunuhan, Ayah dan Anak Sering Cekcok

SINGARAJA – Pembunuhan ayah kandung, M. Selamat, 80, oleh anaknya sendiri, Ishak Jaelani, 52, di Kelurahan Kampung Baru, Buleleng, Bali, Kamis (10/3) lalu diduga karena masalah kandang kucing. Namun, sebelum pembunuhan itu terjadi, diduga antara ayah dan anaknya ini sering cekcok.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya menjelaskan, dari hasil keterangan saksi-saksi, tersangka dan korban memang sempat cekcok. Permasalahan sederhana pun bisa memicu pertengkaran mulut antara tersangka dan korban.

 

“Keterangan saksi memang keduanya sering cekcok,” kata Sumarjaya, Jumat (11/3).

 

Terakhir, kata Sumarjaya, antara M. Selamat dan Ishak Jaelani cekcok karena kandang kucing yang belum dipindah.

 

“Tapi ini masih kami dalami lagi. Apakah memang itu (kandang kucing) saja motifnya, atau ada hal lain yang memicu,” imbuhnya.

 

Sumarjaya menjelaskan, saat ini polisi menyatakan tengah mendalami pengakuan dari tersangka. Sebab tersangka kerap plin plan dalam memberikan keterangan. Termasuk benda yang dipakai untuk memukul ayahnya.

 

Awalnya, Ishak mengaku memukul ayahnya menggunakan balok kayu, tapi balok kayu tidak ada bercak darah. Kemudian mengaku memukul ayahnya menggunakan palu.

 

“Tersangka ini masih plin plan. Keterangannya sering berubah. Kami masih dalami keterangannya. Baik itu soal motif maupun alat yang digunakan menganiaya korban,” imbuhnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan terjadi di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kampung Baru, pada Kamis (10/3) sore. Ishak Jaelani, tega membunuh ayah kandungnya. Sebelum membunuh, tersangka sempat meminta ayah kandungnya memindahkan kandang kucing. Namun kandang itu tak juga dipindahkan korban.



SINGARAJA – Pembunuhan ayah kandung, M. Selamat, 80, oleh anaknya sendiri, Ishak Jaelani, 52, di Kelurahan Kampung Baru, Buleleng, Bali, Kamis (10/3) lalu diduga karena masalah kandang kucing. Namun, sebelum pembunuhan itu terjadi, diduga antara ayah dan anaknya ini sering cekcok.

 

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya menjelaskan, dari hasil keterangan saksi-saksi, tersangka dan korban memang sempat cekcok. Permasalahan sederhana pun bisa memicu pertengkaran mulut antara tersangka dan korban.

 

“Keterangan saksi memang keduanya sering cekcok,” kata Sumarjaya, Jumat (11/3).

 

Terakhir, kata Sumarjaya, antara M. Selamat dan Ishak Jaelani cekcok karena kandang kucing yang belum dipindah.

 

“Tapi ini masih kami dalami lagi. Apakah memang itu (kandang kucing) saja motifnya, atau ada hal lain yang memicu,” imbuhnya.

 

Sumarjaya menjelaskan, saat ini polisi menyatakan tengah mendalami pengakuan dari tersangka. Sebab tersangka kerap plin plan dalam memberikan keterangan. Termasuk benda yang dipakai untuk memukul ayahnya.

 

Awalnya, Ishak mengaku memukul ayahnya menggunakan balok kayu, tapi balok kayu tidak ada bercak darah. Kemudian mengaku memukul ayahnya menggunakan palu.

 

“Tersangka ini masih plin plan. Keterangannya sering berubah. Kami masih dalami keterangannya. Baik itu soal motif maupun alat yang digunakan menganiaya korban,” imbuhnya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan terjadi di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kampung Baru, pada Kamis (10/3) sore. Ishak Jaelani, tega membunuh ayah kandungnya. Sebelum membunuh, tersangka sempat meminta ayah kandungnya memindahkan kandang kucing. Namun kandang itu tak juga dipindahkan korban.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/