alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Cewek yang Nyimeng di Bali Disebut Cicit Pahlawan Sam Ratulangi

DENPASAR – Gema Minaret Sutan Assin, 31, cewek yang digerebek saat pesta ganja atau nyimeng bersama teman pria, Arvin Dwiarrahman, 32, ternyata cicit pahlawan nasional Indonesia yang gambarnya ada di uang Rp20.000. Gambar pahlawan di uang Rp20.000 adalah Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi atau dikenal Sam Ratulangi.

 

Dari data yang diperoleh radarbali.id melalui situs ini dan ini, Gema Minaret Sutan Assin merupakan anak dari Shirra Marina dengan Thor Sutan Assin. Shirra merupakan cucu dari Sam Ratulangi, dari garis Milly-Loucky. Milia Maria Matulanda ‘Milly‘ Ratulangi, adalah anak dari perkawinan Sam Ratulangi dengan Maria Tambayong, istri kedua setelah bercerai dengan istri pertamanya, Emilie Suzanne Houtman.

 

Ayah Gema Minaret Sutan Assin adalah Thor Sutan Assin. Dan dari penelusuran lebih lanjut, Thor Sutan Assin memang mantan pejabat perusahaan migas ternama, yakni Exxon dan Samudera Energy.

 

Thor Sutan Assin yang menikah dengan Milly, cucu Sam Ratulangi ini punya tiga anak. Salah satunya Gema, sebagai anak bungsu. Maka tak heran, sebelumnya di kepolisian beredar informasi bahwa Gema adalah anak dari bekas petinggi perusahaan minyak dan keturunan orang terpandang di Minahasa atau Manado, Sulawesi Utara. Bahkan di Indonesia.

Baca Juga:  Mabes Polri Kerahkan Robot Penyelam Cari Korban Kapal Yunicee

 

“Ya, dia cicitnya pahlawan Sam Ratulangi. Ayahnya bernama Thor. Tinggal di Manado,” kata sumber kuat di Denpasar yang wanti-wanti namanya tak disebutkan di media.

 

Terkait dengan ini, ketika dikonfirmasi kepada Buce Karel, kuasa hukum Gema dan Arvin enggan membeberkan soal kabar Gema cicit dari pahlawan nasional Sam Ratulangi, yang wajahnya ada di uang pecahan Rp20.000.

 

“Kalau soal keturunan dan silsilah Gema dari mana, saya tidak komentar, ya, biar tidak salah,” kata Buce.

 

Buce hanya menegaskan, tidak ada indikasi “86” alias damai di kepolisian dalam kasus tersebut. Diakui, kliennya tidak ditahan polisi, karena menggunakan prosedur restorative justice atau keadilan restorasif.

 

“Direhab 3 bulan sampai sekarang itu kan sudah sesuai prosedur. Dan mereka di sana dan boleh keluar (tempat rehab). Ada rawat inap ada rawat jalan. Klien saya rawat jalan sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  [Kuasa Tuhan] Hilang 10 Hari, Nenek Renta Ditemukan Selamat di Jurang

 

Buce sebelumnya mengaku kliennya direhab di Anargya di Jalan Jayagiri, Denpasar. Anargya adalah sebuah yayasan yang salah satunya bergerak dalam rehabilitasi orang dengan gangguan penyalahgunaan NAPZA.

 

Sebelumnya diberitakan, Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Diarrahman ditangkap di sebuah rumah di Jalan Raya Kedampang, Gang Zui Nomor 7, Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, 19 Maret 2022 sekitar pukul 23.00 Wita.

 

Namun, kasus ini tidak dilanjutkan ke pengadilan. Kasat Narkoba Polres Badung AKP I Putu Budi Artama menegaskan, sama sekali tidak ada “86” dalam penanganan kasus Gema Minaret Sutan Assin. Kata dia, kasus ini diselesaikan melalui prosedur restorative justice.

 

“Ya dibawa ke RJ berdasarkan barang buktinya dibawa Gema dan hasil asesment,” kata Budi Artama.

 

Ditambahkan Kasi Humas Polres Badung, Iptu I Kutut Sudana, penanganan kasus Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Diarrahman yang tidak sampai ke pengadilan sudah sesuai dengan prosedur hukum.



DENPASAR – Gema Minaret Sutan Assin, 31, cewek yang digerebek saat pesta ganja atau nyimeng bersama teman pria, Arvin Dwiarrahman, 32, ternyata cicit pahlawan nasional Indonesia yang gambarnya ada di uang Rp20.000. Gambar pahlawan di uang Rp20.000 adalah Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob (GSSJ) Ratulangi atau dikenal Sam Ratulangi.

 

Dari data yang diperoleh radarbali.id melalui situs ini dan ini, Gema Minaret Sutan Assin merupakan anak dari Shirra Marina dengan Thor Sutan Assin. Shirra merupakan cucu dari Sam Ratulangi, dari garis Milly-Loucky. Milia Maria Matulanda ‘Milly‘ Ratulangi, adalah anak dari perkawinan Sam Ratulangi dengan Maria Tambayong, istri kedua setelah bercerai dengan istri pertamanya, Emilie Suzanne Houtman.

 

Ayah Gema Minaret Sutan Assin adalah Thor Sutan Assin. Dan dari penelusuran lebih lanjut, Thor Sutan Assin memang mantan pejabat perusahaan migas ternama, yakni Exxon dan Samudera Energy.

 

Thor Sutan Assin yang menikah dengan Milly, cucu Sam Ratulangi ini punya tiga anak. Salah satunya Gema, sebagai anak bungsu. Maka tak heran, sebelumnya di kepolisian beredar informasi bahwa Gema adalah anak dari bekas petinggi perusahaan minyak dan keturunan orang terpandang di Minahasa atau Manado, Sulawesi Utara. Bahkan di Indonesia.

Baca Juga:  Tak Punya Pengolahan, Bali Buang Limbah Medis 3 Ton Per Hari ke Jawa

 

“Ya, dia cicitnya pahlawan Sam Ratulangi. Ayahnya bernama Thor. Tinggal di Manado,” kata sumber kuat di Denpasar yang wanti-wanti namanya tak disebutkan di media.

 

Terkait dengan ini, ketika dikonfirmasi kepada Buce Karel, kuasa hukum Gema dan Arvin enggan membeberkan soal kabar Gema cicit dari pahlawan nasional Sam Ratulangi, yang wajahnya ada di uang pecahan Rp20.000.

 

“Kalau soal keturunan dan silsilah Gema dari mana, saya tidak komentar, ya, biar tidak salah,” kata Buce.

 

Buce hanya menegaskan, tidak ada indikasi “86” alias damai di kepolisian dalam kasus tersebut. Diakui, kliennya tidak ditahan polisi, karena menggunakan prosedur restorative justice atau keadilan restorasif.

 

“Direhab 3 bulan sampai sekarang itu kan sudah sesuai prosedur. Dan mereka di sana dan boleh keluar (tempat rehab). Ada rawat inap ada rawat jalan. Klien saya rawat jalan sekarang,” jelasnya.

Baca Juga:  Korban Pakai Baju Abu-Abu dan Celana Pendek, Polisi Temukan Motor Mio

 

Buce sebelumnya mengaku kliennya direhab di Anargya di Jalan Jayagiri, Denpasar. Anargya adalah sebuah yayasan yang salah satunya bergerak dalam rehabilitasi orang dengan gangguan penyalahgunaan NAPZA.

 

Sebelumnya diberitakan, Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Diarrahman ditangkap di sebuah rumah di Jalan Raya Kedampang, Gang Zui Nomor 7, Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara, Badung, 19 Maret 2022 sekitar pukul 23.00 Wita.

 

Namun, kasus ini tidak dilanjutkan ke pengadilan. Kasat Narkoba Polres Badung AKP I Putu Budi Artama menegaskan, sama sekali tidak ada “86” dalam penanganan kasus Gema Minaret Sutan Assin. Kata dia, kasus ini diselesaikan melalui prosedur restorative justice.

 

“Ya dibawa ke RJ berdasarkan barang buktinya dibawa Gema dan hasil asesment,” kata Budi Artama.

 

Ditambahkan Kasi Humas Polres Badung, Iptu I Kutut Sudana, penanganan kasus Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Diarrahman yang tidak sampai ke pengadilan sudah sesuai dengan prosedur hukum.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/