alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, August 9, 2022

Polisi Periksa Pemilik dan Pegawai TPA Princess House Children

DENPASAR- Bayi berinisial ENA  tewas di salah satu tempat penitipan anak “Princess House Children” di Jalan Drupadi VII Nomor 2A Renon, Kamis (9/5) lalu.

 

Terkait tewasnya bayi dari pasangan suami istri (pasutri) Andika Angara, 27 dan Ikka Saraswati Dewi, 25, pascadilaporkan, polisi langsung memanggil sejumlah pihak yang diduga bertanggungjawab atas tewasnya bayi ENA.

 

Seperti dibenarkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan. Dikonfirmasi Sabtu (11/5), Ruddi yang didampingi  Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, mengatakan jika pihaknya kini sedang melakukan proses penyelidikan.

 

Selain itu, atas kasus ini, pihak pengelola sekaligus pemilik tempat penitipan anak (TPA) Princess House Children sudah diperiksa

Baca Juga:  Melukat di Pantai Keramas, Warga Gianyar Nyaris Tewas Terseret Arus

 

“Sudah kami periksa (pemilik),” kata Kompol Arta.

 

Bahkan selain pemilik TPA, kata Ariawan, pihak penyidik juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah pegawai TPA “Ada delapan orang yang dimintai keterangan,” tambahnya.

 

Selanjutnya atas kasus ini,kapolresta telah memerintahkan unit PPA Polresta Denpasar untuk menangani kasus ini.

 

Seperti diketahui, hingga tewasnya bayi ENA terungkap saat ayah bayi (Andika) pulang kerja.

 

Sepulang dari kerja, pria yang tinggal di Jalan Akasia XV Gang Seroja nomor 23, Kesiman, Denpasar Timur langsung datang ke Princess House Cildren tempat bayi ENA dititip.

 

Setiba di tempat penitipan, Andika oleh petugas tidak diperkenankan masuk dan disuruh menunggu.

Baca Juga:  [Breaking News] Polisi Akhirnya Tetapkan Nengah Kicen Tersangka

 

Namun setelah beberapa saat menunggu, Andika tidak kunjung dipertemukan dengan bayinya.

 

Merasa ganjil dan curiga dengan gelagat petugas yang tidak wajar, Andika pun lantas menanyakan kembali perihal anaknya ke pegawai. 

 

 

Usai didesak, akhirnya pegawai pun mengaku jika bayi Andika dilarikan ke rumah sakit  Bross Denpasar karena sakit.

 

Mendapat informasi dari pegawai, Andika langsung bergegas ke rumah sakit Bross. Setibanya di sana, Andika terkejut karena mendapati putrinya sudah tidak bernyawa. Andika pun tidak terima saat menemukan anaknya meninggal.

 

Padahal pagi saat dititipkan, anaknya baik-baik saja. Dia kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar sekitar pukul 17.00.



DENPASAR- Bayi berinisial ENA  tewas di salah satu tempat penitipan anak “Princess House Children” di Jalan Drupadi VII Nomor 2A Renon, Kamis (9/5) lalu.

 

Terkait tewasnya bayi dari pasangan suami istri (pasutri) Andika Angara, 27 dan Ikka Saraswati Dewi, 25, pascadilaporkan, polisi langsung memanggil sejumlah pihak yang diduga bertanggungjawab atas tewasnya bayi ENA.

 

Seperti dibenarkan Kapolresta Denpasar Kombes Pol Ruddi Setiawan. Dikonfirmasi Sabtu (11/5), Ruddi yang didampingi  Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Wayan Arta Ariawan, mengatakan jika pihaknya kini sedang melakukan proses penyelidikan.

 

Selain itu, atas kasus ini, pihak pengelola sekaligus pemilik tempat penitipan anak (TPA) Princess House Children sudah diperiksa

Baca Juga:  Ketua dan Sekretaris LPD Kota Tabanan Dijebloskan ke Tahanan

 

“Sudah kami periksa (pemilik),” kata Kompol Arta.

 

Bahkan selain pemilik TPA, kata Ariawan, pihak penyidik juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah pegawai TPA “Ada delapan orang yang dimintai keterangan,” tambahnya.

 

Selanjutnya atas kasus ini,kapolresta telah memerintahkan unit PPA Polresta Denpasar untuk menangani kasus ini.

 

Seperti diketahui, hingga tewasnya bayi ENA terungkap saat ayah bayi (Andika) pulang kerja.

 

Sepulang dari kerja, pria yang tinggal di Jalan Akasia XV Gang Seroja nomor 23, Kesiman, Denpasar Timur langsung datang ke Princess House Cildren tempat bayi ENA dititip.

 

Setiba di tempat penitipan, Andika oleh petugas tidak diperkenankan masuk dan disuruh menunggu.

Baca Juga:  Ratusan Polwan Se-Indonesia Adu Skill Menembak di Bali

 

Namun setelah beberapa saat menunggu, Andika tidak kunjung dipertemukan dengan bayinya.

 

Merasa ganjil dan curiga dengan gelagat petugas yang tidak wajar, Andika pun lantas menanyakan kembali perihal anaknya ke pegawai. 

 

 

Usai didesak, akhirnya pegawai pun mengaku jika bayi Andika dilarikan ke rumah sakit  Bross Denpasar karena sakit.

 

Mendapat informasi dari pegawai, Andika langsung bergegas ke rumah sakit Bross. Setibanya di sana, Andika terkejut karena mendapati putrinya sudah tidak bernyawa. Andika pun tidak terima saat menemukan anaknya meninggal.

 

Padahal pagi saat dititipkan, anaknya baik-baik saja. Dia kemudian melaporkan kejadian ini ke Polresta Denpasar sekitar pukul 17.00.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/