alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Perkosa Anak Kandung 4 Kali, Seorang Ayah di Jembrana Dibui 7 Tahun

NEGARA-Ayah kandung pelaku persetubuhan atau pemerkosaan terhadap darah dagingnya sendiri, Senin (11/5) menjalani sidang vonis secara daring alias online.

Sidang dengan Ketua Majelis Hakim pimpinan Haryuning Respanti, akhirnya mengganjar I Kadek S,34, sosok ayah yang bejat ini dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Sesuai amar putusan, terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak, sebagaimana Pasal 81 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga memutus pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 60 juta atau subsider selama empat bulan penjara.

Baca Juga:  Identitas Mr X Bertato Tribal Terungkap, Ternyata Korban Asal Tejakula

“Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama empat bulan. Dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim ketua yang juga wakil ketua PN Negara ini.

Putusan majelis hakim tersebut, berkurang tiga tahun dari tuntutan jaksa penutut umum.

Sebelumnya, jaksa Kejari Jembrana menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 60 juta subsider 4 bulan kurungan.

Namun putusan tersebut diterima oleh terdakwa maupun jaksa penutut umum. “Menerima yang mulia,” ujar terdakwa yang mengikuti sidang secara daring dari Rutan Kelas IIB Negara.

Seperti pada surat dakwaan sebelumnya, kasus persetubuhan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh orang tua kandung terhadao darah dagingnya sendiri terungkap pada Februari 2020 lalu.

Baca Juga:  Tak Perhatikan Jalur Lawan, Suzuki Tabrak Suzuki, Dua Korban Klenger

Korban sebut saja kembang (bukan nama sebenarnya) dicabuli bapaknya sendiri empat kali saat rumah sepi.

Modus perbuatan bejat terdakwa dilakukan terhadap korban yakni dengan menuduh korban sudah tidak perawan.

Berpura-pura mengetes keperawanan korban, iba-tiba terdakwa melorotkan celananya dan celana anaknya yang sedang rebahan untuk membuktikan keperawanan anaknya.

Singkat cerita, tak tahan dengan perbuatan ayahnya, korban akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada ibu kandungnya.



NEGARA-Ayah kandung pelaku persetubuhan atau pemerkosaan terhadap darah dagingnya sendiri, Senin (11/5) menjalani sidang vonis secara daring alias online.

Sidang dengan Ketua Majelis Hakim pimpinan Haryuning Respanti, akhirnya mengganjar I Kadek S,34, sosok ayah yang bejat ini dengan pidana penjara selama 7 tahun.

Sesuai amar putusan, terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pelanggaran peraturan perundang-undangan tentang perlindungan anak, sebagaimana Pasal 81 Ayat (2) dan Ayat (3) Undang-Undang RI No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No.1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang RI No.23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang.

Selain hukuman penjara, majelis hakim juga memutus pidana denda kepada terdakwa sebesar Rp 60 juta atau subsider selama empat bulan penjara.

Baca Juga:  Gelapkan Uang, Oknum Pengacara Dituntut 6 Bulan Penjara

“Apabila denda tidak dibayar maka diganti dengan kurungan selama empat bulan. Dikurangi selama Terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” ujar hakim ketua yang juga wakil ketua PN Negara ini.

Putusan majelis hakim tersebut, berkurang tiga tahun dari tuntutan jaksa penutut umum.

Sebelumnya, jaksa Kejari Jembrana menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan pidana denda sebesar Rp 60 juta subsider 4 bulan kurungan.

Namun putusan tersebut diterima oleh terdakwa maupun jaksa penutut umum. “Menerima yang mulia,” ujar terdakwa yang mengikuti sidang secara daring dari Rutan Kelas IIB Negara.

Seperti pada surat dakwaan sebelumnya, kasus persetubuhan atau pemerkosaan yang dilakukan oleh orang tua kandung terhadao darah dagingnya sendiri terungkap pada Februari 2020 lalu.

Baca Juga:  Jajakan PSK Rp 100 ribu, Dituntut 6 Bulan, Karlina Minta Ampun-ampun

Korban sebut saja kembang (bukan nama sebenarnya) dicabuli bapaknya sendiri empat kali saat rumah sepi.

Modus perbuatan bejat terdakwa dilakukan terhadap korban yakni dengan menuduh korban sudah tidak perawan.

Berpura-pura mengetes keperawanan korban, iba-tiba terdakwa melorotkan celananya dan celana anaknya yang sedang rebahan untuk membuktikan keperawanan anaknya.

Singkat cerita, tak tahan dengan perbuatan ayahnya, korban akhirnya melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada ibu kandungnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/