alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Pertanyakan Penetapan Status Tersangka, AWK Datangi Mapolres Buleleng

SINGARAJA– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna, Senin (11/5) mendatangi Mapolres Buleleng.

Wedakarna meminta penjelasan polisi, terkait proses penetapan tersangka dalam peristiwa ngaben massal yang berlangsung di Desa Sudaji pada Jumat (1/5) dua pekan lalu.

Wedakarna yang juga Anggota Komisi I DPD RI itu diterima di Ruang Command Centre Mapolres Buleleng.

Ia diterima Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto, Kasat Intel AKP I Made Dayendra, dan KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa.

Wedakarna mengaku dirinya meminta penjelasan polisi, terkait dengan penetapan status tersangka dalam peristiwa ngaben massal Dadia Pasek Kubayan Desa Sudaji, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  NGERI! Mabuk Saat Nyepi, Tebas Kawan Sendiri, Begini Nasib Tersangka…

Ia juga meminta penjelasan penanganan kasus dugaan penipuan sembako yang dilaporkan warga Buleleng beberapa waktu lalu.

Terkait kasus ngaben massal di Sudaji, Wedakarna mengatakan polisi telah menangani kasus tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Ia pun menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tetap memberi pengayoman pada masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa permasalahan ini telah ditangani dengan baik sesuai alur peraturan perundang-undangan. Dan tentunya ini tujuan yang baik untuk program pemerintah pusat masalah pandemi covid. Masyarakat di Buleleng, Sudaji, dan Bali tetap tenang. Kami percaya pada beliau (polisi) menangani. Masukan dari DPD sudah disampaikan dan diterima dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta agar Polres Buleleng melakukan counter komentar negatif masyarakat yang ada di media sosial dan memberikan pembelajaran terkait dengan berita yang tidak benar yang ada di desa Sudaji. Guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

Baca Juga:  Sri Indrawati Dipukul di Bagian Kepala hingga Tewas

Sementara itu Kabag Ops Wiranata Kusuma mengatakan, polisi sebenarnya sudah melakukan pendekatan persuasif dan humanis sebelum hari H.

Saat itu Wiranata mengatakan polisi telah meminta agar pengabenan dalam situasi pandemi tidak melibatkan banyak orang.

Cukup melibatkan prajuru saja. Hal itu pun telah disanggupi oleh pelaksana upacara pengabenan.

Namun saat hari H pelaksanaan pengabenan, himbauan yang dilakukan Bhabinkamtibmas tidak diindahkan.

Bahkan beredar video pengabenan dan viral. Dengan viralnya video pengabenan tersebut, akhirnya Polres Buleleng melalukan langkah-langkah hukum. 



SINGARAJA– Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Bali, Arya Wedakarna, Senin (11/5) mendatangi Mapolres Buleleng.

Wedakarna meminta penjelasan polisi, terkait proses penetapan tersangka dalam peristiwa ngaben massal yang berlangsung di Desa Sudaji pada Jumat (1/5) dua pekan lalu.

Wedakarna yang juga Anggota Komisi I DPD RI itu diterima di Ruang Command Centre Mapolres Buleleng.

Ia diterima Kabag Ops Polres Buleleng Kompol Anak Agung Wiranata Kusuma, yang didampingi Kasat Reskrim AKP Vicky Tri Haryanto, Kasat Intel AKP I Made Dayendra, dan KBO Reskrim Iptu Dewa Putu Sudiasa.

Wedakarna mengaku dirinya meminta penjelasan polisi, terkait dengan penetapan status tersangka dalam peristiwa ngaben massal Dadia Pasek Kubayan Desa Sudaji, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  Sri Indrawati Dipukul di Bagian Kepala hingga Tewas

Ia juga meminta penjelasan penanganan kasus dugaan penipuan sembako yang dilaporkan warga Buleleng beberapa waktu lalu.

Terkait kasus ngaben massal di Sudaji, Wedakarna mengatakan polisi telah menangani kasus tersebut sesuai dengan aturan perundang-undangan.

Ia pun menegaskan bahwa pihak kepolisian akan tetap memberi pengayoman pada masyarakat.

“Kami sampaikan bahwa permasalahan ini telah ditangani dengan baik sesuai alur peraturan perundang-undangan. Dan tentunya ini tujuan yang baik untuk program pemerintah pusat masalah pandemi covid. Masyarakat di Buleleng, Sudaji, dan Bali tetap tenang. Kami percaya pada beliau (polisi) menangani. Masukan dari DPD sudah disampaikan dan diterima dengan baik,” katanya.

Ia juga meminta agar Polres Buleleng melakukan counter komentar negatif masyarakat yang ada di media sosial dan memberikan pembelajaran terkait dengan berita yang tidak benar yang ada di desa Sudaji. Guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap Polri.

Baca Juga:  Oplos Gas Elpiji di Rumah, Warga Panji Buleleng Digerebek dan Dibui

Sementara itu Kabag Ops Wiranata Kusuma mengatakan, polisi sebenarnya sudah melakukan pendekatan persuasif dan humanis sebelum hari H.

Saat itu Wiranata mengatakan polisi telah meminta agar pengabenan dalam situasi pandemi tidak melibatkan banyak orang.

Cukup melibatkan prajuru saja. Hal itu pun telah disanggupi oleh pelaksana upacara pengabenan.

Namun saat hari H pelaksanaan pengabenan, himbauan yang dilakukan Bhabinkamtibmas tidak diindahkan.

Bahkan beredar video pengabenan dan viral. Dengan viralnya video pengabenan tersebut, akhirnya Polres Buleleng melalukan langkah-langkah hukum. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/