alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Kasus Pengeroyokan Pasangan Kekasih di Teuku Umar

Begini Ciri-ciri Pelaku Pengeroyokan Pasangan Kekasih di Teuku Umar Barat

DENPASAR-Polisi kini mendalami identitas para pemuda yang melakukan pengeroyokan pada Senin (10/5/2022) malam di lampu merah Teuku Umar Barat- Mahendradata Denpasar Barat. Dalam kejadian itu, dua orang menjadi korbannya Lupita Sari, 25, dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22.

 

Terkait ciri para pelaku kini telah dikantongi oleh polisi. Hal itu berdasarkan keterangan saksi korban dan juga rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian. “Pelakunya diduga 5 orang, namun yang turun melakukan pemukulan ada empat orang. Meraka mengendarai mobil Honda Jazz warna putih yang nomor polisinya belum diketahui,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Ketut Sukadi, Rabu (11/5/2022).

 

Selain itu, ciri lain pada pelaku ada beberapa berperawakan tinggi besar, berbadan gemuk, memakai kaos hitam celana pendek jeans.

“Selain itu ada juga yang berperawakan kurus tinggi memakai baju singlet warna putih, celana kolor putih,” tambah Sukadi.

 

Diberitakan sebelumnya, Lupita Sari, 25 dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal. Kejadian itu terjadi di lampu merah Teuku Umar Barat-Mahendradata depan Pizza HUT, Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 22.30 WITA.

Baca Juga:  Dilimpahkan, Gendo: JRX Bukan Koruptor dan Pembunuh, Tak Perlu Ditahan

 

Itu bermula saat kedua korban pulang nonton bareng sepak bola di sebuah angkringan Jalan Raya Kesambi. Mereka hendak kembali ke kosan mereka di Pemogan, Denpasar. Setibanya di Teuku Umar Barat, mereka disusul oleh sebuah mobil Honda Jazz warna putih dari arah belang. Korban Lupita Sari sempat digoda oleh sejumlah pria di dalam mobil itu. “Namun korban tidak menghiraukan dengan terus melaju. Sampai lampu merah di lokasi kejadian, mobil itu berhenti di belakang sepeda motor yang dikendarai kedua korban,” ujar Sukadi.

 

 

Di sana korban kembali digoda. Namun lagi-lagi tak dihiraukan. Tiba-tiba salah atau pria di dalam mobil itu mengacungkan jari tengah ke arah kedua korban. Lalu aksi itu disusul dengan beberapa pelaku lain yang langsung keluar dari dalam mobil dan mendatangi sepeda motor korban. Saat itu korban Ardensy Anarche Habib Ramadan langsung dihajar oleh kurang lebih lima pemuda yang keluar dari mobil itu. Sang kekasih Lupita Sari mencoba membantu. Sayangnya dia juga dihajar oleh para pelaku. Aksi itu langsung dilerai oleh beberapa pengendara lain yang melintas. Usai menganiaya kedua korban, para pelaku langsung masuk kembali ke dalam mobil dan pergi begitu saja.

Baca Juga:  Stt! Ternyata Ini Penyebab Bacaleg DPD RI Keris “Menginap” di Polresta

 

Akibat penganiayaan itu, korban Lupita Sari mengalami luka robek pada telinga kiri, memar pada paha kanan dan sakit pada rahang. Sedangkan korban Ardensy Anarche Habib Ramadan mengalami luka memar pada mata kiri, daun telinga kiri robek dan memar, pelipis kanan benjol memar, hidung bengkak, rusuk kanan memar dan bagian punggung terasa sakit. Kedua korban telah melaporkan kasus ini ke polisi.

 






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur
- Advertisement -
- Advertisement -

DENPASAR-Polisi kini mendalami identitas para pemuda yang melakukan pengeroyokan pada Senin (10/5/2022) malam di lampu merah Teuku Umar Barat- Mahendradata Denpasar Barat. Dalam kejadian itu, dua orang menjadi korbannya Lupita Sari, 25, dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22.

 

Terkait ciri para pelaku kini telah dikantongi oleh polisi. Hal itu berdasarkan keterangan saksi korban dan juga rekaman kamera CCTV di lokasi kejadian. “Pelakunya diduga 5 orang, namun yang turun melakukan pemukulan ada empat orang. Meraka mengendarai mobil Honda Jazz warna putih yang nomor polisinya belum diketahui,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar Ketut Sukadi, Rabu (11/5/2022).


 

Selain itu, ciri lain pada pelaku ada beberapa berperawakan tinggi besar, berbadan gemuk, memakai kaos hitam celana pendek jeans.

“Selain itu ada juga yang berperawakan kurus tinggi memakai baju singlet warna putih, celana kolor putih,” tambah Sukadi.

 

Diberitakan sebelumnya, Lupita Sari, 25 dan Ardensy Anarche Habib Ramadan, 22, dikeroyok oleh sejumlah orang tak dikenal. Kejadian itu terjadi di lampu merah Teuku Umar Barat-Mahendradata depan Pizza HUT, Selasa (10/5/2022) sekitar pukul 22.30 WITA.

Baca Juga:  Elemen Tokoh Bali Rekomendasikan Desak Darmawati Tetap Diproses Hukum

 

Itu bermula saat kedua korban pulang nonton bareng sepak bola di sebuah angkringan Jalan Raya Kesambi. Mereka hendak kembali ke kosan mereka di Pemogan, Denpasar. Setibanya di Teuku Umar Barat, mereka disusul oleh sebuah mobil Honda Jazz warna putih dari arah belang. Korban Lupita Sari sempat digoda oleh sejumlah pria di dalam mobil itu. “Namun korban tidak menghiraukan dengan terus melaju. Sampai lampu merah di lokasi kejadian, mobil itu berhenti di belakang sepeda motor yang dikendarai kedua korban,” ujar Sukadi.

 

 

Di sana korban kembali digoda. Namun lagi-lagi tak dihiraukan. Tiba-tiba salah atau pria di dalam mobil itu mengacungkan jari tengah ke arah kedua korban. Lalu aksi itu disusul dengan beberapa pelaku lain yang langsung keluar dari dalam mobil dan mendatangi sepeda motor korban. Saat itu korban Ardensy Anarche Habib Ramadan langsung dihajar oleh kurang lebih lima pemuda yang keluar dari mobil itu. Sang kekasih Lupita Sari mencoba membantu. Sayangnya dia juga dihajar oleh para pelaku. Aksi itu langsung dilerai oleh beberapa pengendara lain yang melintas. Usai menganiaya kedua korban, para pelaku langsung masuk kembali ke dalam mobil dan pergi begitu saja.

Baca Juga:  Siswi SMA Dianiaya Sampai Cacat Permanen, Minta Satgas Dibubarkan

 

Akibat penganiayaan itu, korban Lupita Sari mengalami luka robek pada telinga kiri, memar pada paha kanan dan sakit pada rahang. Sedangkan korban Ardensy Anarche Habib Ramadan mengalami luka memar pada mata kiri, daun telinga kiri robek dan memar, pelipis kanan benjol memar, hidung bengkak, rusuk kanan memar dan bagian punggung terasa sakit. Kedua korban telah melaporkan kasus ini ke polisi.

 






Reporter: Marsellus Nabunome Pampur

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/