alexametrics
23.7 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Selain Diperiksa Polisi, Kadiskes Juga Langsung Dipanggil Wali Kota

USAI ramai dan viral di media, kasus salah input data Covid-19 pasien sembuh ditulis pasien meninggal langsung menuai respon orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

 

Bahkan atas kasus teledor ini, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara langsung memberikan atensi atau perhatian khusus. Seperti apa?

 

 

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

 

- Advertisement -

GEGARA keteledoran petugas penginput data pasien Covid-19, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar bukan hanya dibuat malu, tetapi mereka juga dibikin sibuk.

 

Pasalnya selain Kadiskes Denpasar dr Luh Putu Sri Armini harus dipanggil penyidik polisi, akibat salah input data oknum petugas juga membuat Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga dibuat pecah konsentrasi.

Baca Juga:  Larikan Pacar ABG, Setubuhi Berkali-kali, ABG Ingusan Dituntut 2 Tahun

 

Seperti dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan jika atas kasus ini langsung mendapat atensi khusus dari wali kota.

 

“Pak Walikota telah berkonsentrasi dan memberikan atensi khusus pada kasus ini,”tegas Dewa Rai, Jumat (10/9).

 

Bahkan lanjut Dewa Rai, usai terungkapnya kasus salah input, wali Kota juga langsung merespon dengan memanggil dinas terkait (Diskes Kota Denpasar).

 

“Selain dimintai keterangan di kepolisian, Pak wali (Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara) juga telah memanggil kadiskes untuk dimintai klarifikasi,”terang Dewa Rai

 

Saat pemanggilan lanjutnya, wali kota meminta agar petugas penginput data lebih berhati-hati dan konsentrasi saat bekerja berkaitan dengan data yang akan dikirim ke ke pusat.

Baca Juga:  Terharu, Sejoli Kasus Narkoba Nikah di Tahanan, Alasannya Mengejutkan

 

 “Sebelum dipublikasi sebenarnya sudah diingatkan di internal. Jadi tidak sendirian. Sebenarnya sudah ada yang melakukan koreksi, dari faskes juga dicek.

 

Bukan saya membela, karena ketika menginput data saat kasus sedang naik-naiknya, hampir 600 data baik itu data pasien positif, sembuh maupun meninggal semua diinput. Ini harus benar-benar dicek,” ungkap Dewa Rai.

- Advertisement -

USAI ramai dan viral di media, kasus salah input data Covid-19 pasien sembuh ditulis pasien meninggal langsung menuai respon orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

 

Bahkan atas kasus teledor ini, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara langsung memberikan atensi atau perhatian khusus. Seperti apa?

 

 

NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar

 

GEGARA keteledoran petugas penginput data pasien Covid-19, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar bukan hanya dibuat malu, tetapi mereka juga dibikin sibuk.

 

Pasalnya selain Kadiskes Denpasar dr Luh Putu Sri Armini harus dipanggil penyidik polisi, akibat salah input data oknum petugas juga membuat Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga dibuat pecah konsentrasi.

Baca Juga:  Sadis, Gangguan Jiwa Kambuh, Aniaya Ibu Kandung Hingga Paha Patah

 

Seperti dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan jika atas kasus ini langsung mendapat atensi khusus dari wali kota.

 

“Pak Walikota telah berkonsentrasi dan memberikan atensi khusus pada kasus ini,”tegas Dewa Rai, Jumat (10/9).

 

Bahkan lanjut Dewa Rai, usai terungkapnya kasus salah input, wali Kota juga langsung merespon dengan memanggil dinas terkait (Diskes Kota Denpasar).

 

“Selain dimintai keterangan di kepolisian, Pak wali (Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara) juga telah memanggil kadiskes untuk dimintai klarifikasi,”terang Dewa Rai

 

Saat pemanggilan lanjutnya, wali kota meminta agar petugas penginput data lebih berhati-hati dan konsentrasi saat bekerja berkaitan dengan data yang akan dikirim ke ke pusat.

Baca Juga:  Mendadak Stop Korupsi Al Ma’ruf, Kejari Denpasar Diduga Terbitkan SKP2

 

 “Sebelum dipublikasi sebenarnya sudah diingatkan di internal. Jadi tidak sendirian. Sebenarnya sudah ada yang melakukan koreksi, dari faskes juga dicek.

 

Bukan saya membela, karena ketika menginput data saat kasus sedang naik-naiknya, hampir 600 data baik itu data pasien positif, sembuh maupun meninggal semua diinput. Ini harus benar-benar dicek,” ungkap Dewa Rai.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/