alexametrics
25.4 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Modus Pura-pura Jual Obat Kuat, Para TSK Tak Segan Aniaya Korban

SELAIN memiliki jam terbang tinggi, enam pelajar pelaku pembegalan di belasan TKP di Denpasar yang ditangkap anggota Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal (Resmob Satreskrim) Polresta Denpasar punya modus unik dan sadis.

 

Berpura-pura jualan obat kuat via online, meski sebenarnya tak memiliki barang. Saat beraksi, mereka juga tak segan menganiaya korbannya.

 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

 

USAI ditangkap dan diamankan, keenam pelajar, yakni masing-masing berinisial ART, 19, DD, 19, KSA, 15, PT LD, 13, MDSW, 15 dan GDCSF, 17, langsung menjalani pemeriksaan dan interogasi.

- Advertisement -

 

Hasil interogasi, terungkap satu dari enam tersangka yakni GDCSF, 17, ternyata berstatus residivis kasus sama.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin (11/10) menjelaskan, penangkapan keenam tersangka curas (pencurian dengan kekerasan) modus begal, ini berawal dari adanya laporan Saksi Korban Jefriyanto.

 

Menurutnya, sesuai laporan saksi korban, pemuda berusia 20 tahun, ini pada Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 02.56 WITA mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Gunung Talang VI. C Nomor 12 Denpasar.

Baca Juga:  Motif Saling Ejek, Pisau Untuk Tikam Korban Habis Dipakai Kupas Mangga

 

Dalam kejadian itu korban dianiaya menggunakan tangan kosong dan juga pakai doble stik.

 

“Akibat menjadi korban pembegalan, barang berharga korban, HP OPPO A.54 dan uang tunai Rp3 juta dirampas oleh para pelaku ini,” terang Kombespol Jansen di Mapolresta Denpasar.

 

Sedangkan terkait kronologi, Kombes Jansen menjelaskan, aksi pembegalan yang menimpa korban bermula saat korban pada Sabtu (2/10/2021) dini hari memesan obat kuat via aplikasi Michat.

 

Selanjutnya, antara korban dan penjual obat kuat itu kemudian sepakat untuk melakukan transaksi jual beli di jalan Gunung Talang VI. C nomor 12 Denpasar.

 

“Nah para pelaku ini berpura-pura sebagai penjual obat kuat. Padahal mereka tidak punya barang itu,” ujar Jansen.

 

Setibanya di TKP, korban  sudah ditunggu oleh para pelaku. Mereka pun  sempat ngobrol. Saat korban membuka dompet hendak membayar, para pelaku langsung merampas dompet korban. 

 

Para pelaku juga langsung mengeroyok korban menggunakan double stik memukul kepala korban hingga kepala korban luka dan mengeluarkan darah.

Baca Juga:  Alat Isap Sabu Berserakan di LP Kerobokan, Kadivpas Siapkan Sanksi

 

Selanjutnya para pelaku merampas HP korban dan langsung kabur menggunakan sepeda motor.

 

Atas kejadian itu, korban melapor ke Polresta Denpasar.

 

Kemudian, dari laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Lalu pada Kamis (7/10) polisi mendapatkan informasi bahwa para pelaku mendapatkan informasi bahwa para pelaku sering berkumpul di  daerah Buana Kubu, Tegal Harum, Denpasar. 

 

Selanjutnya, tim Resmob Polresta Denpasar langsung begegas ke lokasi dan menangkap lara pelaku.

 

Dari penangkapan itu satu orang pelaku GDCSF, 17 terpaksa ditembak pada kakinya karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap. 

 

“Dari interogasi para pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa dengan modus yang sama, berjualan obat kuat di 13 TKP di Denpasar.

 

Di jalan Bikini Denpasar sebanyak 3 kali, jalan Mahendradata gang Akasia sebanyak 4 kali, di jalan Gunung Talang Denpasar sebanyak 5 kali, di jalan Pura Demak Denpasar sebanyak 1 kali,” tukas Kombes Jansen. 

 

- Advertisement -

- Advertisement -

SELAIN memiliki jam terbang tinggi, enam pelajar pelaku pembegalan di belasan TKP di Denpasar yang ditangkap anggota Reserse Mobile Satuan Reserse Kriminal (Resmob Satreskrim) Polresta Denpasar punya modus unik dan sadis.

 

Berpura-pura jualan obat kuat via online, meski sebenarnya tak memiliki barang. Saat beraksi, mereka juga tak segan menganiaya korbannya.


 

MARCELL PAMPURS, Denpasar

 

USAI ditangkap dan diamankan, keenam pelajar, yakni masing-masing berinisial ART, 19, DD, 19, KSA, 15, PT LD, 13, MDSW, 15 dan GDCSF, 17, langsung menjalani pemeriksaan dan interogasi.

 

Hasil interogasi, terungkap satu dari enam tersangka yakni GDCSF, 17, ternyata berstatus residivis kasus sama.

 

Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, Senin (11/10) menjelaskan, penangkapan keenam tersangka curas (pencurian dengan kekerasan) modus begal, ini berawal dari adanya laporan Saksi Korban Jefriyanto.

 

Menurutnya, sesuai laporan saksi korban, pemuda berusia 20 tahun, ini pada Sabtu (2/10/2021) sekitar pukul 02.56 WITA mengaku menjadi korban pembegalan di Jalan Gunung Talang VI. C Nomor 12 Denpasar.

Baca Juga:  JRX Minta Dihukum Ringan, Janji Tidak Ulangi Perbuatannya

 

Dalam kejadian itu korban dianiaya menggunakan tangan kosong dan juga pakai doble stik.

 

“Akibat menjadi korban pembegalan, barang berharga korban, HP OPPO A.54 dan uang tunai Rp3 juta dirampas oleh para pelaku ini,” terang Kombespol Jansen di Mapolresta Denpasar.

 

Sedangkan terkait kronologi, Kombes Jansen menjelaskan, aksi pembegalan yang menimpa korban bermula saat korban pada Sabtu (2/10/2021) dini hari memesan obat kuat via aplikasi Michat.

 

Selanjutnya, antara korban dan penjual obat kuat itu kemudian sepakat untuk melakukan transaksi jual beli di jalan Gunung Talang VI. C nomor 12 Denpasar.

 

“Nah para pelaku ini berpura-pura sebagai penjual obat kuat. Padahal mereka tidak punya barang itu,” ujar Jansen.

 

Setibanya di TKP, korban  sudah ditunggu oleh para pelaku. Mereka pun  sempat ngobrol. Saat korban membuka dompet hendak membayar, para pelaku langsung merampas dompet korban. 

 

Para pelaku juga langsung mengeroyok korban menggunakan double stik memukul kepala korban hingga kepala korban luka dan mengeluarkan darah.

Baca Juga:  Pagi-pagi Kapolres Badung Hukum Push up Anak Buahnya, Ternyata…

 

Selanjutnya para pelaku merampas HP korban dan langsung kabur menggunakan sepeda motor.

 

Atas kejadian itu, korban melapor ke Polresta Denpasar.

 

Kemudian, dari laporan korban, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Lalu pada Kamis (7/10) polisi mendapatkan informasi bahwa para pelaku mendapatkan informasi bahwa para pelaku sering berkumpul di  daerah Buana Kubu, Tegal Harum, Denpasar. 

 

Selanjutnya, tim Resmob Polresta Denpasar langsung begegas ke lokasi dan menangkap lara pelaku.

 

Dari penangkapan itu satu orang pelaku GDCSF, 17 terpaksa ditembak pada kakinya karena berusaha kabur dan melawan saat akan ditangkap. 

 

“Dari interogasi para pelaku mengaku telah melakukan aksi serupa dengan modus yang sama, berjualan obat kuat di 13 TKP di Denpasar.

 

Di jalan Bikini Denpasar sebanyak 3 kali, jalan Mahendradata gang Akasia sebanyak 4 kali, di jalan Gunung Talang Denpasar sebanyak 5 kali, di jalan Pura Demak Denpasar sebanyak 1 kali,” tukas Kombes Jansen. 

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/