alexametrics
26.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Dewa Wiratmaja Tersangka Korupsi, Rektor Unud Masih Izinkan Mengajar

DENPASAR – Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara angkat bicara terkait dengan kasus yang menimpa dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, I Nyoman Dewa Wiratmaja.

 

Rektor Udayana yang baru dilantik ini mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Dewa Wiratmaja untuk mengajar terlebih dahulu di kampus yang ia pimpin tersebut.

 

“Pak Dewa Wiratmaja kami tetap berikan kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai dosen di Universitas Udayana,” kata Prof Gde Antara.

 

Prof  Gde Antara menambahkan, dia juga menyarankan agar Dewa Wiratmaja selalu kooperatif dengan petugas negara.

 

Lalu bagaimana bila nanti Dewa Wiratmaja ditahan?

 

“Kalau sampai ada penahanan, agar mahasiwa tidak dirugikan baru kami akan carikan dosen pengganti dan beliau kami berikan kesempatan untuk fokus pada penyelesaian kasusnya,” jawabnya.

 

Selain itu, Prof Antara juga menegaskan, bahwa kasus dugaan suap terhadap Dana Intensif Daerah (DID) 2018, Kabupaten Tabanan tidak ada kaitannya dengan pihak kampus.

 

“Kasus ini adalah kasus beliau secara pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Universitas Udayana,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, nama I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai tersangka mencuat setelah adanya surat dari KPK yang dikirim kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Denpasar. Dia menjadi tersangka bersama mantan bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan pejabat Kemenkeu Rifa Surya.

Ketiganya menjadi tersangka gratifikasi dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018. Peran Dewa Wiratmaja cukup besar dalam perkara ini. Sebab dia yang diperintah bupati Tabanan kala itu untuk membuat usulan DID ke Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, juga yang berhubungan dengan pejabat Kemenkeu untuk bisa dapat DID, serta yang diduga menyerahkan dana kepada pejabat Kemenkeu.

Hal itu terungkap dalam sidang Yaya Purnomo, salah satu kepala seksi di Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu yang sudah lebih dulu ditangkap pada tahun 2018 dan tahun 2019 divonis selama 6,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan.



DENPASAR – Rektor Universitas Udayana, Prof. Dr. Ir. I Nyoman Gde Antara angkat bicara terkait dengan kasus yang menimpa dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, I Nyoman Dewa Wiratmaja.

 

Rektor Udayana yang baru dilantik ini mengatakan, pihaknya masih memberikan kesempatan kepada Dewa Wiratmaja untuk mengajar terlebih dahulu di kampus yang ia pimpin tersebut.

 

“Pak Dewa Wiratmaja kami tetap berikan kesempatan untuk melaksanakan tugas-tugasnya sebagai dosen di Universitas Udayana,” kata Prof Gde Antara.

 

Prof  Gde Antara menambahkan, dia juga menyarankan agar Dewa Wiratmaja selalu kooperatif dengan petugas negara.

 

Lalu bagaimana bila nanti Dewa Wiratmaja ditahan?

 

“Kalau sampai ada penahanan, agar mahasiwa tidak dirugikan baru kami akan carikan dosen pengganti dan beliau kami berikan kesempatan untuk fokus pada penyelesaian kasusnya,” jawabnya.

 

Selain itu, Prof Antara juga menegaskan, bahwa kasus dugaan suap terhadap Dana Intensif Daerah (DID) 2018, Kabupaten Tabanan tidak ada kaitannya dengan pihak kampus.

 

“Kasus ini adalah kasus beliau secara pribadi dan tidak ada hubungannya dengan Universitas Udayana,” pungkasnya.

Sekadar diketahui, nama I Dewa Nyoman Wiratmaja sebagai tersangka mencuat setelah adanya surat dari KPK yang dikirim kepada Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Denpasar. Dia menjadi tersangka bersama mantan bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti dan pejabat Kemenkeu Rifa Surya.

Ketiganya menjadi tersangka gratifikasi dalam pengurusan DID Tabanan tahun 2018. Peran Dewa Wiratmaja cukup besar dalam perkara ini. Sebab dia yang diperintah bupati Tabanan kala itu untuk membuat usulan DID ke Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu, juga yang berhubungan dengan pejabat Kemenkeu untuk bisa dapat DID, serta yang diduga menyerahkan dana kepada pejabat Kemenkeu.

Hal itu terungkap dalam sidang Yaya Purnomo, salah satu kepala seksi di Ditjen Perimbangan Keuangan Kemenkeu yang sudah lebih dulu ditangkap pada tahun 2018 dan tahun 2019 divonis selama 6,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Selatan.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/