alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

UPDATE, Polisi Tutup Kasus Bule Australia yang Ngaku Dibegal di Canggu

BADUNG-Kasus bule Australia yang melakukan pembohongan public dengan mengaku sebagai korban begal sadis di Canggu dan koma di RS benar-benar bikin gempar jagat Bali.

 

Heboh dan viralnya tindakan bule perempuan bernama Emma Bel itu bukan hanya soal pegakuannya yang menjadi korban begal sadis dan dramatis. Namun akibat kebohongan public yang dilakukannyanya juga bisa merusak citra baik pariwisatawa Bali dimata dunia.

 

Apalagi, tujuan perempuan asing asal Negeri Kanguru  melakukan kebohongan public itu agar dirinya mendapatkan klaim asuransi di negaranya.

 

Terbaru, terkait kabar hoax WNA korban kecelakaan lalulintas namun ngaku korban pencurian kekerasan (curas) di Canggu, penyidik dari Kepolisian Resort (Polres) Badung langsung meminta keterangan terhadap salah seorang saksi yang juga rekan Emma Bel, Bryden Ian.

Baca Juga:  Dibobol Maling, Laptop, Kamera dan Tabungan Siswa SDN 3 Kerobokan Raib

 

Pria Aussie yang di Bali tinggal sementara di Villa Rose di Jalan Bumbak, Gang Pulau Karimata, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung itu dimintai keterangan terkait pengakuan bohong yang dilakukan Emma Bel.

 

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim Polres Badung AKP Rajamangapul Heselo, Rabu (11/12).

 

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap Bryden Ian, saksi menerangkan bahwa Emma Bel bukanlah korban begal, melainkan hanya korban lakalantas biasa.

 

“Yang dia tahu, Emma itu korban kecelakaan,” terang Rajamangapul

 

Usai dimintai keterangan, Bryden tidak ditahan. Karena yang bersangkutan juga tidak ada sangkut pautnya dengan kebohongan yang dilakukan oleh temannya, Emma. “Karena kasus ini juga tidak ada laporannya, jadi ya kasusnya tidak kita apa-apain,” tambahnya. 

Baca Juga:  Layani Pembeli Pasar, Pedagang Pasar Pemeregan Kemalingan

 

AKP Heselo juga mengaku jika pihaknya tidak berwenang mencari tahu siapa sesungguhnya penyebar hoax.

 

Apalagi Emma sendiri sudah kembali ke Australia pada tanggal 7 Desember 2019 lalu.

 

“Bukan tugas kami untuk masalah hubungan dua negara,” tambahnya sembari menambahkan bahwa karena berita yang beredar di media soaial terkait pengakuan Emma dibegal, maka kasus ini untuk sementara ditutup.



BADUNG-Kasus bule Australia yang melakukan pembohongan public dengan mengaku sebagai korban begal sadis di Canggu dan koma di RS benar-benar bikin gempar jagat Bali.

 

Heboh dan viralnya tindakan bule perempuan bernama Emma Bel itu bukan hanya soal pegakuannya yang menjadi korban begal sadis dan dramatis. Namun akibat kebohongan public yang dilakukannyanya juga bisa merusak citra baik pariwisatawa Bali dimata dunia.

 

Apalagi, tujuan perempuan asing asal Negeri Kanguru  melakukan kebohongan public itu agar dirinya mendapatkan klaim asuransi di negaranya.

 

Terbaru, terkait kabar hoax WNA korban kecelakaan lalulintas namun ngaku korban pencurian kekerasan (curas) di Canggu, penyidik dari Kepolisian Resort (Polres) Badung langsung meminta keterangan terhadap salah seorang saksi yang juga rekan Emma Bel, Bryden Ian.

Baca Juga:  OMG! Belum Terbukti Curi Helm, Pemuda Nahas Dianiaya Massa Hingga Koma

 

Pria Aussie yang di Bali tinggal sementara di Villa Rose di Jalan Bumbak, Gang Pulau Karimata, Desa Canggu, Kuta Utara, Badung itu dimintai keterangan terkait pengakuan bohong yang dilakukan Emma Bel.

 

Seperti dibenarkan Kasat Reskrim Polres Badung AKP Rajamangapul Heselo, Rabu (11/12).

 

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan terhadap Bryden Ian, saksi menerangkan bahwa Emma Bel bukanlah korban begal, melainkan hanya korban lakalantas biasa.

 

“Yang dia tahu, Emma itu korban kecelakaan,” terang Rajamangapul

 

Usai dimintai keterangan, Bryden tidak ditahan. Karena yang bersangkutan juga tidak ada sangkut pautnya dengan kebohongan yang dilakukan oleh temannya, Emma. “Karena kasus ini juga tidak ada laporannya, jadi ya kasusnya tidak kita apa-apain,” tambahnya. 

Baca Juga:  Dewan Bali Minta Kasus Sudikerta Tak Ada Intervensi

 

AKP Heselo juga mengaku jika pihaknya tidak berwenang mencari tahu siapa sesungguhnya penyebar hoax.

 

Apalagi Emma sendiri sudah kembali ke Australia pada tanggal 7 Desember 2019 lalu.

 

“Bukan tugas kami untuk masalah hubungan dua negara,” tambahnya sembari menambahkan bahwa karena berita yang beredar di media soaial terkait pengakuan Emma dibegal, maka kasus ini untuk sementara ditutup.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/