alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Mantan Bupati Karangasem Mas Sumatri Kembali Diperiksa Kejaksaan

AMLAPURA – Mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri kembali dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem.

 

Mantan orang nomor satu di Pemkab Karangasem itu kembali dimintai keterangan terkait kasus korupsi pengadaan masker jenis scuba pada tahun 2020 lalu.

 

Kejari mendalami apakah pendistribusian masker tersebut berkaitan dengan Pilkada tahun 2020 saat Mas Sumatri kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Karangasem.

 

Pantauan Jawa POs Radar Bali di kantor Kejari Karangasem, Rabu (12/1), Mas Sumatri datang pada pukul 11.00 dengan mengenakan kendaraan mobil berwarna putih.

- Advertisement -

 

Datang dengan stelan pakaian batik, Ketua Nasdem Karangasem itu hadir tanpa didampingi siapapun. Dan langsung masuk menuju kantor Kejari. Mas Sumatri diperiksa sekitar tiga jam hingga pukul 14.00.

 

Ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan, tak banyak yang diucapkan Mas Sumatri.

 

Saat ditanya berapa pertanyaan yang diajukan tim penyidik, Mas Sumatri mengaku lupa.

 

Namun dia tak menampik, pemeriksaan dirinya itu berkaitan dengan kasus masker yang saat ini baru menghasilkan 7 tersangka.

Baca Juga:  MIMIH! Kaki Membusuk, Tak Bisa Jalan, Penahanan Wayan Wakil Dialihkan

 

“Lupa (berapa pertanyaan. Terkait masker. Suksma nggih,” ucapnya singkat dan pergi.

 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus, M Matullesy yang disampaikan melalui Kasi Intel, Dewa Gede Semara Putra mengungkapkan ada empat pejabat yang dihadirkan untuk dimintai keterangan.

Selain Mas Sumatri, ada Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Karangasem hingga salah satu pejabat teras aktif di Pemkab Karangasem yang juga sudah pernah dimintai keterangan.

 

“Pemeriksaan para saksi yang dihadirkan atas petunjuk jaksa peneliti untuk tambahan keterangan,” ucapnya.

 

Tambahan keterangan yang diperlukan tim penyidik kata Semara Putra, menyangkut apakah ada perintah dari Mas Sumatri terkait pengadaan masker di tahun 2020 lalu itu.

 

“Buk Mas (Mas Sumatri) membenarkan ada penunjukan pengadaan masker dengan memberikan disposisi kepada bawahannya,” kata Semara Putra.

 

Disinggung pemanggilan Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Karangasem, Jaksa asal Bangli ini membeberkan, bahwa pemanggilan tersebut untuk menggali informasi adanya pendistribusian masker saat masa kampanye Pilkada 2020 lalu.

Baca Juga:  12 Hakim PN Denpasar Siap Adili Willy Akasaka Dkk

 

“Kami minta keterangan dan data. Kapan tahapan Pilkada, kapan masa kampanye, masa tenang dan sampai pemungutan suara. Karena pendistribusian masker ini saat tahapan Pilkada yakni masa kampanye. Kami ada bukti dari masyarakat yang menerima,” bebernya.

 

Disinggung apakah akan ada potensi penambanan tersangka, Semara Putra mengaku belum.

 

Namun seolah memberi sinyal, nantinya dari hasil pendalaman yang didapat tim penyidik akan didiskusikan lagi dengan penyidik dan jaksa peneliti yang sudah meneliti berkas perkara.

 

“Belum ada. Tapi nanti dari keterangan ini akan didiskusikan lagi dengan tim,” jelas Semara Putra.

 

Disinggung apakah nilai kerugian korupsi pengadaan masker yang dilakukan BPKP sudah keluar, Semara Putra menegaskan hingga saat ini nilai kerugian dari pengadaan masker scuba dengan anggaran Rp 2,9 miliar ini belum keluar. “BPKP masih menghitung,” tandasnya.

- Advertisement -

AMLAPURA – Mantan Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri kembali dimintai keterangan oleh Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karangasem.

 

Mantan orang nomor satu di Pemkab Karangasem itu kembali dimintai keterangan terkait kasus korupsi pengadaan masker jenis scuba pada tahun 2020 lalu.

 

Kejari mendalami apakah pendistribusian masker tersebut berkaitan dengan Pilkada tahun 2020 saat Mas Sumatri kembali mencalonkan diri sebagai Bupati Karangasem.

 

Pantauan Jawa POs Radar Bali di kantor Kejari Karangasem, Rabu (12/1), Mas Sumatri datang pada pukul 11.00 dengan mengenakan kendaraan mobil berwarna putih.

 

Datang dengan stelan pakaian batik, Ketua Nasdem Karangasem itu hadir tanpa didampingi siapapun. Dan langsung masuk menuju kantor Kejari. Mas Sumatri diperiksa sekitar tiga jam hingga pukul 14.00.

 

Ditemui awak media usai menjalani pemeriksaan, tak banyak yang diucapkan Mas Sumatri.

 

Saat ditanya berapa pertanyaan yang diajukan tim penyidik, Mas Sumatri mengaku lupa.

 

Namun dia tak menampik, pemeriksaan dirinya itu berkaitan dengan kasus masker yang saat ini baru menghasilkan 7 tersangka.

Baca Juga:  Berkas Perkara Dilimpahkan, Tapi Hasil Audit BPKP Tak Kunjung Keluar

 

“Lupa (berapa pertanyaan. Terkait masker. Suksma nggih,” ucapnya singkat dan pergi.

 

Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Pidana Khusus, M Matullesy yang disampaikan melalui Kasi Intel, Dewa Gede Semara Putra mengungkapkan ada empat pejabat yang dihadirkan untuk dimintai keterangan.

Selain Mas Sumatri, ada Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Karangasem hingga salah satu pejabat teras aktif di Pemkab Karangasem yang juga sudah pernah dimintai keterangan.

 

“Pemeriksaan para saksi yang dihadirkan atas petunjuk jaksa peneliti untuk tambahan keterangan,” ucapnya.

 

Tambahan keterangan yang diperlukan tim penyidik kata Semara Putra, menyangkut apakah ada perintah dari Mas Sumatri terkait pengadaan masker di tahun 2020 lalu itu.

 

“Buk Mas (Mas Sumatri) membenarkan ada penunjukan pengadaan masker dengan memberikan disposisi kepada bawahannya,” kata Semara Putra.

 

Disinggung pemanggilan Ketua Bawaslu dan Ketua KPU Karangasem, Jaksa asal Bangli ini membeberkan, bahwa pemanggilan tersebut untuk menggali informasi adanya pendistribusian masker saat masa kampanye Pilkada 2020 lalu.

Baca Juga:  Jualan Sabhu di Bungkus Marimas, Sopir Dituntut 5 Tahun

 

“Kami minta keterangan dan data. Kapan tahapan Pilkada, kapan masa kampanye, masa tenang dan sampai pemungutan suara. Karena pendistribusian masker ini saat tahapan Pilkada yakni masa kampanye. Kami ada bukti dari masyarakat yang menerima,” bebernya.

 

Disinggung apakah akan ada potensi penambanan tersangka, Semara Putra mengaku belum.

 

Namun seolah memberi sinyal, nantinya dari hasil pendalaman yang didapat tim penyidik akan didiskusikan lagi dengan penyidik dan jaksa peneliti yang sudah meneliti berkas perkara.

 

“Belum ada. Tapi nanti dari keterangan ini akan didiskusikan lagi dengan tim,” jelas Semara Putra.

 

Disinggung apakah nilai kerugian korupsi pengadaan masker yang dilakukan BPKP sudah keluar, Semara Putra menegaskan hingga saat ini nilai kerugian dari pengadaan masker scuba dengan anggaran Rp 2,9 miliar ini belum keluar. “BPKP masih menghitung,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/