alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Residivis Spesialis Rumah Kost Ditangkap Lagi Saat Beraksi di Buleleng

SINGARAJA – Residivis spesialis bobol rumah kost, Gede Sakti Adi Suryana Putra, 18, warga Kelurahan Banjar Tegal, rupanya belum kapok dipenjara.

Meski baru saja bebas dari Lapas Kerobokan, ia kembali membobol rumah kost yang ada di Buleleng. Hasilnya, dia pun harus berurusan kembali dengan polisi.

Tersangka Adi diketahui sempat membobol sejumlah rumah kost di Denpasar pada tahun 2020 lalu. Saat itu ia dihukum setahun penjara. Setelah bebas, dia memilih pulang kampung ke Buleleng. Di kampung halamannya ia kembali berulah.

Sepanjang bulan Desember hingga Januari, tersangka diketahui telah membobol 6 buah rumah kost di seantero Buleleng.

Di rumah kost tersebut, tersangka kerap menggondol latop, televisi, serta ponsel. Apabila nihil barang elektronik, barang yang masih memiliki nilai jual seperti tabung gas juga dibawa kabur.

Baca Juga:  Hakim Agung MA Minta Para Hakim PN Denpasar Hati-Hati Bermedsos

Selain itu dia juga sempat membobol SMA Dwijendra. Di sekolah itu ia mencuri proyektor, laptop, serta beberapa barang elektronik di ruang guru.

“Tersangka ini biasanya membobol pintu. Kadang dia juga membobol jendela. Begitu masuk, dia langsung mengincar barang elektronik. Paling sering yang diincar itu laptop. Terhadap tersangka kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, ” kata Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Rabu (12/1).

Andrian menyatakan tersangka merupakan seorang residivis yang spesialis mengincar rumah kost. Aksi serupa pernah dilakukan di Denpasar pada tahun 2020 lalu. Biasanya tersangka melancarkan aksinya pada siang hari atau sore hari. Saat rumah kost dalam kondisi kosong.

Baca Juga:  Jadi Kurir Sabu di Lapas, Napi Perempuan Paro Baya Dituntut 6 Tahun

Pihak kepolisian pun meminta agar pemilik rumah kost meningkatkan keamanan. Seperti memasang terali jendela, dan kamera CCTV di dalam rumah kost maupun di luar rumah kost.

“Kami juga akan meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Baik itu dari Bhabinkamtibmas maupun Sabhara. Kalau ada aktivitas yang mencurigkan, tentu akan kami tindaklanjuti,” tukasnya.

- Advertisement -

- Advertisement -

SINGARAJA – Residivis spesialis bobol rumah kost, Gede Sakti Adi Suryana Putra, 18, warga Kelurahan Banjar Tegal, rupanya belum kapok dipenjara.

Meski baru saja bebas dari Lapas Kerobokan, ia kembali membobol rumah kost yang ada di Buleleng. Hasilnya, dia pun harus berurusan kembali dengan polisi.

Tersangka Adi diketahui sempat membobol sejumlah rumah kost di Denpasar pada tahun 2020 lalu. Saat itu ia dihukum setahun penjara. Setelah bebas, dia memilih pulang kampung ke Buleleng. Di kampung halamannya ia kembali berulah.


Sepanjang bulan Desember hingga Januari, tersangka diketahui telah membobol 6 buah rumah kost di seantero Buleleng.

Di rumah kost tersebut, tersangka kerap menggondol latop, televisi, serta ponsel. Apabila nihil barang elektronik, barang yang masih memiliki nilai jual seperti tabung gas juga dibawa kabur.

Baca Juga:  Ribut di Meja Judi, Tiga Luka, Satu Kena Sabetan Badik

Selain itu dia juga sempat membobol SMA Dwijendra. Di sekolah itu ia mencuri proyektor, laptop, serta beberapa barang elektronik di ruang guru.

“Tersangka ini biasanya membobol pintu. Kadang dia juga membobol jendela. Begitu masuk, dia langsung mengincar barang elektronik. Paling sering yang diincar itu laptop. Terhadap tersangka kami kenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara, ” kata Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Rabu (12/1).

Andrian menyatakan tersangka merupakan seorang residivis yang spesialis mengincar rumah kost. Aksi serupa pernah dilakukan di Denpasar pada tahun 2020 lalu. Biasanya tersangka melancarkan aksinya pada siang hari atau sore hari. Saat rumah kost dalam kondisi kosong.

Baca Juga:  Pencuri Motor Terekam CCTV

Pihak kepolisian pun meminta agar pemilik rumah kost meningkatkan keamanan. Seperti memasang terali jendela, dan kamera CCTV di dalam rumah kost maupun di luar rumah kost.

“Kami juga akan meningkatkan patroli di lokasi-lokasi yang dianggap rawan. Baik itu dari Bhabinkamtibmas maupun Sabhara. Kalau ada aktivitas yang mencurigkan, tentu akan kami tindaklanjuti,” tukasnya.

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/