alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, May 18, 2022

Ternyata Pelaku dan Korban Pembacokan di Kuta Sempat Kumpul Kebo

Abdul Rahman Saleh dan Fitria, pelaku dan korban pembacokan di Kuta ini ternyata sudah menjalin hubungan asmara cukup lama. Mereka bahkan lama kumpul kebo di kos. 

MARSELL PAMPUR, Kuta

KASUS pembacokan yang dilakukan oleh Abdul Rahman Saleh, 32 asal Lembata, NTT kepada pacarnya Fitria, 41 diduga bermotif cemburu. Abdul Rahman juga tidak terima dengan keputusan Fitria yang ingin mengakhiri hubungan. 

 

Puncaknya pada Selasa (11/1/2022), di kosan pelaku di Jalan Sadasari Gang Jepun, Kuta, Badung, Selasa (11/1/2022). Itu bermula saat pelaku meminta korban untuk datang ke kosannya membahas kelangsungan hubungan asmara mereka. Namun, saat korban datang, pelaku kaget karena korban datang bersama dua orang pria berbadan besar, termasuk korban Viktor. 

 

“Pelaku akhirnya kaget karena kawan yang diajak oleh pacarnya tersebut adalah 2 laki-laki yang berperawakan besar,” jelas Kapolsek Kuta, Kompol Orpa Takalapeta.

Pelaku kemudian mengambil pisau golok yang dia simpan di belakang pintu kamar, langsung berdiri mendekati pacarnya. Namun pacarnya tersebut keburu kabur ke areal kos tetangga.

“Namun saat posisi di lorong kos pelaku, pacarnya tersebut dia tebas dari belakang dengan golok dan mengenai kepala belakang dan mengeluarkan darah,” beber Kompol Orpa.

Baca Juga:  Emak-emak Korban Arisan Online Lapor OJK, Fakta Baru Terungkap

 

Saat itu, korban masih bisa kabur ke kos tetangga. Saat akan masuk kamar kos tetangga, pelaku kembali mengayunkan goloknya ke arah korban hingtlga mengenai kepala belakang korban kedua kalinya.

Melihat hal itu, teman korban bernama Viktor berusaha melerai. Namun, merasa Viktor ikut campur, pelaku Abdul juga ikut membacok Viktor di bagian kepala belakang hingga mengalami luka terbuka.

 

Di sisi lain, korban Fitria bersembunyi di kamar kos tetangga korban. Dia lalu berteriak meminta pelaku untuk menghentikan aksinya.

“Mendengar korban Fitria berteriak agar pelaku berhenti, pelaku kemudian menaruh pisau goloknya di teras kos tetangga. Dia kemudian langsung membonceng korban Fitria ke rumah sakit Murni Teguh untuk berobat. Kemudian diikuti oleh korban Viktor,” tambah Kompol Orpa.

 

Saat itu jugalah, polisi yang telah mendapatkan laporan terkait peristiwa itu langsung menangkap pelaku. Diamankan juga sebilah golok yang dipakai pelaku saat melakukan aksinya. “Saat ini kedua korban masih berobat. Mereka mengalami luka-luka di bagian kepala belakang dan jari-jari tangan akibat tebasan golok pelaku. Kami masih dalami kasus ini,” jelas perwira dengan melati dua di pundak ini.

Baca Juga:  Dilantik Advokat Tanpa Izin KAI Bali, Suardana: Jangan Rusak Tatanan

Kapolsek Kuta, Kompol Orpa Takalapeta mengatakan bahwa, berdasarkan keterangan pelaku, korban Fitria adalah pacarnya. Awal perkenalan keduanya bermula dari media sosial Facebook.

“Awalnya kenal di medsos facebook. Mereka pacaran sejak 4 tahun yang lalu. Namun hubungan asmara mereka renggang sejak November 2021,” katanya, Rabu (12/1/2022).

 

Saat itu, keduanya sempat tinggal bersama di satu kamar kos. Alias kumpul kebo, yakni hubungan tanpa perkawinan.

Namun di akhir tahun 2021, saat korban baru saja pulang dari kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, korban memutuskan untuk tidak tinggal sekamar lagi dengan pelaku. Fitria memutuskan untuk tinggal di kosan berbeda di daerah Nyangnyang Sari, Kuta. 

 

“Pelaku juga menambahkan bahwa korban Fitria pernah mengaku bahwa dia punya pacar lagi di Jember. Sebelum penganiayaan itu, keduanya sering terlibat cekcok.

- Advertisement -
- Advertisement -

Abdul Rahman Saleh dan Fitria, pelaku dan korban pembacokan di Kuta ini ternyata sudah menjalin hubungan asmara cukup lama. Mereka bahkan lama kumpul kebo di kos. 

MARSELL PAMPUR, Kuta


KASUS pembacokan yang dilakukan oleh Abdul Rahman Saleh, 32 asal Lembata, NTT kepada pacarnya Fitria, 41 diduga bermotif cemburu. Abdul Rahman juga tidak terima dengan keputusan Fitria yang ingin mengakhiri hubungan. 

 

Puncaknya pada Selasa (11/1/2022), di kosan pelaku di Jalan Sadasari Gang Jepun, Kuta, Badung, Selasa (11/1/2022). Itu bermula saat pelaku meminta korban untuk datang ke kosannya membahas kelangsungan hubungan asmara mereka. Namun, saat korban datang, pelaku kaget karena korban datang bersama dua orang pria berbadan besar, termasuk korban Viktor. 

 

“Pelaku akhirnya kaget karena kawan yang diajak oleh pacarnya tersebut adalah 2 laki-laki yang berperawakan besar,” jelas Kapolsek Kuta, Kompol Orpa Takalapeta.

Pelaku kemudian mengambil pisau golok yang dia simpan di belakang pintu kamar, langsung berdiri mendekati pacarnya. Namun pacarnya tersebut keburu kabur ke areal kos tetangga.

“Namun saat posisi di lorong kos pelaku, pacarnya tersebut dia tebas dari belakang dengan golok dan mengenai kepala belakang dan mengeluarkan darah,” beber Kompol Orpa.

Baca Juga:  Polsek Kuta Ungkap Fakta Pelaku Berhenti Membacok usai Korban Teriak

 

Saat itu, korban masih bisa kabur ke kos tetangga. Saat akan masuk kamar kos tetangga, pelaku kembali mengayunkan goloknya ke arah korban hingtlga mengenai kepala belakang korban kedua kalinya.

Melihat hal itu, teman korban bernama Viktor berusaha melerai. Namun, merasa Viktor ikut campur, pelaku Abdul juga ikut membacok Viktor di bagian kepala belakang hingga mengalami luka terbuka.

 

Di sisi lain, korban Fitria bersembunyi di kamar kos tetangga korban. Dia lalu berteriak meminta pelaku untuk menghentikan aksinya.

“Mendengar korban Fitria berteriak agar pelaku berhenti, pelaku kemudian menaruh pisau goloknya di teras kos tetangga. Dia kemudian langsung membonceng korban Fitria ke rumah sakit Murni Teguh untuk berobat. Kemudian diikuti oleh korban Viktor,” tambah Kompol Orpa.

 

Saat itu jugalah, polisi yang telah mendapatkan laporan terkait peristiwa itu langsung menangkap pelaku. Diamankan juga sebilah golok yang dipakai pelaku saat melakukan aksinya. “Saat ini kedua korban masih berobat. Mereka mengalami luka-luka di bagian kepala belakang dan jari-jari tangan akibat tebasan golok pelaku. Kami masih dalami kasus ini,” jelas perwira dengan melati dua di pundak ini.

Baca Juga:  Dituntut 6 Tahun Karena Narkoba, Bule Prancis Langsung Lunglai

Kapolsek Kuta, Kompol Orpa Takalapeta mengatakan bahwa, berdasarkan keterangan pelaku, korban Fitria adalah pacarnya. Awal perkenalan keduanya bermula dari media sosial Facebook.

“Awalnya kenal di medsos facebook. Mereka pacaran sejak 4 tahun yang lalu. Namun hubungan asmara mereka renggang sejak November 2021,” katanya, Rabu (12/1/2022).

 

Saat itu, keduanya sempat tinggal bersama di satu kamar kos. Alias kumpul kebo, yakni hubungan tanpa perkawinan.

Namun di akhir tahun 2021, saat korban baru saja pulang dari kampung halamannya di Jember, Jawa Timur, korban memutuskan untuk tidak tinggal sekamar lagi dengan pelaku. Fitria memutuskan untuk tinggal di kosan berbeda di daerah Nyangnyang Sari, Kuta. 

 

“Pelaku juga menambahkan bahwa korban Fitria pernah mengaku bahwa dia punya pacar lagi di Jember. Sebelum penganiayaan itu, keduanya sering terlibat cekcok.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/