alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Sebelum Tewas, Kerabat Artis Darius Sinathrya Berperilaku Aneh

UBUD – Kematian tidak wajar menimpa warga Switzerland Brunett Martina Wardany. Kerabat artis nasional Darius Sinathrya ini ditemukan tewas telentang di Tukad Wos, Desa Kedewatan, Ubud.

Yang menarik, berdasar keterangan sejumlah saksi, korban menunjukkan perilaku aneh sebelum ditemukan tewas di sungai.

 “Menurut saksi, selama menginap di hotel perilakunya menunjukan sedikit ada keanehan,” ujar Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita.

Menurut Kompol Raka mengutip saksi, korban Martina ini sempat terlihat seperti kebingungan sebelum musibah datang.

“Beberapa saksi melihat korban ini sedikit linglung. Banyak yang heran, kenapa korban main sampai ke bet-bet (semak-semak, red),” terang Kompol Raka.

Keanehan terhadap Martina ini mulai terlihat sejak Jumat lalu (9/2). Semestinya, Jumat lalu korban Martina sudah harus check out dari tempat dia menginap di hotel bilangan Ubud itu.

Baca Juga:  Pulang Karaoke, Payudara Pengusaha Laundry Diremas Pria Misterius

Pihak hotel sendiri telah berupaya mencari. Di hotel, barang-barang Martina masih ada, itu menandakan Martina masih ada di Bali.

Bahkan, keluarganya, Darius Sinathrya yang merupakan artis nasional sempat mengontak Martina. Lantaran tidak ada jawaban, Darius mencoba mengontak pihak hotel.

Setelah sempat dicari, akhirnya kasus kematian Martina pun mengerucut ketika ada warga yang melihat korban telentang di sungai Wos.

Mendapat informasi itu, Darius bertolak dari Jakarta ke Bali untuk mencari Martina. Bersama petugas kepolisian, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar melangsungkan pencarian terhadap jasad korban.

“Darius ikut bersama menunggu proses evakuasi,” jelasnya. Selama evakuasi berlangsung, posisi sungai berada di bawah jurang.

Baca Juga:  Kepleset, Warga Asing Kerabat Artis Darius Sinathrya Tewas di Sungai

Akses menuju lokasi pun sulit sehingga petugas harus memanjat tebing, lalu mengerek jasad Martina.  “Medannya sulit sekali, curam. Kami terima informasi sore, baru bisa dievakuasi jam sebelas malam,” jelas Kompol Raka.

Kini jasad Martina telah dibawa ke RS Sanglah untuk dilakukan proses otopsi. “Untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” tukasnya.



UBUD – Kematian tidak wajar menimpa warga Switzerland Brunett Martina Wardany. Kerabat artis nasional Darius Sinathrya ini ditemukan tewas telentang di Tukad Wos, Desa Kedewatan, Ubud.

Yang menarik, berdasar keterangan sejumlah saksi, korban menunjukkan perilaku aneh sebelum ditemukan tewas di sungai.

 “Menurut saksi, selama menginap di hotel perilakunya menunjukan sedikit ada keanehan,” ujar Kapolsek Ubud Kompol Raka Sugita.

Menurut Kompol Raka mengutip saksi, korban Martina ini sempat terlihat seperti kebingungan sebelum musibah datang.

“Beberapa saksi melihat korban ini sedikit linglung. Banyak yang heran, kenapa korban main sampai ke bet-bet (semak-semak, red),” terang Kompol Raka.

Keanehan terhadap Martina ini mulai terlihat sejak Jumat lalu (9/2). Semestinya, Jumat lalu korban Martina sudah harus check out dari tempat dia menginap di hotel bilangan Ubud itu.

Baca Juga:  Kepleset, Warga Asing Kerabat Artis Darius Sinathrya Tewas di Sungai

Pihak hotel sendiri telah berupaya mencari. Di hotel, barang-barang Martina masih ada, itu menandakan Martina masih ada di Bali.

Bahkan, keluarganya, Darius Sinathrya yang merupakan artis nasional sempat mengontak Martina. Lantaran tidak ada jawaban, Darius mencoba mengontak pihak hotel.

Setelah sempat dicari, akhirnya kasus kematian Martina pun mengerucut ketika ada warga yang melihat korban telentang di sungai Wos.

Mendapat informasi itu, Darius bertolak dari Jakarta ke Bali untuk mencari Martina. Bersama petugas kepolisian, TNI dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar melangsungkan pencarian terhadap jasad korban.

“Darius ikut bersama menunggu proses evakuasi,” jelasnya. Selama evakuasi berlangsung, posisi sungai berada di bawah jurang.

Baca Juga:  Periksa 20 Jaksa, Hasil Penyelidikan Hingga Sanksi Ditelaah Kejagung

Akses menuju lokasi pun sulit sehingga petugas harus memanjat tebing, lalu mengerek jasad Martina.  “Medannya sulit sekali, curam. Kami terima informasi sore, baru bisa dievakuasi jam sebelas malam,” jelas Kompol Raka.

Kini jasad Martina telah dibawa ke RS Sanglah untuk dilakukan proses otopsi. “Untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” tukasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/