alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Sakit Mata Menahun dan Tak Sembuh, Warga Kintamani Tewas Gantung Diri

BANGLI – Diduga karena  menderita sakit mata menahun dan tak kunjung sembuh, seorang warga di Banjar Wanagiri, Desa/Kecamatan Kintamani, Bangli, I Ketut Runtun, 75, Rabu (12/2) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri

 

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menjelaskan, hingga terungkapnya kasus bunuh diri yang dilakukan korban, berawal dari kesaksian adik korban Ketut Latra dan keponakannya, Komang Suantika, pada Rabu pukul 12.30.

 

“Saksi datang ke rumah korban dengan maksud membawakan makanan. Namun baru akan memasuki pekarangan rumah korban, saksi curiga melihat pintu dapur korban dalam keadaan terbuka,” ujar Sulhad.

 

Adik korban sempat memanggil korban, namun tidak ada menyahut.

Baca Juga:  Tamu Check Out, Tiga Unit Vila Keraton Terbakar, Pemicu Misterius

 

 “Kemudian saksi mengecek ke dapur milik korban dan kaget melihat korban sudah tergantung di plafon dapur menggunakan seutas tali plastik warna biru,” jelasnya.

 

Tubuh korban sempat dicek dan diturunkan. “Sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

 

Kejadian itupun dilaporkan ke Polsek Kintamani pada pukul 13.00 untuk proses selanjutnya.

 

Menerima informasi itu, Kanit Reskrim Polsek Kintamani, Iptu Somada bersama Panit II Intel, Aiptu Nyoman Wisin, beserta anggota Opsnal Polsek dan Bhabinkamtibmas, Bripka I Nyoman Putra mendatangi lokasi kejadian. Petugas mengecek jasad korban bersama petugas medis. Tak ditemukan tanda kekerasan.

 

Polisi juga meminta keterangan kerabat. “Motif, sakit menahun, berupa rabun yang tidak kunjung sembuh,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Ngenes, Belum Ada yang Ngakui Jasad Pria Bertato Bunga Itu Keluarganya


BANGLI – Diduga karena  menderita sakit mata menahun dan tak kunjung sembuh, seorang warga di Banjar Wanagiri, Desa/Kecamatan Kintamani, Bangli, I Ketut Runtun, 75, Rabu (12/2) nekat mengakhiri hidup dengan gantung diri

 

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi, menjelaskan, hingga terungkapnya kasus bunuh diri yang dilakukan korban, berawal dari kesaksian adik korban Ketut Latra dan keponakannya, Komang Suantika, pada Rabu pukul 12.30.

 

“Saksi datang ke rumah korban dengan maksud membawakan makanan. Namun baru akan memasuki pekarangan rumah korban, saksi curiga melihat pintu dapur korban dalam keadaan terbuka,” ujar Sulhad.

 

Adik korban sempat memanggil korban, namun tidak ada menyahut.

Baca Juga:  Gara-Gara Masalah Asmara, Pelajar SMA Tewas Gantung Diri

 

 “Kemudian saksi mengecek ke dapur milik korban dan kaget melihat korban sudah tergantung di plafon dapur menggunakan seutas tali plastik warna biru,” jelasnya.

 

Tubuh korban sempat dicek dan diturunkan. “Sudah dalam keadaan meninggal dunia,” jelasnya.

 

Kejadian itupun dilaporkan ke Polsek Kintamani pada pukul 13.00 untuk proses selanjutnya.

 

Menerima informasi itu, Kanit Reskrim Polsek Kintamani, Iptu Somada bersama Panit II Intel, Aiptu Nyoman Wisin, beserta anggota Opsnal Polsek dan Bhabinkamtibmas, Bripka I Nyoman Putra mendatangi lokasi kejadian. Petugas mengecek jasad korban bersama petugas medis. Tak ditemukan tanda kekerasan.

 

Polisi juga meminta keterangan kerabat. “Motif, sakit menahun, berupa rabun yang tidak kunjung sembuh,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Berani Tolak Pekerja Migran, AKBP Mario: Ada Yang Jual Kami Borong

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/