alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Rampas Mobil Debitur, Debt Collector dan BCA Finance Dipolisikan

DENPASAR- Aksi brutal sekelompok debt collector bersama pihak Finance merampas mobil Suzuki Ertiga bernopol DK 1990 OS berbuntut panjang. Perampasan mobil yang berlangsung di Asoka City Bali Hotel, Jalan Kubu Anyar Nomor. 40, pada Rabu (2/1) lalu sekitar pukul 19.30 itu akhirnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Jumat (11/2).

Syaiful Bachri didampingi kuasa humum Yanuarius Nahak, Antonius Bria, dan Dariud Rolan Lajar, resmi membuat laporan di Mapolda Bali. Antonius Bria mengatakan apa yang dilakuakeh BCA Finance Jalan Sunset Road No.88 B, Kuta, Badung, dan pihak ke III  PT. Gigih Artha Sejahtra di Jalan Tukat Pakerisan No. 68, Denpasar sangat menyalahi aturan.

Dijelaskan, intinya Putusan MK No.2/PUU-XIX/2021 memberi penegasan terkait eksekusi jaminan fidusia. Yakni bisa diajukan ke pengadilan negeri oleh debitur yang bersifat alternatif. Yang mana apabila kesepakatan wanprestasi tidak dicapai dan tidak ada penyerahan sukarela objek jaminan fidusia oleh debitur, maka pilihan eksekusinya tidak boleh dilakukan sendiri oleh kreditur, tapi minta bantuan pengadilan negeri untuk melakukan eksekusi.   

Tentunya, pengajuan ke pengadilan bukan dengan mengajukan gugatan, tetapi bentuknya permohonan eksekusi dengan penetapan pengadilan. “Jadi klien kami ini (Saiful) diperdata oleh atas nama Virgilio Nugroho Wijayanto. Buktinya jelas, ada surat kuasanya jadi jangan salah,” timpalnya.

Pihaknya berharap pihak terlapor yakni dua orang dari internal BCA Finance, Ramlan dan Emi segera dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk sejumlah Debt Collector juga dipanggil.

” Debt Collector banyak, tapi klian kami hanya kenal beberapa. Di antaranya I Wayan Sudarma Yasa alias Bakluk, Kris, Lopenk, dan Yusef. Nanti diperiksa barulah mereka sebut siapa-siapa lagi yang ikut,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Virgilio Nugroho Wijayanto membenarkan ketika dikonfirmasi via telapon.

Diuraikannya, akibat adanya penetapan status pandemi oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang merupakan bencana skala besar sehingga berdampak pada penghasilan sebagai sopir sekaligus guide. Termasuk kelancaran pembayaran angsuran ke PT. BCA Finance.

Adanya informasi dari pihak collector PT. BCA Finance pada bulan November 2020 dan bulan Febuari 2021 bahwa, ia tidak bisa lagi melakukan pembayaran melalui ATM atau mengurus ke kantor cabang terdekat karena keterlambatan angsuran, maka nomor kontrak dibekukan. Sehingga ia diminta menyerahkan unit atau melakukan pelunasan hanya di kantor PT. BCA Finance Bali sesuai tempat perjanjian kredit.

 

“Terus terang, kondisi fisik saya tidak baik atau tidak sehat. Saya menderita sciatica pada punggung bawah tidak memungkinkan saya melakukan perjalanan keluar kota dalam kondisi menyetir dan duduk lama dalam perjalanan darat,” timpalnya.

Dikonfirmasi terpisah, wakil ketua BCA Finance Emi Praye melalui rekannya Rahman menyatakan bahwa mobil Ertiga yang dimaksud masuk dalam kerugian pengrusahaan dan itu WO. Setahunya, unit itu dipakai pihak ketiga dan bertatus tergadai atau pindah tangan. Disinggung terkait apa bukti bahwa mobil telah pinda tangan? Ia mengaku bahwa ada bukti rekaman saat melakukan penarikan.

Oleh sebab itu, penarikan unit yang dilakukan menurutnya sudah sesuai prosedur. Walapun tidak ada laporan polisi, pihaknya meminta bantuan dari aparat Polsek Kuta dan Polda Bali membantu untuk memediasi karena unit diduga ingin dibakar. “Kami tidak melakukan penarikan secara paksa. Kita komunikasi secara baik-baik. Dia tidak punya hak untuk lapor Polisi juga,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsih membenarkan terkait laporan tersebut. Ia membenarkan bahwa perlapor telah di BAP. Nantinya, pihak reskrim akan memanggil pihak terlapor untuk memintai klarifikasi. “Ya sudah lapor, kalau sudah ada perkembangan, saya akan kabari ke rekan media,” singkatnya.



DENPASAR- Aksi brutal sekelompok debt collector bersama pihak Finance merampas mobil Suzuki Ertiga bernopol DK 1990 OS berbuntut panjang. Perampasan mobil yang berlangsung di Asoka City Bali Hotel, Jalan Kubu Anyar Nomor. 40, pada Rabu (2/1) lalu sekitar pukul 19.30 itu akhirnya dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Bali, Jumat (11/2).

Syaiful Bachri didampingi kuasa humum Yanuarius Nahak, Antonius Bria, dan Dariud Rolan Lajar, resmi membuat laporan di Mapolda Bali. Antonius Bria mengatakan apa yang dilakuakeh BCA Finance Jalan Sunset Road No.88 B, Kuta, Badung, dan pihak ke III  PT. Gigih Artha Sejahtra di Jalan Tukat Pakerisan No. 68, Denpasar sangat menyalahi aturan.

Dijelaskan, intinya Putusan MK No.2/PUU-XIX/2021 memberi penegasan terkait eksekusi jaminan fidusia. Yakni bisa diajukan ke pengadilan negeri oleh debitur yang bersifat alternatif. Yang mana apabila kesepakatan wanprestasi tidak dicapai dan tidak ada penyerahan sukarela objek jaminan fidusia oleh debitur, maka pilihan eksekusinya tidak boleh dilakukan sendiri oleh kreditur, tapi minta bantuan pengadilan negeri untuk melakukan eksekusi.   

Tentunya, pengajuan ke pengadilan bukan dengan mengajukan gugatan, tetapi bentuknya permohonan eksekusi dengan penetapan pengadilan. “Jadi klien kami ini (Saiful) diperdata oleh atas nama Virgilio Nugroho Wijayanto. Buktinya jelas, ada surat kuasanya jadi jangan salah,” timpalnya.

Pihaknya berharap pihak terlapor yakni dua orang dari internal BCA Finance, Ramlan dan Emi segera dipanggil untuk dimintai keterangan. Termasuk sejumlah Debt Collector juga dipanggil.

” Debt Collector banyak, tapi klian kami hanya kenal beberapa. Di antaranya I Wayan Sudarma Yasa alias Bakluk, Kris, Lopenk, dan Yusef. Nanti diperiksa barulah mereka sebut siapa-siapa lagi yang ikut,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Virgilio Nugroho Wijayanto membenarkan ketika dikonfirmasi via telapon.

Diuraikannya, akibat adanya penetapan status pandemi oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang merupakan bencana skala besar sehingga berdampak pada penghasilan sebagai sopir sekaligus guide. Termasuk kelancaran pembayaran angsuran ke PT. BCA Finance.

Adanya informasi dari pihak collector PT. BCA Finance pada bulan November 2020 dan bulan Febuari 2021 bahwa, ia tidak bisa lagi melakukan pembayaran melalui ATM atau mengurus ke kantor cabang terdekat karena keterlambatan angsuran, maka nomor kontrak dibekukan. Sehingga ia diminta menyerahkan unit atau melakukan pelunasan hanya di kantor PT. BCA Finance Bali sesuai tempat perjanjian kredit.

 

“Terus terang, kondisi fisik saya tidak baik atau tidak sehat. Saya menderita sciatica pada punggung bawah tidak memungkinkan saya melakukan perjalanan keluar kota dalam kondisi menyetir dan duduk lama dalam perjalanan darat,” timpalnya.

Dikonfirmasi terpisah, wakil ketua BCA Finance Emi Praye melalui rekannya Rahman menyatakan bahwa mobil Ertiga yang dimaksud masuk dalam kerugian pengrusahaan dan itu WO. Setahunya, unit itu dipakai pihak ketiga dan bertatus tergadai atau pindah tangan. Disinggung terkait apa bukti bahwa mobil telah pinda tangan? Ia mengaku bahwa ada bukti rekaman saat melakukan penarikan.

Oleh sebab itu, penarikan unit yang dilakukan menurutnya sudah sesuai prosedur. Walapun tidak ada laporan polisi, pihaknya meminta bantuan dari aparat Polsek Kuta dan Polda Bali membantu untuk memediasi karena unit diduga ingin dibakar. “Kami tidak melakukan penarikan secara paksa. Kita komunikasi secara baik-baik. Dia tidak punya hak untuk lapor Polisi juga,” tutupnya.

Dikonfirmasi terpisah, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsih membenarkan terkait laporan tersebut. Ia membenarkan bahwa perlapor telah di BAP. Nantinya, pihak reskrim akan memanggil pihak terlapor untuk memintai klarifikasi. “Ya sudah lapor, kalau sudah ada perkembangan, saya akan kabari ke rekan media,” singkatnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/