alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 20, 2022

Tak Kapok Dipenjara 7 Tahun, Teguh Berulah Lagi dan Dituntut 11 Tahun

DENPASAR – Tahun 2015 lalu terdakwa Teguh Santoso pernah diganjar pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara. Namun, hukuman itu tak membuat Teguh jera alias kapok. Dia kembali berulah. Tak pelak, kini ia dituntut hukuman 11 tahun penjara.

 

Pria 42 tahun itu kembali beraksi mengedarkan narkotika. Bahkan, kali ini jumlah dan jenisnya lebih banyak. Dia mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.

Total ada 25 paket narkotika jenis ekstasi dengan jumlah 117 butir tablet dan 1 pecahan tablet dengan berat bersih 47,1 gram.

 

Terdakwa asal Malang, Jawa Timur, itu juga menguasai enam paket sabu dengan berat bersih 59,02 gram, sehingga total keseluruhan narkotika tersebut adalah 100,12 gram. Fakta sebagai residivis itu membuat JPU Widyaningsih mengajukan tuntutan di atas sepuluh tahun.

Baca Juga:  Selain Beli HP, Tsk Upal juga Belanjakan Uang Palsu ke Warung Kecil

 

“Kami mengajukan tuntutan sebelas tahun penjara kepada terdakwa Teguh Santoso. Salah satu pertimbangan memberatkan karena terdakwa pernah dihukum sebelumnya,” ujar JPU Widya dikonfirmasi kemarin (12/2).

 

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Selain menuntut pidana penjara selama sebelas tahun, JPU juga menuntut pidana denda Rp 1 miliar.

 

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama enam bulan,” tandas JPU Widya.

 

Dijelaskan JPU, terdakwa Teguh Santoso mendapat perintah dari seseorang untuk mengambil ekstasi di sekitar Jalan Jaya Giri Denpasar untuk dibawa ke kos terdakwa di Jalan Ceningan Sari IV, Sesetan, Denpasar Selatan.

 

Sehari kemudian pukul 22.00, terdakwa kembali mengambil 100 butir ekstasi dan 100 gram ekstasi di Jalan Gelogor Carik. Terdakwa kemudian mengemas ulang sabu dan ekstasi untuk ditempel di tempat-tempat sesuai arahan bandar.

Baca Juga:  Beh, Ditanya Kasus Polisi Peras Turis, Pejabat Polda Bali "Sakit Gigi"

 

Pada 1-4 Oktober 2021 , terdakwa menempelkan puluhan paket ekstasi dan sabu-sabu di sejumlah tempat di Denpasar. Pada 5 Oktober 2021 menjelang subuh, akhirnya terdakwa ditangkap polisi di Jalan Pulau Bungin.

 

Terdakwa yang mengendarai mobil mencoba melarikan diri sambil membuang paket narkotika yang dibawanya. Tapi polisi langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil menangkap terdakwa.

Polisi kemudian membawa terdakwa ke rumah kosnya. Polisi menemukan beragam paket berisi esktasi. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Kota Denpasar. 



DENPASAR – Tahun 2015 lalu terdakwa Teguh Santoso pernah diganjar pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara. Namun, hukuman itu tak membuat Teguh jera alias kapok. Dia kembali berulah. Tak pelak, kini ia dituntut hukuman 11 tahun penjara.

 

Pria 42 tahun itu kembali beraksi mengedarkan narkotika. Bahkan, kali ini jumlah dan jenisnya lebih banyak. Dia mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.

Total ada 25 paket narkotika jenis ekstasi dengan jumlah 117 butir tablet dan 1 pecahan tablet dengan berat bersih 47,1 gram.

 

Terdakwa asal Malang, Jawa Timur, itu juga menguasai enam paket sabu dengan berat bersih 59,02 gram, sehingga total keseluruhan narkotika tersebut adalah 100,12 gram. Fakta sebagai residivis itu membuat JPU Widyaningsih mengajukan tuntutan di atas sepuluh tahun.

Baca Juga:  Kembali Main Narkoba, Sopir Taksi Residivis Diganjar Enam Tahun

 

“Kami mengajukan tuntutan sebelas tahun penjara kepada terdakwa Teguh Santoso. Salah satu pertimbangan memberatkan karena terdakwa pernah dihukum sebelumnya,” ujar JPU Widya dikonfirmasi kemarin (12/2).

 

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Selain menuntut pidana penjara selama sebelas tahun, JPU juga menuntut pidana denda Rp 1 miliar.

 

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama enam bulan,” tandas JPU Widya.

 

Dijelaskan JPU, terdakwa Teguh Santoso mendapat perintah dari seseorang untuk mengambil ekstasi di sekitar Jalan Jaya Giri Denpasar untuk dibawa ke kos terdakwa di Jalan Ceningan Sari IV, Sesetan, Denpasar Selatan.

 

Sehari kemudian pukul 22.00, terdakwa kembali mengambil 100 butir ekstasi dan 100 gram ekstasi di Jalan Gelogor Carik. Terdakwa kemudian mengemas ulang sabu dan ekstasi untuk ditempel di tempat-tempat sesuai arahan bandar.

Baca Juga:  Tak Harmonis, Sebelum Tewas, Korban Ternyata Sudah Pisah Ranjang

 

Pada 1-4 Oktober 2021 , terdakwa menempelkan puluhan paket ekstasi dan sabu-sabu di sejumlah tempat di Denpasar. Pada 5 Oktober 2021 menjelang subuh, akhirnya terdakwa ditangkap polisi di Jalan Pulau Bungin.

 

Terdakwa yang mengendarai mobil mencoba melarikan diri sambil membuang paket narkotika yang dibawanya. Tapi polisi langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil menangkap terdakwa.

Polisi kemudian membawa terdakwa ke rumah kosnya. Polisi menemukan beragam paket berisi esktasi. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Kota Denpasar. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/