alexametrics
25.4 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Polisi Tetap Akan Proses Terduga Pelaku Penghinaan Bupati Gianyar

GIANYAR – Kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, dengan terlapor I Wayan Suwena tetap akan dilanjutkan.

 

Seperti dibenarkan Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Adnyana.

 

Dikonfirmasi, Kamis (12/3) ia menyatakan jika penyidik tetap akan memproses kasus ini.

 

 “Kasus tetap. Itu menunggu SPDP dikirim ke Kejaksaan (Kejari Gianyar),” ujar AKBP Adnyana.

 

Dijelaskan, berdasarkan aturan, SPDP dikeluarkan atasan dari penyidik dan ditembuskan kepada Kejaksaan Negeri.

 

Selain itu, atas kasus ini, Suwena sebagai terduga pelaku kata kapolres juga sempat dimintai keterangan oleh polisi.

 

Namun pria asal Desa Taro, Kecamatan Tegalalang itu tidak ditahan.

 

“Alasan kemanusiaan. Karena ada keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tak Ada Pesan Terakhir, Sekarwati Sebut Mendiang Tak Pernah Pakai Uang

 

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan pencemaran nama baik itu berlangsung saat Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak Februari lalu.

 

Di akun media sosial Facebook miliknya, Suwena sempat menuliskan status yang bernada mencemarkan bupati.

 

Postingan itu lantas dilaporkan ke Polres Gianyar. Namun postingan itu telah dihapus.

 

Sedangkan Suwena memposting permohonan maaf kepada bupati asal Kecamatan Payangan itu. 



GIANYAR – Kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Bupati Gianyar I Made Agus Mahayastra, dengan terlapor I Wayan Suwena tetap akan dilanjutkan.

 

Seperti dibenarkan Kapolres Gianyar, AKBP Dewa Adnyana.

 

Dikonfirmasi, Kamis (12/3) ia menyatakan jika penyidik tetap akan memproses kasus ini.

 

 “Kasus tetap. Itu menunggu SPDP dikirim ke Kejaksaan (Kejari Gianyar),” ujar AKBP Adnyana.

 

Dijelaskan, berdasarkan aturan, SPDP dikeluarkan atasan dari penyidik dan ditembuskan kepada Kejaksaan Negeri.

 

Selain itu, atas kasus ini, Suwena sebagai terduga pelaku kata kapolres juga sempat dimintai keterangan oleh polisi.

 

Namun pria asal Desa Taro, Kecamatan Tegalalang itu tidak ditahan.

 

“Alasan kemanusiaan. Karena ada keluarga,” imbuhnya.

Baca Juga:  Hindari Pohon Kelapa, Kepleset ke Got, Warga Tembuku Tewas Mengenaskan

 

Diketahui sebelumnya, kasus dugaan pencemaran nama baik itu berlangsung saat Pemilihan Perbekel (Pilkel) serentak Februari lalu.

 

Di akun media sosial Facebook miliknya, Suwena sempat menuliskan status yang bernada mencemarkan bupati.

 

Postingan itu lantas dilaporkan ke Polres Gianyar. Namun postingan itu telah dihapus.

 

Sedangkan Suwena memposting permohonan maaf kepada bupati asal Kecamatan Payangan itu. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/