alexametrics
26.5 C
Denpasar
Thursday, May 19, 2022

Toko Dibobol Maling, Korban Protes Petugas Pengaman Pasar Kreneng

DENPASAR- Dua toko sembako di lantai I Area Pasar Kreneng, di Jalan Kamboja, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu lalu (10/3) dibobol kawanan maling.

 

Akibat aksi pembobolan ini, dua toko, yakni masing-masing Toko Kamila miliki oleh I Wayan Kamiawan, 38, dan juga toko Sari Yasa milik Ni Ketut Ratep, 70, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

 

Kerugian puluhan juta itu, setelah puluhan slop rokok berbagai jenis yang ada di etalase tokonya raib dibawa kawanan maling.

 

Terkait aksi pencurian dengan modus bobol toko, kedua korban pun protes dan mempertanyakan kredibilitas penjaga keamanan yang ada di Pasar Kreneng.

 

Protes para korban, itu karena mereka kecewa dengan respon lambat dari petugas pengaman pasar.

Baca Juga:  Astungkara, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Bawah Pohon Perindang Membaik

 

Apalagi mereka mengaku sudah membayar uang keamanan secara rutin.

“Kami (Pedagang) di sini rutin bayar keamanan. Tetapi responnya lambat. Harapan kami pihak pengelola khususnya pihak pengaman pasar ikut bertanggung jawab atas kejadian ini,”tegasnya.

 

Terkait protes korban, Plt Kepala Pasar Kreneng, I Nengah Sudiarta saat dikonfirmasi mengaku kecolongan dengan kejadian pembobolan dua toko di pasar Kreneng.

 

Bahkan, kata Sudiarta, pihaknya tidak menyangka jika pintu di utara itu jadi akses masuknya maling. Apalagi dengan cara potong gembok.

 

“Ya kami kekurangan tenaga pengamanan dan kekurangan kamera CCTV,” dalihnya.

Nengah Sudiarta mengatakan di Pasar Kereneng hanya ada 10 petugas dengan 16 titik kamera CCTV.

 

“Sebenarnya semua bentuk kejahatan sudah kami antisipasi. Namun (kejadian) ini akan jadi evaluasi kami, dan kami akan berusaha terus berbenah. Ya kami kecolongan. Tidak menyangka pintu itu jadi akses masuknya maling. Apalagi dengan cara potong gembok,” aku Nengah Sudiarta.

Baca Juga:  Senjata TSK Penikam Istri Identik dengan Senjata Penikam Wiranto


Selanjutnya, dengan adanya kejadian ini, Nengah Sudiarta juga mengaku akan segera melakukan pertemuan dengan pimpinan dan menyampaikan terkait peristiwa tersebut.

 

“Untuk kedepannya selain meningkatkan kewaspadaan, kami juga meminta kepada para pedagang untuk memasang kamera CCTV sendiri. Tujuannya untuk membantu bila terjadi peristiwa kemalingan,”terangnya.

 

Sedangkan terkait kerugian yang dialami korban, selaku Plt Kepala Pasar Kreneng, Nengah Sudiarta menyatakan tidak akan memberikan ganti rugi.

 

“Kami tidak memberikan uang ganti rugi. Selaku pengelola pasar, kami hanya memfasilitasi untuk menghubungi kepolisian seandainya peristiwa tindak pidana terjadi,”tukasnya.

 

- Advertisement -

- Advertisement -

DENPASAR- Dua toko sembako di lantai I Area Pasar Kreneng, di Jalan Kamboja, Desa Dangin Puri Kangin, Kecamatan Denpasar Timur, Rabu lalu (10/3) dibobol kawanan maling.

 

Akibat aksi pembobolan ini, dua toko, yakni masing-masing Toko Kamila miliki oleh I Wayan Kamiawan, 38, dan juga toko Sari Yasa milik Ni Ketut Ratep, 70, mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.


 

Kerugian puluhan juta itu, setelah puluhan slop rokok berbagai jenis yang ada di etalase tokonya raib dibawa kawanan maling.

 

Terkait aksi pencurian dengan modus bobol toko, kedua korban pun protes dan mempertanyakan kredibilitas penjaga keamanan yang ada di Pasar Kreneng.

 

Protes para korban, itu karena mereka kecewa dengan respon lambat dari petugas pengaman pasar.

Baca Juga:  Astungkara, Bayi Laki-Laki Ditemukan di Bawah Pohon Perindang Membaik

 

Apalagi mereka mengaku sudah membayar uang keamanan secara rutin.

“Kami (Pedagang) di sini rutin bayar keamanan. Tetapi responnya lambat. Harapan kami pihak pengelola khususnya pihak pengaman pasar ikut bertanggung jawab atas kejadian ini,”tegasnya.

 

Terkait protes korban, Plt Kepala Pasar Kreneng, I Nengah Sudiarta saat dikonfirmasi mengaku kecolongan dengan kejadian pembobolan dua toko di pasar Kreneng.

 

Bahkan, kata Sudiarta, pihaknya tidak menyangka jika pintu di utara itu jadi akses masuknya maling. Apalagi dengan cara potong gembok.

 

“Ya kami kekurangan tenaga pengamanan dan kekurangan kamera CCTV,” dalihnya.

Nengah Sudiarta mengatakan di Pasar Kereneng hanya ada 10 petugas dengan 16 titik kamera CCTV.

 

“Sebenarnya semua bentuk kejahatan sudah kami antisipasi. Namun (kejadian) ini akan jadi evaluasi kami, dan kami akan berusaha terus berbenah. Ya kami kecolongan. Tidak menyangka pintu itu jadi akses masuknya maling. Apalagi dengan cara potong gembok,” aku Nengah Sudiarta.

Baca Juga:  Polisi Bikin Sayembara Cari Saksi Kunci Penyerangan Anggota Brimob


Selanjutnya, dengan adanya kejadian ini, Nengah Sudiarta juga mengaku akan segera melakukan pertemuan dengan pimpinan dan menyampaikan terkait peristiwa tersebut.

 

“Untuk kedepannya selain meningkatkan kewaspadaan, kami juga meminta kepada para pedagang untuk memasang kamera CCTV sendiri. Tujuannya untuk membantu bila terjadi peristiwa kemalingan,”terangnya.

 

Sedangkan terkait kerugian yang dialami korban, selaku Plt Kepala Pasar Kreneng, Nengah Sudiarta menyatakan tidak akan memberikan ganti rugi.

 

“Kami tidak memberikan uang ganti rugi. Selaku pengelola pasar, kami hanya memfasilitasi untuk menghubungi kepolisian seandainya peristiwa tindak pidana terjadi,”tukasnya.

 

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/