alexametrics
28.7 C
Denpasar
Tuesday, July 5, 2022

Pernah Dibawa ke RSJ Bangli, Polisi akan Tes Kejiwaan Anak Bunuh Ayah

SINGARAJA – Tindakan Ishak Jaelani, 52, yang membunuh ayah kandungnya sendiri, M. Selamat, 80, di Kampung Baru, Buleleng, Bali, masih menyisakan tanda tanya. Terkhusus terkait kejiwaan pelaku yang demikian sadis sampai menghabisi nyawa orang tuanya sendiri.

 

Apalagi sempat muncul informasi dari tetangga korban dan pelaku bahwa Ishak Jaelani sekitar 2-3 tahun lalu pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli.

 

“Tapi dipulangkan. Karena tidak ada gangguan jiwa apa. Kalau tidak salah sekitar 2-3 tahun lalu dibawa ke RSJ,” kata tetangga pelaku yang minta namanya tak disebutkan di media massa.

 

Di sisi lain, Ishak Jaelani juga dikenal temperamen dan kerap uring-uringan. Bila tidak ada rokok, misalnya, sudah ringan tangan. Bahkan, karena masalah kandang kucing, diduga menjadi pemicu pembunuhan terhadap ayahnya.

 

Terkait hal ini, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Hingga Jumat (11/3) polisi baru memeriksa 3 orang saksi yang diduga mengetahui dan melihat peristiwa tersebut. Mereka masih memiliki hubungan keluarga. Baik dengan tersangka maupun korban.

 

Sumarjaya mengatakan saat ini penyidik masih mencari barang bukti yang digunakan tersangka menghabisi nyawa ayah kandungnya.

 

Awalnya tersangka mengaku menghabisi nyawa ayahnya dengan menggunakan balok kayu. Namun setelah ditelusuri, tidak ada bercak darah pada balok yang ditemukan polisi. Belakangan tersangka mengaku memukul kepala ayahnya menggunakan palu.

 

“Tersangka ini masih plin plan. Keterangannya sering berubah. Kami masih dalami keterangannya. Baik itu soal motif maupun alat yang digunakan menganiaya korban,” imbuhnya.

 

Keterangannya yang plin-plan ini juga menimbulkan banyak pertanyaan tentang kejiwaan pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan atas ayah kandungnya.

 

Saat ini polisi masih menanti hasil otopsi terhadap jenazah korban M. Selamat. Jenazah korban saat ini masih disemayamkan di RSUD Buleleng sambil menanti proses otopsi dari dokter forensik.

 

“Kami juga berencana mengajukan pemeriksaan kejiwaan pada tersangka IJ,” kata Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan terjadi di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kampung Baru, pada Kamis (10/3) sore. Ishak Jaelani, tega membunuh ayah kandungnya. Sebelum membunuh, tersangka sempat meminta ayah kandungnya memindahkan kandang kucing. Namun kandang itu tak juga dipindahkan korban.



SINGARAJA – Tindakan Ishak Jaelani, 52, yang membunuh ayah kandungnya sendiri, M. Selamat, 80, di Kampung Baru, Buleleng, Bali, masih menyisakan tanda tanya. Terkhusus terkait kejiwaan pelaku yang demikian sadis sampai menghabisi nyawa orang tuanya sendiri.

 

Apalagi sempat muncul informasi dari tetangga korban dan pelaku bahwa Ishak Jaelani sekitar 2-3 tahun lalu pernah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Bali di Bangli.

 

“Tapi dipulangkan. Karena tidak ada gangguan jiwa apa. Kalau tidak salah sekitar 2-3 tahun lalu dibawa ke RSJ,” kata tetangga pelaku yang minta namanya tak disebutkan di media massa.

 

Di sisi lain, Ishak Jaelani juga dikenal temperamen dan kerap uring-uringan. Bila tidak ada rokok, misalnya, sudah ringan tangan. Bahkan, karena masalah kandang kucing, diduga menjadi pemicu pembunuhan terhadap ayahnya.

 

Terkait hal ini, Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Sumarjaya mengatakan, polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Hingga Jumat (11/3) polisi baru memeriksa 3 orang saksi yang diduga mengetahui dan melihat peristiwa tersebut. Mereka masih memiliki hubungan keluarga. Baik dengan tersangka maupun korban.

 

Sumarjaya mengatakan saat ini penyidik masih mencari barang bukti yang digunakan tersangka menghabisi nyawa ayah kandungnya.

 

Awalnya tersangka mengaku menghabisi nyawa ayahnya dengan menggunakan balok kayu. Namun setelah ditelusuri, tidak ada bercak darah pada balok yang ditemukan polisi. Belakangan tersangka mengaku memukul kepala ayahnya menggunakan palu.

 

“Tersangka ini masih plin plan. Keterangannya sering berubah. Kami masih dalami keterangannya. Baik itu soal motif maupun alat yang digunakan menganiaya korban,” imbuhnya.

 

Keterangannya yang plin-plan ini juga menimbulkan banyak pertanyaan tentang kejiwaan pelaku yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka pembunuhan atas ayah kandungnya.

 

Saat ini polisi masih menanti hasil otopsi terhadap jenazah korban M. Selamat. Jenazah korban saat ini masih disemayamkan di RSUD Buleleng sambil menanti proses otopsi dari dokter forensik.

 

“Kami juga berencana mengajukan pemeriksaan kejiwaan pada tersangka IJ,” kata Sumarjaya.

 

Seperti diberitakan sebelumnya kasus pembunuhan terjadi di Jalan Pulau Nias, Kelurahan Kampung Baru, pada Kamis (10/3) sore. Ishak Jaelani, tega membunuh ayah kandungnya. Sebelum membunuh, tersangka sempat meminta ayah kandungnya memindahkan kandang kucing. Namun kandang itu tak juga dipindahkan korban.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/