alexametrics
28.8 C
Denpasar
Friday, May 27, 2022

Langgar Prokes di Bali, Tiga Warga Negara Asing Diusir dari Bali

DENPASAR – Tiga orang warga negara asing dideportasi alias diusir dari Bali karena melangar aturan PPKM darurat. Ketiganya bernama Murray Ross asal Irlandia; Ayala Alieen asal Amerika; dan Zulfia Kadarberdieva asal Rusia.

 

Mereka adalah tiga dari 14 WNA yang sebelunya terjaring dalam razia protokol kesehatan (prokes) yang digelar di Kuta Utara, Badung beberapa hari lalu. 

 

Dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (12/7/2021), Kepala Kantor Kemenkumham RI, Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, sebelumnya dalam operasi yustisi tersebut, petugas gabungan mendapatkan 17 orang yang melanggar Prokes. Sebanyak 14 pelanggar warga negara asing dan tiga pelanggaran dari warga negara Indonesia.

 

“Sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Satpol PP Pemerintah Propinsi Bali, terhadap 14 orang WNA tersebut tiga orang WNA tersebut dinyatakan bersalah dan melanggar Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali,” papar dia.

Baca Juga:  Harga Porang Anjlok, Pengusaha Porang Berikan Solusi Jitu

 

Dia menjelaskan, pelanggaran tersebut terkait Poin 7.b dalam Inmendagri 15/2021 yaitu penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang harus diterapkan setiap orang.

 

“Mereka juga melanggar Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali,” bebernya dalam konferensi pers tersebut. 

 

Lanjut dia, sesuai rekomendasi Satpol PP, pada tanggal 09 Juli 2021 Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan pemanggilan terhadap ketiga WNA tersebut untuk dilakukan proses pendeportasian.

 

“Pelaksanaan pendeportasian WNA atas nama Muraay Ross dan Ayala Aileen akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Juli 2021. Sedangkan untuk WNA atas nama Zulfia Kadarberdieva masih menunggu ketersediaan tiket penerbangan ke negaranya,” imbuhnya. 

Baca Juga:  Bule Cabul Itu Bekerja di Netflix, ke Bali untuk Berobat Alternatif

 

Selain tiga WNA tersbut, satu WNA lain asal Rusia bernama Anzhelika Naumenok yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan dengan kondisi positif Covid-19 serta menolak untuk dilakukan karantina, pada tanggal 8 Juli 2021 telah dilakukan penjemputan oleh Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai di sebuah Villa di wilayah Canggu, Kuta Utara. Selanjutnya dia ditempatkan di lokasi karantina. 

 

“Terhadap WNA atas nama Anzhelika Naumenok, paspornya telah ditahan di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Apabila proses karantina telah berakhir dan dinyatakan negatif Covid-19, akan dilakukan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian,” tandas Jamaruli.


DENPASAR – Tiga orang warga negara asing dideportasi alias diusir dari Bali karena melangar aturan PPKM darurat. Ketiganya bernama Murray Ross asal Irlandia; Ayala Alieen asal Amerika; dan Zulfia Kadarberdieva asal Rusia.

 

Mereka adalah tiga dari 14 WNA yang sebelunya terjaring dalam razia protokol kesehatan (prokes) yang digelar di Kuta Utara, Badung beberapa hari lalu. 

 

Dalam konferensi pers yang digelar secara daring pada Senin (12/7/2021), Kepala Kantor Kemenkumham RI, Bali, Jamaruli Manihuruk mengatakan, sebelumnya dalam operasi yustisi tersebut, petugas gabungan mendapatkan 17 orang yang melanggar Prokes. Sebanyak 14 pelanggar warga negara asing dan tiga pelanggaran dari warga negara Indonesia.

 

“Sesuai hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh Satpol PP Pemerintah Propinsi Bali, terhadap 14 orang WNA tersebut tiga orang WNA tersebut dinyatakan bersalah dan melanggar Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Darurat Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Jawa Dan Bali,” papar dia.

Baca Juga:  Laskar Bali Shanti: KS Sudah Dipecat Dengan Tidak Hormat & Dicabut KTA

 

Dia menjelaskan, pelanggaran tersebut terkait Poin 7.b dalam Inmendagri 15/2021 yaitu penggunaan masker dengan benar dan konsisten adalah protokol kesehatan paling minimal yang harus diterapkan setiap orang.

 

“Mereka juga melanggar Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 09 Tahun 2021 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Corona Virus Disease 2019 Dalam tatanan Kehidupan Era Baru Di Provinsi Bali,” bebernya dalam konferensi pers tersebut. 

 

Lanjut dia, sesuai rekomendasi Satpol PP, pada tanggal 09 Juli 2021 Kepala kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai melakukan pemanggilan terhadap ketiga WNA tersebut untuk dilakukan proses pendeportasian.

 

“Pelaksanaan pendeportasian WNA atas nama Muraay Ross dan Ayala Aileen akan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 12 Juli 2021. Sedangkan untuk WNA atas nama Zulfia Kadarberdieva masih menunggu ketersediaan tiket penerbangan ke negaranya,” imbuhnya. 

Baca Juga:  Resmi Tersangka, Pemecatan Oknum Polisi Pelaku Curas Tunggu Inkracht

 

Selain tiga WNA tersbut, satu WNA lain asal Rusia bernama Anzhelika Naumenok yang tidak mematuhi Protokol Kesehatan dengan kondisi positif Covid-19 serta menolak untuk dilakukan karantina, pada tanggal 8 Juli 2021 telah dilakukan penjemputan oleh Tim Inteldakim Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Ngurah Rai di sebuah Villa di wilayah Canggu, Kuta Utara. Selanjutnya dia ditempatkan di lokasi karantina. 

 

“Terhadap WNA atas nama Anzhelika Naumenok, paspornya telah ditahan di Kantor Imigrasi Ngurah Rai. Apabila proses karantina telah berakhir dan dinyatakan negatif Covid-19, akan dilakukan tindakan administrasi keimigrasian berupa pendeportasian,” tandas Jamaruli.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/