alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Tragis, Ibu Mertua Saksikan Anak Menantu Tewas Saat Mau Pulang Melaut

PERASAAN ibu mana yang tak sedih, hancur lebur dan shock saat melihat anak menantunya tewas. Begitu juga yang dialami Misuna, warga Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali.

Perempuan paro baya ini mengaku sangat terpukul saat dirinya melihat anak menantunya tewas lalu hilang ditelan gelombang saat hendak pulang ke rumah. Seperti apa?

 

M.BASIR, Jembrana

 

CUACA buruk yang terjadi di Perairan Selatan Jembrana menelan korban jiwa.

Akibat cuaca buruk, sebuah jukung milik nelayan asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali terbalik.

- Advertisement -

Jukung terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, pada Kamis (12/8). Bahkan akibat musibah ini, seorang nelayan dinyatakan hilang dan seorang selamat.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kecelakaan laut terjadi sekitar pukul 06.00 WITA di Perairan Selatan Desa Air Kuning.

Baca Juga:  Lalai Tinggalkan Kompor Gas Menyala, Rumah Ludes Terbakar

Saat kejadian jukung nelayan dihantam ombak cukup besar dan arus yang sangat kuat dan mengakibatkan bayungan pegagan katir jukung patah dan jukung sampai terbalik sehingga dua korban Asrul Salim, 26 dan Suhaeri, 42, jatuh tercebur ke laut.

Saat itu korban ditolong oleh masyarakat sekitar dan jukung korban ditarik ke pinggir pantai.

Akan tetapi, dari dua orang korban nelayan, hanya satu orang yang berhasil diselamatkan.

Korban Asrul Salim langsung dievakuasi ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis dan sudah dalam kondisi sehat. Sedangkan korban Suhaeri tidak bisa di selamatkan dan hilang terseret arus dan gelombang.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung Misuna, ibu mertua Suhaeri.

Anaknya baru mau berangkat melaut. Karena ombak besar langsung kembali.

Saat anak menantunya akan bersandar, Misuna sempat melihat jukungnya menantunya terbalik

Baca Juga:  Sebelum Kabur, Tersangka Tulis Pesan, Masak Mie & Minum Susu di TKP

“Jaraknya sekitar 50 meter dari pantai. Karena ombak yang besar, jukung kesulitan mencapai bibir pantai hingga akhirnya jukung terbalik. Saya lihat sendiri ombaknya besar. Jukung terbalik, anak saya tenggelam,” ungkap Misuna sedih.

Sementara itu, Koordinator pos pencarian dan pertolongan Jembrana (Basarnas) Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, berdasarkan informasi dari saksi jukung nelayan yang terbalik saat akan masuk ke darat.

Dua orang nelayan tenggelam, salah satunya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar. Jukung yang sempat terbalik juga berhasil diamankan.

 

“Satu orang korban masih dalam proses pencarian,” jelasnya.

Pencarian satu orang nelayan yang masih hilang kemarin sempat terkendala dengan ombak besar. Sehingga, penyisiran dilakukan ke arah barat dari lokasi awal korban tenggelam.

“Pencarian sesuai dengan SOP dilakukan selama tujuh hari,” tukas Hendri Gunawan 

- Advertisement -

PERASAAN ibu mana yang tak sedih, hancur lebur dan shock saat melihat anak menantunya tewas. Begitu juga yang dialami Misuna, warga Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali.

Perempuan paro baya ini mengaku sangat terpukul saat dirinya melihat anak menantunya tewas lalu hilang ditelan gelombang saat hendak pulang ke rumah. Seperti apa?

 

M.BASIR, Jembrana

 

CUACA buruk yang terjadi di Perairan Selatan Jembrana menelan korban jiwa.

Akibat cuaca buruk, sebuah jukung milik nelayan asal Desa Air Kuning, Kecamatan Jembrana, Bali terbalik.

Jukung terbalik setelah dihantam gelombang tinggi, pada Kamis (12/8). Bahkan akibat musibah ini, seorang nelayan dinyatakan hilang dan seorang selamat.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, kecelakaan laut terjadi sekitar pukul 06.00 WITA di Perairan Selatan Desa Air Kuning.

Baca Juga:  Aksi Pemalakan di Jembrana Marak, Pengusaha Was-Was

Saat kejadian jukung nelayan dihantam ombak cukup besar dan arus yang sangat kuat dan mengakibatkan bayungan pegagan katir jukung patah dan jukung sampai terbalik sehingga dua korban Asrul Salim, 26 dan Suhaeri, 42, jatuh tercebur ke laut.

Saat itu korban ditolong oleh masyarakat sekitar dan jukung korban ditarik ke pinggir pantai.

Akan tetapi, dari dua orang korban nelayan, hanya satu orang yang berhasil diselamatkan.

Korban Asrul Salim langsung dievakuasi ke puskesmas untuk mendapat pertolongan medis dan sudah dalam kondisi sehat. Sedangkan korban Suhaeri tidak bisa di selamatkan dan hilang terseret arus dan gelombang.

Peristiwa tersebut disaksikan langsung Misuna, ibu mertua Suhaeri.

Anaknya baru mau berangkat melaut. Karena ombak besar langsung kembali.

Saat anak menantunya akan bersandar, Misuna sempat melihat jukungnya menantunya terbalik

Baca Juga:  Maafkan Penyebar Berita Hoax Jokowi, Anggap Bagian dari Rekonsiliasi

“Jaraknya sekitar 50 meter dari pantai. Karena ombak yang besar, jukung kesulitan mencapai bibir pantai hingga akhirnya jukung terbalik. Saya lihat sendiri ombaknya besar. Jukung terbalik, anak saya tenggelam,” ungkap Misuna sedih.

Sementara itu, Koordinator pos pencarian dan pertolongan Jembrana (Basarnas) Dewa Putu Hendri Gunawan mengatakan, berdasarkan informasi dari saksi jukung nelayan yang terbalik saat akan masuk ke darat.

Dua orang nelayan tenggelam, salah satunya berhasil diselamatkan oleh warga sekitar. Jukung yang sempat terbalik juga berhasil diamankan.

 

“Satu orang korban masih dalam proses pencarian,” jelasnya.

Pencarian satu orang nelayan yang masih hilang kemarin sempat terkendala dengan ombak besar. Sehingga, penyisiran dilakukan ke arah barat dari lokasi awal korban tenggelam.

“Pencarian sesuai dengan SOP dilakukan selama tujuh hari,” tukas Hendri Gunawan 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/