alexametrics
26.5 C
Denpasar
Saturday, August 13, 2022

Mau Minta Cabe, Warga Asrama Kodim Malah Temukan Tetangga Meninggal

SINGARAJA-Warga Asrama Kodim Jalan Ngurah Rai, Nomor 36 Kelurahan Astina, Sabtu pagi (12/9) sekitar pukul 07.00 WITA dibuat gempar.

Heboh warga itu menyusul dengan meninggalnya Ni Luh Tini Hehanusa, warga kelurahan Astina, Buleleng.

Perempuan tua berusia 63 tahun itu ditemukan meninggal dirumahnya. Diduga, korban meninggal akibat sakit hipertensi (tekanan darah tinggi) kambuh.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudhistira saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan, dari keterangan kerabat keluarga, diduga korban meninggal karena sakit.

Dugaan kuat korban meninggal karena sakit itu, setelah salah seorang kerabat korban menjelaskan bahwa dari sejak lama, korban memiliki riwayat hipertensi. ” Jadi korban meninggal secara wajar. Duga sementara karena penyakit hipertensinya mendadak kambuh,” ucapnya

Baca Juga:  Sebelum Meninggal karena Covid Perawat RS Tabanan akan Terapi Plasma

Lebih lanjut, Kompol Ngurah Yudhistira menambahkan, hingga korban ditemukan meninggal, pertama kali diketahui oleh tetangga korban Nadi, 39.

Saksi Nadi sekitar pukul 07.00 datang ke rumah korban dengan niat meminta cabe. Sempat memanggil korban, namun panggilan saksi tak dijawab oleh korban.

 “Beberapa kali saksi coba memanggil kembali, korban tak memberi sahutan. Saksi pun berinisiatif untuk menengok ke dalam kamar korban. Nah saat di dalam kamar, saksi sudah menemukan korban yang tinggal sendiri di kediamannya tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa,” terang Kompol Ngurah Yudhistira.

Saat korban ditemukan pertama kali oleh saksi. Tubuh korban sudah dalam terbujur kaku di atas tempat tidur dengan posisi kepala mengarah ke timur dan menggunakan pakaian baju kaos merah, celana dalam putih dengan menggunakan selimut warna biru.

Baca Juga:  Anak Usia 3 Tahun Tenggelam di Kolam Hotel Golden Tulip Jineng Kuta

Saksi kemudian memanggil tetangga yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu melihat kondisi korban.

Kemudian saksi menghubungi pihak kepolisian, BPBD, dan petugas ambulan untuk dilakukan pemeriksaan dan evakuasi terhadap jenazah korban.

“Dari hasil pemeriksaan pihak medis RSUD Buleleng yang kami terima korban dinyatakan non-reaktif. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban dinyatakan murni meninggal karena sakit,” ungkapnya.

Untuk jenazah saat ini masih disimpan di ruang jenazah RSUD Buleleng menunggu proses pemakaman di Kelurahan Liligundi, Buleleng.



SINGARAJA-Warga Asrama Kodim Jalan Ngurah Rai, Nomor 36 Kelurahan Astina, Sabtu pagi (12/9) sekitar pukul 07.00 WITA dibuat gempar.

Heboh warga itu menyusul dengan meninggalnya Ni Luh Tini Hehanusa, warga kelurahan Astina, Buleleng.

Perempuan tua berusia 63 tahun itu ditemukan meninggal dirumahnya. Diduga, korban meninggal akibat sakit hipertensi (tekanan darah tinggi) kambuh.

Kapolsek Kota Singaraja Kompol I Gusti Ngurah Yudhistira saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut.

Dijelaskan, dari keterangan kerabat keluarga, diduga korban meninggal karena sakit.

Dugaan kuat korban meninggal karena sakit itu, setelah salah seorang kerabat korban menjelaskan bahwa dari sejak lama, korban memiliki riwayat hipertensi. ” Jadi korban meninggal secara wajar. Duga sementara karena penyakit hipertensinya mendadak kambuh,” ucapnya

Baca Juga:  Parah! Kecanduan Sabhu, Pelajar Nekat Curi Emas Untuk Beli Narkoba

Lebih lanjut, Kompol Ngurah Yudhistira menambahkan, hingga korban ditemukan meninggal, pertama kali diketahui oleh tetangga korban Nadi, 39.

Saksi Nadi sekitar pukul 07.00 datang ke rumah korban dengan niat meminta cabe. Sempat memanggil korban, namun panggilan saksi tak dijawab oleh korban.

 “Beberapa kali saksi coba memanggil kembali, korban tak memberi sahutan. Saksi pun berinisiatif untuk menengok ke dalam kamar korban. Nah saat di dalam kamar, saksi sudah menemukan korban yang tinggal sendiri di kediamannya tersebut sudah dalam keadaan tak bernyawa,” terang Kompol Ngurah Yudhistira.

Saat korban ditemukan pertama kali oleh saksi. Tubuh korban sudah dalam terbujur kaku di atas tempat tidur dengan posisi kepala mengarah ke timur dan menggunakan pakaian baju kaos merah, celana dalam putih dengan menggunakan selimut warna biru.

Baca Juga:  Diadili Kasus Narkoba, Anggota Polisi Berpangkat Aiptu Ini Komat-Kamit

Saksi kemudian memanggil tetangga yang ada di sekitar lokasi kejadian untuk membantu melihat kondisi korban.

Kemudian saksi menghubungi pihak kepolisian, BPBD, dan petugas ambulan untuk dilakukan pemeriksaan dan evakuasi terhadap jenazah korban.

“Dari hasil pemeriksaan pihak medis RSUD Buleleng yang kami terima korban dinyatakan non-reaktif. Tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Korban dinyatakan murni meninggal karena sakit,” ungkapnya.

Untuk jenazah saat ini masih disimpan di ruang jenazah RSUD Buleleng menunggu proses pemakaman di Kelurahan Liligundi, Buleleng.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/