alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tragis! Bonceng Bertiga, Rem Blong, Ibu Muda Tewas Usai Sembahyang

AMLAPURA-Nahas menimpa Ni Luh Putu Sinta Dewi.

 

Perempuan muda berusia 22 tahun ini tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pura Pasar Agung tepatnya di Banjar Sogra, Sebudi, Selat, Karangasem, Jumat malam (11/9)

 

Kapolsek Selat AKP Sunjaya Wirya saat di komfirmasi, Sabtu (12/9) menjelaskan, kronologi hingga nahas menimpa Sinta Dewi berawal saat korban pulang berboncengan bertiga usai mengikuti persembahyangan di Pura Pasar Agung.

 

Saat itu, korban dibonceng oleh Ngakan Putu Darmayasa, 23, warga Kedewatan, Ubud, Gianyar, dengan menggunakan sepeda motor merek Honda Scoopy warna merah hitam DK 5754.

Ngakan Putu Darmayasa di posisi depan mengendarai sepeda motor. Kemudian korban Sinta Dewi dan Ni Komang Sri Martini, 5, (keduanya asal Banjar Lusuh, Desa Peringsari, Selat, Karangasem ) di posisi dibonceng di belakang.

Baca Juga:  Terungkap, Ini Alasan Larang Security Bandara Bertato dan Bertindik

 

Dalam posisi bertiga, para korban kemudian melaju dari arah utara ke selatan menuju Selat usai memedek di Pura Pasar Agung.

 

Kemudian setiba di TKP tepatnya sebeleh barat Pura Bingin, Banjar Dinas Sogra, Sebudi, Selat, Karangasem di jalan tikungan ke kiri dan menurun, tiba-tiba rem sepeda motor korban blong.

 

Akibat rem blong, Ngakan Putu Darmayasa  tak mampu mengendalikan sepeda motornya dan terpental sekitar 20 meter di aspal dengan kondisi sepeda motor rusak pecah pada sepidometer, sayap depan pecah, selebor kiri dan kanan pecah, stang bengkok, sepion kiri dan kanan bengkok dan sayap belakang pecah.

 

“Dugaan sementara karena pengendara sepeda moor lalai,” ujar Kapolsek Selat AKP Sunjaya Wirya.

Baca Juga:  Dianggap Pecandu, Calon Anggota Parlemen Aussie Cuma Dituntut 15 Bulan

 

Selanjutnya, akibat terpental, korban Putu Darmayasa  23 mengalami luka robek pada dahi, bengkak pada dada, dan dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Gianyar.

 

Sedangkan korban dibonceng yakni Ni Luh Putu Sinta Dewi meninggal di tempat usai mengalami luka pada bagian belakang kepala seteleh benturan dengan aspal dan patah leher kiri.

 

Sementara adiknya, Komang Sri Martini yang masih berusia 5 tahun  mengalami luka bengkak pada pergelangan tangan kiri, luka lecet pada paha kiri,  bengkak bawah mata kanan,dan dirujuk ke Puskesmas Selat.

 

“Sudah langsung dilakukan olah TKP, dan untuk kasusnya masih dalam penanganan petugas kami di Polsek Selat,”tukasnya.

 



AMLAPURA-Nahas menimpa Ni Luh Putu Sinta Dewi.

 

Perempuan muda berusia 22 tahun ini tewas di tempat setelah mengalami kecelakaan di Jalan Raya Pura Pasar Agung tepatnya di Banjar Sogra, Sebudi, Selat, Karangasem, Jumat malam (11/9)

 

Kapolsek Selat AKP Sunjaya Wirya saat di komfirmasi, Sabtu (12/9) menjelaskan, kronologi hingga nahas menimpa Sinta Dewi berawal saat korban pulang berboncengan bertiga usai mengikuti persembahyangan di Pura Pasar Agung.

 

Saat itu, korban dibonceng oleh Ngakan Putu Darmayasa, 23, warga Kedewatan, Ubud, Gianyar, dengan menggunakan sepeda motor merek Honda Scoopy warna merah hitam DK 5754.

Ngakan Putu Darmayasa di posisi depan mengendarai sepeda motor. Kemudian korban Sinta Dewi dan Ni Komang Sri Martini, 5, (keduanya asal Banjar Lusuh, Desa Peringsari, Selat, Karangasem ) di posisi dibonceng di belakang.

Baca Juga:  Truk Semen Masuk Jurang Sedalam 10 Meter di Seririt

 

Dalam posisi bertiga, para korban kemudian melaju dari arah utara ke selatan menuju Selat usai memedek di Pura Pasar Agung.

 

Kemudian setiba di TKP tepatnya sebeleh barat Pura Bingin, Banjar Dinas Sogra, Sebudi, Selat, Karangasem di jalan tikungan ke kiri dan menurun, tiba-tiba rem sepeda motor korban blong.

 

Akibat rem blong, Ngakan Putu Darmayasa  tak mampu mengendalikan sepeda motornya dan terpental sekitar 20 meter di aspal dengan kondisi sepeda motor rusak pecah pada sepidometer, sayap depan pecah, selebor kiri dan kanan pecah, stang bengkok, sepion kiri dan kanan bengkok dan sayap belakang pecah.

 

“Dugaan sementara karena pengendara sepeda moor lalai,” ujar Kapolsek Selat AKP Sunjaya Wirya.

Baca Juga:  Sebelum Tewas Dibacok, Korban juga Sempat Dikeroyok dan Dipukuli

 

Selanjutnya, akibat terpental, korban Putu Darmayasa  23 mengalami luka robek pada dahi, bengkak pada dada, dan dirujuk ke Rumah Sakit Kasih Ibu, Gianyar.

 

Sedangkan korban dibonceng yakni Ni Luh Putu Sinta Dewi meninggal di tempat usai mengalami luka pada bagian belakang kepala seteleh benturan dengan aspal dan patah leher kiri.

 

Sementara adiknya, Komang Sri Martini yang masih berusia 5 tahun  mengalami luka bengkak pada pergelangan tangan kiri, luka lecet pada paha kiri,  bengkak bawah mata kanan,dan dirujuk ke Puskesmas Selat.

 

“Sudah langsung dilakukan olah TKP, dan untuk kasusnya masih dalam penanganan petugas kami di Polsek Selat,”tukasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/