alexametrics
25.4 C
Denpasar
Thursday, August 18, 2022

Kapolresta: Gung Monjong Tewas Kena Tebasan Celurit Sekali di Kepala

DENPASAR-Pihak kepolisian dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Denpasar akhirnya angkat bicara soal insiden berdarah yang terjadi di Kafe Jelita di Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan, Minggu (11/10) pukul 00.30 WITA.

 

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan polisi, terungkap jika korban I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong tewas usai terkena sabetan celurit di bagian kepala.

 

Seperti dibenarkan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

 

 

“Dia (Korban) dibacok menggunakan celurit sebanyak satu kali pada bagian kepala oleh pemilik kafe itu. Jadi ada luka terbuka karena sabetan,” tegas Komber Jansen.

 

Lebih lanjut, usai terkena tebasan celurit pelaku, korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan beberapa saat di RSUP Sanglah Denpasar. 

 

“Meninggalnya sekitar jam 12.00 WITA kemarin siang, Dia (Korban) sempat dilarikan ke RSUD Bali Mandara lalu dirujuk ke RSUP Sanglah dan meninggal ” tegas Jansen.

Baca Juga:  Begini Kronologi Anak Pukul Ibu Kandung hingga Jatuh Pingsan

 

 

Dijelaskan Kapolresta, kronologi kasus berdarah yang terjadi di kafe remang-remang di kawasan Danau Tempe, Densel yang terjadi pada Sabtu dini hari ini, berawal saat pelaku Imam Arifin yang merupakan pemilik Kafe Jelita mendapat telepon dari istrinya, bahwa di kafe miliknya sedang ada keributan.

 

Saat itu, dari informasi yang diterima pelaku, karyawannya diancam oleh seorang pengunjung (korban Gusti Monjong) menggunakan senjata tajam (pisau). 

 

Mendapat laporan dari istrinya, Imam Arifin lyang saat itu berada di kos langsung bergegas menuju kafe dengan membawa sebilah celurit.

 

“Niat awalnya, pelaku (Imam Arifin) ini ingin melapor polisi karena ada pengancaman terhadap karyawannya oleh korban (Gung Monjong) ini,” terang Jansen.

 

 

Namun lanjut Kapolresta, niatan pelaku menyelesaikan kasus pengancaman dengan melapor ke polisi berubah setelah pelaku tersulut emosi saat melihat anak buahnya bernama Pratama Putra terkapar terkena tusukan sajam. Pratama Putra terkapar ditusuk korban Gung Monjong.

Baca Juga:  NGAWUR! Dibekuk, Pembunuh Aiptu (Purn) Suanda Nekat Bunuh Diri

 

Lantaran tersulut emosi, Imam Arifin langsung mengambil celurit yang dibawanya dan sempat disimpan di bawah meja operator.

 

“Pelaku ini emosi, kemudian mengambil celurit dan mengejar korban dan langsung menebas kepala korban (Gung Monjong) satu sekali,”tandas Kombes Jansen.

 

Usai menebas korban, pelaku Imam Arifin langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Denpasar Selatan

 

Sementara itu, atas kasus berdarah ini, selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sejumlah barang bukti termasuk pelaku penebasan juga telah diamankan.

 

“Barang bukti mulai dari celurit dan pisau yang digunakan Gung Monjong menusuk karyawan kafe sudah kami amankan. Sedangkan karyawan yang ditusuk Gung Monjong saat ini masih dirawat di RSUD Bali Mandara,”tukas perwira dengan melati tiga di pundak ini.



DENPASAR-Pihak kepolisian dari Kepolisian Resort Kota (Polresta) Denpasar akhirnya angkat bicara soal insiden berdarah yang terjadi di Kafe Jelita di Jalan Danau Tempe, Denpasar Selatan, Minggu (11/10) pukul 00.30 WITA.

 

Hasil penyelidikan dan pemeriksaan polisi, terungkap jika korban I Gusti Made Suarjana alias Gung Monjong tewas usai terkena sabetan celurit di bagian kepala.

 

Seperti dibenarkan Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan.

 

 

“Dia (Korban) dibacok menggunakan celurit sebanyak satu kali pada bagian kepala oleh pemilik kafe itu. Jadi ada luka terbuka karena sabetan,” tegas Komber Jansen.

 

Lebih lanjut, usai terkena tebasan celurit pelaku, korban dinyatakan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan beberapa saat di RSUP Sanglah Denpasar. 

 

“Meninggalnya sekitar jam 12.00 WITA kemarin siang, Dia (Korban) sempat dilarikan ke RSUD Bali Mandara lalu dirujuk ke RSUP Sanglah dan meninggal ” tegas Jansen.

Baca Juga:  NGAWUR! Dibekuk, Pembunuh Aiptu (Purn) Suanda Nekat Bunuh Diri

 

 

Dijelaskan Kapolresta, kronologi kasus berdarah yang terjadi di kafe remang-remang di kawasan Danau Tempe, Densel yang terjadi pada Sabtu dini hari ini, berawal saat pelaku Imam Arifin yang merupakan pemilik Kafe Jelita mendapat telepon dari istrinya, bahwa di kafe miliknya sedang ada keributan.

 

Saat itu, dari informasi yang diterima pelaku, karyawannya diancam oleh seorang pengunjung (korban Gusti Monjong) menggunakan senjata tajam (pisau). 

 

Mendapat laporan dari istrinya, Imam Arifin lyang saat itu berada di kos langsung bergegas menuju kafe dengan membawa sebilah celurit.

 

“Niat awalnya, pelaku (Imam Arifin) ini ingin melapor polisi karena ada pengancaman terhadap karyawannya oleh korban (Gung Monjong) ini,” terang Jansen.

 

 

Namun lanjut Kapolresta, niatan pelaku menyelesaikan kasus pengancaman dengan melapor ke polisi berubah setelah pelaku tersulut emosi saat melihat anak buahnya bernama Pratama Putra terkapar terkena tusukan sajam. Pratama Putra terkapar ditusuk korban Gung Monjong.

Baca Juga:  Pasangan Pelajar Terseret Ombak Pantai, Pelajar Pria Ditemukan Tewas

 

Lantaran tersulut emosi, Imam Arifin langsung mengambil celurit yang dibawanya dan sempat disimpan di bawah meja operator.

 

“Pelaku ini emosi, kemudian mengambil celurit dan mengejar korban dan langsung menebas kepala korban (Gung Monjong) satu sekali,”tandas Kombes Jansen.

 

Usai menebas korban, pelaku Imam Arifin langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Denpasar Selatan

 

Sementara itu, atas kasus berdarah ini, selain melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), sejumlah barang bukti termasuk pelaku penebasan juga telah diamankan.

 

“Barang bukti mulai dari celurit dan pisau yang digunakan Gung Monjong menusuk karyawan kafe sudah kami amankan. Sedangkan karyawan yang ditusuk Gung Monjong saat ini masih dirawat di RSUD Bali Mandara,”tukas perwira dengan melati tiga di pundak ini.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/