alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Tahap Dua Rampung, Tiga Tersangka Korupsi LPD Kekeran Langsung Dibui

MANGUPURA-Setelah proses pemberkasan dinyatakan lengkap (P-21), tiga tersangka kasus dugaan korupsi LPD Kekeran, Abiansemal, Badung, Senin (12/10) menjalani pelimpahan tahap II (Dua) di Kejari Badung.

 

Tiga tersangka itu, yakni masing-masing IMS, 52 (Ketua LPD Kekeran); IMWW, 56; (Mantan Bendahara LPD Kekeran); dan NKA, 59 (Mantan Sekretaris atau Kolektor).  

 

Mengenakan rompi tahanan Kejari Badung warna merah, dengan tangan terborgol, ketiga tersangka tampak pasrah saat menjalani proses pelimpahan hingga penahanan.

 

“Tiga tersangka langsung kami tahan karena berkas sudah lengkap semua (P-21), tinggal menunggu persidangan,”tegas Kajari Badung I Ketut Maha Agung.

 

Lebih lanjut, Maha Agung menjelaskan, sebelum ditahan, ketiga tersangka terlebih dahuli menjalani rapid test.

 

Setelah dinyatakan non reaktif dan menyelesaikan administrasi, ketiga tersangka yang didampingi penasihat hokum langsung digiring menuju mobil tahanan Kejari Badung.

Baca Juga:  Catat, Penetapan Tersangka Korupsi LPD Tuwed Tunggu Hasil Ekspose

 

Ketiga tersangka langsung dijebloskan ke Rumah tahanan (Rutan) Polres Badung selama 20 hari ke depan sambil menunggu proses persidangan.

 

 

Sementara itu, terkait perkara dugaan korupsi, imbuh Maha Agung, ketiga tersangka diduga menyalahgunakan keuangan LPD Desa Adat Kekeran dalam kurun waktu 1 Januari 2016 sampai 31 Mei 2017. Mereka menggunakan uang nasabah untuk kepentingan pribadi. 

 

“Total kerugian keuangan negara sebesar Rp 5, 2 miliar. Kalau modus operandinya tidak meyetorkan uang nasabah berupa tabungan, deposito, dan kredit dari buku tabungan ke kas LPD.” jelas mantan Kajari Sorong, Papua Barat, itu.

 

Bahkan masih terkait kerugian Negara, Maha Agung menyatakan, bahwa sampai saat ini, ketiga tersangka belum memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara

Baca Juga:  Kasasi Jaksa Ditolak MA, Sanjaya Bebas Demi Hukum

 

“Tentu hal ini (Tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan kerugian Negara) bisa memperberat tuntutan dan hukuman bagi para tersangka,”imbuhnya.

 

Lebih lanjut terkait jeratan pasal, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

 

Sedangkan soal alasan penahanan ketiga tersangka, Maha Agung menyebut bahwa alasan penahanan ketiganya karena alasan subjektif dan objektif sesuai Pasal 21 KUHAP. “Salah satunya agar tersangka tidak melarikan diri,” tukas Maha Agung. 

 



MANGUPURA-Setelah proses pemberkasan dinyatakan lengkap (P-21), tiga tersangka kasus dugaan korupsi LPD Kekeran, Abiansemal, Badung, Senin (12/10) menjalani pelimpahan tahap II (Dua) di Kejari Badung.

 

Tiga tersangka itu, yakni masing-masing IMS, 52 (Ketua LPD Kekeran); IMWW, 56; (Mantan Bendahara LPD Kekeran); dan NKA, 59 (Mantan Sekretaris atau Kolektor).  

 

Mengenakan rompi tahanan Kejari Badung warna merah, dengan tangan terborgol, ketiga tersangka tampak pasrah saat menjalani proses pelimpahan hingga penahanan.

 

“Tiga tersangka langsung kami tahan karena berkas sudah lengkap semua (P-21), tinggal menunggu persidangan,”tegas Kajari Badung I Ketut Maha Agung.

 

Lebih lanjut, Maha Agung menjelaskan, sebelum ditahan, ketiga tersangka terlebih dahuli menjalani rapid test.

 

Setelah dinyatakan non reaktif dan menyelesaikan administrasi, ketiga tersangka yang didampingi penasihat hokum langsung digiring menuju mobil tahanan Kejari Badung.

Baca Juga:  Tensi Mendadak Naik, Napi Narkoba Lapas Narkotika Bangli Meninggal

 

Ketiga tersangka langsung dijebloskan ke Rumah tahanan (Rutan) Polres Badung selama 20 hari ke depan sambil menunggu proses persidangan.

 

 

Sementara itu, terkait perkara dugaan korupsi, imbuh Maha Agung, ketiga tersangka diduga menyalahgunakan keuangan LPD Desa Adat Kekeran dalam kurun waktu 1 Januari 2016 sampai 31 Mei 2017. Mereka menggunakan uang nasabah untuk kepentingan pribadi. 

 

“Total kerugian keuangan negara sebesar Rp 5, 2 miliar. Kalau modus operandinya tidak meyetorkan uang nasabah berupa tabungan, deposito, dan kredit dari buku tabungan ke kas LPD.” jelas mantan Kajari Sorong, Papua Barat, itu.

 

Bahkan masih terkait kerugian Negara, Maha Agung menyatakan, bahwa sampai saat ini, ketiga tersangka belum memiliki itikad baik untuk mengembalikan kerugian negara

Baca Juga:  Trauma Berat, Keluarga Minta Netizen Hapus Video Pembunuhan De Budi

 

“Tentu hal ini (Tidak adanya itikad baik untuk mengembalikan kerugian Negara) bisa memperberat tuntutan dan hukuman bagi para tersangka,”imbuhnya.

 

Lebih lanjut terkait jeratan pasal, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 2, Pasal 3, Pasal 8, Pasal 9 juncto Pasal 18 Undang-Undang Tipikor juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP juncto Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

 

Sedangkan soal alasan penahanan ketiga tersangka, Maha Agung menyebut bahwa alasan penahanan ketiganya karena alasan subjektif dan objektif sesuai Pasal 21 KUHAP. “Salah satunya agar tersangka tidak melarikan diri,” tukas Maha Agung. 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/