alexametrics
25.4 C
Denpasar
Tuesday, May 17, 2022

Ini Alasan I Gede Loka Kabur dari Lapas Kerobokan

BADUNG – Hanya delapan hari I Gede Loka Wijaya, 47, menghirup udara bebas setelah kabur dari Lapas Kerobokan Sabtu (2/10) lalu. Ia berhasil ditangkap di Jalan Nangka, Denpasar Minggu (10/10). Kaki kanannya pun didor polisi.

 

Lantas apa alasan I Gede Loka nekat kabur dari Lapas terbesar di Bali tersebut? Sumber polisi di lingkungan Polres Badung mengatakan bahwa Loka nekat kabur dari Lapas Kerobokan diduga karena tidak memiliki uang.

 

“Juga sudah bosan tinggal di dalam Lapas,” kata sumber ini.

 

Tida itu saja, pria asal Banjar Delod Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana itu juga rindu dengan keluarganya. Dia disebut ingin menjenguk keluarga.

 

“Pengakuan awalnya seperti itu. Kami masih dalami . Namun dugaan awal, ia nekat kabur karena ingin mencuri lagi. Buktinya, diamankan dua sepeda motor hasil curian,” jelas sumber ini.

Baca Juga:  Si Bayi Malang Diserahkan ke Dinsos, Desa Bikin Upacara Kadurmanggala

 

Memang, dalam Situasi kabur, I Gede Loka masih sempat-sempatnya mencuri. Dia mencuri sepeda motor Honda Supra Fit di Desa Baluk, Jembrana, Minggu (3/10), kemudian mencuri sepeda motor Vario di Penginapan Sinta, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Negara.

 

Saat mencuri Vario, dia meninggalkan Supra Fit di penginapan itu, seperti menukar motor tanpa sepengetahuan pemiliknya.

 

Terkait motif kabur I Gede Loka, Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana belum bisa memberikan penjelasan. Dia mengaku motif kabu I Gede Loka masih diselidiki.

 

“Motif kabur dari lapas kami masih dalami,” jelas Sudana.

 

Diketahui, De Loka berhasil kabur dari Lapas Kerobokan Sabtu (2/10) sekitar Pukul 18.30 Wita. Ia memanfaatkan kelengahan petugas jaga. De Loka berhasil kabur melompati dinding dekat pintu darurat.

Baca Juga:  Bobol ATM Bank BUMN, Bule Bulgaria Dijerat UU ITE

 

Setelah bisa keluar dari penjara, De Loka menuju ke timur dan naik ojek online ke KFC Jalan Kebo Iwa, Denpasar. Ia selanjutnya menumpang truk ke depan terminal Mengwi. Dari Terminal Mengwi, dia dijemput temannya menuju Jembrana.

 

Nah, di Jembrana itu dia sempat mencuri dua sepeda motor, kemudian ke Denpasar lagi. Namun, pelariannya akhirnya terhenti Ketika Minggu (10/10) dia digerebek petugas dari Polres Badung. Dia sempat melawan dengan mengeluarkan pisau cutter. Sehingga polisi menembaknya.

 

Saat ini De Loka ditahan di Mapolres Badung.

BADUNG – Hanya delapan hari I Gede Loka Wijaya, 47, menghirup udara bebas setelah kabur dari Lapas Kerobokan Sabtu (2/10) lalu. Ia berhasil ditangkap di Jalan Nangka, Denpasar Minggu (10/10). Kaki kanannya pun didor polisi.

 

Lantas apa alasan I Gede Loka nekat kabur dari Lapas terbesar di Bali tersebut? Sumber polisi di lingkungan Polres Badung mengatakan bahwa Loka nekat kabur dari Lapas Kerobokan diduga karena tidak memiliki uang.

 

“Juga sudah bosan tinggal di dalam Lapas,” kata sumber ini.

 

Tida itu saja, pria asal Banjar Delod Setra, Desa Medewi, Kecamatan Pekutatan, Jembrana itu juga rindu dengan keluarganya. Dia disebut ingin menjenguk keluarga.

 

“Pengakuan awalnya seperti itu. Kami masih dalami . Namun dugaan awal, ia nekat kabur karena ingin mencuri lagi. Buktinya, diamankan dua sepeda motor hasil curian,” jelas sumber ini.

Baca Juga:  Dijebloskan ke Lapas, 6 Tersangka Mendadak Kembalikan Aset Negara

 

Memang, dalam Situasi kabur, I Gede Loka masih sempat-sempatnya mencuri. Dia mencuri sepeda motor Honda Supra Fit di Desa Baluk, Jembrana, Minggu (3/10), kemudian mencuri sepeda motor Vario di Penginapan Sinta, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Negara.

 

Saat mencuri Vario, dia meninggalkan Supra Fit di penginapan itu, seperti menukar motor tanpa sepengetahuan pemiliknya.

 

Terkait motif kabur I Gede Loka, Kasi Humas Polres Badung Iptu Ketut Sudana belum bisa memberikan penjelasan. Dia mengaku motif kabu I Gede Loka masih diselidiki.

 

“Motif kabur dari lapas kami masih dalami,” jelas Sudana.

 

Diketahui, De Loka berhasil kabur dari Lapas Kerobokan Sabtu (2/10) sekitar Pukul 18.30 Wita. Ia memanfaatkan kelengahan petugas jaga. De Loka berhasil kabur melompati dinding dekat pintu darurat.

Baca Juga:  Pria Sumba Pembunuh Pacar di Bali Dijerat Pasal Hukuman Mati

 

Setelah bisa keluar dari penjara, De Loka menuju ke timur dan naik ojek online ke KFC Jalan Kebo Iwa, Denpasar. Ia selanjutnya menumpang truk ke depan terminal Mengwi. Dari Terminal Mengwi, dia dijemput temannya menuju Jembrana.

 

Nah, di Jembrana itu dia sempat mencuri dua sepeda motor, kemudian ke Denpasar lagi. Namun, pelariannya akhirnya terhenti Ketika Minggu (10/10) dia digerebek petugas dari Polres Badung. Dia sempat melawan dengan mengeluarkan pisau cutter. Sehingga polisi menembaknya.

 

Saat ini De Loka ditahan di Mapolres Badung.

Artikel Terkait

Most Read

Artikel Terbaru

/