alexametrics
27.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Pihak Sekolah Ngaku Kaget Kadek Sepi Tewas Dianiaya Ayah Kandung

 

KEMATIAN tak wajar I Kadek Sepi, dan penetapan I Nengah Kicen sebagai tersangka benar-benar membuat warga, khususnya krama yang tinggal di Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem geger.

 

Geger karena warga sempat menduga dan percaya jika bocah 13 tahun itu mati wajar karena sakit seperti keterangan orang tuanya.

 

Namun, setelah muncul kabar penangkapan dan penetapan Kicen, warga kembali heboh dan kaget.

 

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

 

SYOK dan kaget, begitulah kesan para guru mendiang I Kadek Sepi, saat mengetahui kabar jika bocah 13 tahun itu tewas diduga akibat dianiaya ayah kandung dan bukan karena sakit.

 

Apalagi, para guru mendiang makin kaget saat mendengar berita jika ayah mendiang, yakni I Nengah Kicen, 33, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap Korban Kadek Sepi.

 

Salah satunya perasaan syok dan kaget terlontar dari I Ketut Suarta. Guru yang juga mantan wali kelas mendiang, ini mengaku kaget saat mendengar kabar I Kadek Sepi meninggal.

Baca Juga:  MENYEDIHKAN!! Penumpang Balita Tewas di Dalam Pesawat Garuda

Bahkan selain dirinya, banyak guru-guru lain di SDN 4 Purwakerthi yang mengaku tak menyangka, anak tersebut meninggal dunia begitu cepat.

 

“Saat meninggal pada Selasa 21 September itu, banyak guru di sini yang kaget,”ungkap Suarta.

 

Kata Suarta, sesaat setelah mendengar kabar duka, banyak gguru yang mencari tahu penyebab kematian anak malang itu.

 

Setelah mendapat kabar bahwa Sepi meninggal akibat sakit, beberapa guru pun langsung mejadwalkan untuk melayat.

 

“Padahal anak itu (Sepi) kelihatan sehat-sehat saja. Makanya saat meninggal berusaha meyakinkan apakah benar meninggal karena sakit,” paparnya.

 

Singkat cerita, imbuh Suarta, dua hari berselang, saat akan melayat, sejumlah guru termasuk Suarta mengaku syok karena beredar kabar meninggalnya Sepi dalam kondisi tidak wajar denga temuan sejumah luka lebam.

Baca Juga:  Diduga Sopir Ugal-Ugalan, Mobil PT. Pos Indonesia Ringsek Tabrak Truk

 

Namun, para guru berusaha menepis dan meyakinkan bahwa Sepi meninggal karena sakit.

 

“Setelah adanya laporan polisi, kedua orang tuanya kan diperiksa. Nah baru setelah sempat pulang menjalani pemeriksaan kami para guru melayat ke rumahnya. Katanya memang sakit,” terang guru asal Desa Culik ini.

 

Baru setelah tiga minggu berselang sejak kematian Sepi, para guru di SDN 4 Purwakerti yang terus mengikuti perkembangan di media masa dibuat kecewa.

 

Mereka karena dari hasil penyelidikan polisi ada indikasi mendiang I Kadek Sepi meninggal akibat dianiaya ayah kandung I Nengah Kicen yang saat ini sudah ditetapkan tersangka.

 

“Padahal saya lihat hubungan antara Sepi dengan orang tua baik-baik saja. Sesekali, sempat juga diantar ibunya ke sekolah. Tapi dengan pemberitaan di media kalau itu benar adanya, kami sangat terpukul dengan meninggalnya salah satu murid kami itu,” katanya.


 

KEMATIAN tak wajar I Kadek Sepi, dan penetapan I Nengah Kicen sebagai tersangka benar-benar membuat warga, khususnya krama yang tinggal di Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem geger.

 

Geger karena warga sempat menduga dan percaya jika bocah 13 tahun itu mati wajar karena sakit seperti keterangan orang tuanya.

 

Namun, setelah muncul kabar penangkapan dan penetapan Kicen, warga kembali heboh dan kaget.

 

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

 

SYOK dan kaget, begitulah kesan para guru mendiang I Kadek Sepi, saat mengetahui kabar jika bocah 13 tahun itu tewas diduga akibat dianiaya ayah kandung dan bukan karena sakit.

 

Apalagi, para guru mendiang makin kaget saat mendengar berita jika ayah mendiang, yakni I Nengah Kicen, 33, ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap Korban Kadek Sepi.

 

Salah satunya perasaan syok dan kaget terlontar dari I Ketut Suarta. Guru yang juga mantan wali kelas mendiang, ini mengaku kaget saat mendengar kabar I Kadek Sepi meninggal.

Baca Juga:  Super Sadis! Pengusaha Gorden di Denpasar Tega Aniaya dan Sekap Istri

Bahkan selain dirinya, banyak guru-guru lain di SDN 4 Purwakerthi yang mengaku tak menyangka, anak tersebut meninggal dunia begitu cepat.

 

“Saat meninggal pada Selasa 21 September itu, banyak guru di sini yang kaget,”ungkap Suarta.

 

Kata Suarta, sesaat setelah mendengar kabar duka, banyak gguru yang mencari tahu penyebab kematian anak malang itu.

 

Setelah mendapat kabar bahwa Sepi meninggal akibat sakit, beberapa guru pun langsung mejadwalkan untuk melayat.

 

“Padahal anak itu (Sepi) kelihatan sehat-sehat saja. Makanya saat meninggal berusaha meyakinkan apakah benar meninggal karena sakit,” paparnya.

 

Singkat cerita, imbuh Suarta, dua hari berselang, saat akan melayat, sejumlah guru termasuk Suarta mengaku syok karena beredar kabar meninggalnya Sepi dalam kondisi tidak wajar denga temuan sejumah luka lebam.

Baca Juga:  Ayah-Ibu Kadek Sepi Didampingi Pengacara saat Pembongkaran Kuburan

 

Namun, para guru berusaha menepis dan meyakinkan bahwa Sepi meninggal karena sakit.

 

“Setelah adanya laporan polisi, kedua orang tuanya kan diperiksa. Nah baru setelah sempat pulang menjalani pemeriksaan kami para guru melayat ke rumahnya. Katanya memang sakit,” terang guru asal Desa Culik ini.

 

Baru setelah tiga minggu berselang sejak kematian Sepi, para guru di SDN 4 Purwakerti yang terus mengikuti perkembangan di media masa dibuat kecewa.

 

Mereka karena dari hasil penyelidikan polisi ada indikasi mendiang I Kadek Sepi meninggal akibat dianiaya ayah kandung I Nengah Kicen yang saat ini sudah ditetapkan tersangka.

 

“Padahal saya lihat hubungan antara Sepi dengan orang tua baik-baik saja. Sesekali, sempat juga diantar ibunya ke sekolah. Tapi dengan pemberitaan di media kalau itu benar adanya, kami sangat terpukul dengan meninggalnya salah satu murid kami itu,” katanya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/