alexametrics
29.8 C
Denpasar
Sunday, May 22, 2022

Sebelum Tewas Diduga Dianiaya Ayah Kandung, Mendiang Dikenal Rajin

KEMATIAN Kadek Sepi yang diduga dianiaya ayah kandung terus menuai sorotan dan simpati dari masyarakat luas.

 

Terlebih bagi mereka yang mengenal sosok mendiang Kadek Sepi semasa hidup. Atas kepergian korban (Kadek Sepi) yang begitu cepat dan diduga tak wajar karena diduga dianiaya ayah kandung hingga tewas, banyak yang mengaku kehilangan dan sangat terpukul.

 

Lalu bagaimana keseharian mendiang I Kadek Sepi semasa hidup?

 

 

- Advertisement -

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

 

BAGI krama atau warga Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, sosok mendiang I Kadek Sepi bukanlah nama asing di kehidupan mereka.

 

Semasa hidupnya, bocah 13 tahun yang duduk di bangku kelas VI SD ini dikenal bukan hanya karena rajin dan ramah. Namun bagi krama Banjar Babakan, mendiang juga dikenal supel dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja.

Baca Juga:  KDRT, Oknum Pegawai Pajak di Bali Dipolisikan Istri

 

Kesan itu yang masih terus terngiang di benak warga meski I Kadek Sepi telah meninggal dunia.

 

Bahkan saat Jawa Pos Radar Bali menyambangi sekolah tempat mendiang menuntut ilmu semasa hidupnya, kesan yang sama juga disampaikan para guru atau pengajar di SD Negeri 4 Purwakerthi, Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang.

 

Salah satunya kesan tentang sosok mendiang Sepi disampaikan I Ketut Suarta salah seorang guru di SD Negeri 4 Purwakerthi. Saat ditemui di area sekolah, Selasa (12/10), ia mengaku sangat kaget dan kehilangan dengan kepergian Kadek Sepi muridnya.

 

Kata Suarta, semasa hidup, I Kadek Sepi dikenal rajin dan ramah di sekolah.

Baca Juga:  Mau Pesta Sabu, Digerebek Polisi, Dua Pemuda Klungkung Gagal Nge-Fly

 

Terlebih ketika ada kerja bakti. Dari sisi akdemik, Sepi termasuk orang yang biasa saja. Nilanya juga cukup bagus.

 

Selama proses belajar mengajar di masa normal itu, Suarta yang sempat menjadi wali kelasnya saat duduk di kelas V, mengatakan anak tersebut sangat baik.  

 

“Artinya nilai akademik tidak jelek, tidak juga menonjol. Biasa seperti anak pada umumnya. Tidak juga nakal anaknya. Baik sekali di sekolah. Bergaul dengan temannya juga biasa,” kenangnya.

 

 

- Advertisement -

KEMATIAN Kadek Sepi yang diduga dianiaya ayah kandung terus menuai sorotan dan simpati dari masyarakat luas.

 

Terlebih bagi mereka yang mengenal sosok mendiang Kadek Sepi semasa hidup. Atas kepergian korban (Kadek Sepi) yang begitu cepat dan diduga tak wajar karena diduga dianiaya ayah kandung hingga tewas, banyak yang mengaku kehilangan dan sangat terpukul.

 

Lalu bagaimana keseharian mendiang I Kadek Sepi semasa hidup?

 

 

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

 

 

BAGI krama atau warga Banjar Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem, sosok mendiang I Kadek Sepi bukanlah nama asing di kehidupan mereka.

 

Semasa hidupnya, bocah 13 tahun yang duduk di bangku kelas VI SD ini dikenal bukan hanya karena rajin dan ramah. Namun bagi krama Banjar Babakan, mendiang juga dikenal supel dan sangat mudah bergaul dengan siapa saja.

Baca Juga:  Pura-Pura Beli Ayam, Embat HP, Warga Bungkulan Diciduk Polisi

 

Kesan itu yang masih terus terngiang di benak warga meski I Kadek Sepi telah meninggal dunia.

 

Bahkan saat Jawa Pos Radar Bali menyambangi sekolah tempat mendiang menuntut ilmu semasa hidupnya, kesan yang sama juga disampaikan para guru atau pengajar di SD Negeri 4 Purwakerthi, Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang.

 

Salah satunya kesan tentang sosok mendiang Sepi disampaikan I Ketut Suarta salah seorang guru di SD Negeri 4 Purwakerthi. Saat ditemui di area sekolah, Selasa (12/10), ia mengaku sangat kaget dan kehilangan dengan kepergian Kadek Sepi muridnya.

 

Kata Suarta, semasa hidup, I Kadek Sepi dikenal rajin dan ramah di sekolah.

Baca Juga:  Terbukti Peras Warga, Klian Dinas Buahan Dituntut 1,5 Tahun

 

Terlebih ketika ada kerja bakti. Dari sisi akdemik, Sepi termasuk orang yang biasa saja. Nilanya juga cukup bagus.

 

Selama proses belajar mengajar di masa normal itu, Suarta yang sempat menjadi wali kelasnya saat duduk di kelas V, mengatakan anak tersebut sangat baik.  

 

“Artinya nilai akademik tidak jelek, tidak juga menonjol. Biasa seperti anak pada umumnya. Tidak juga nakal anaknya. Baik sekali di sekolah. Bergaul dengan temannya juga biasa,” kenangnya.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/