alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 15, 2022

Arena Tajen Digerebek, Bebotoh Besar di Bali Tuding Polda Tebang Pilih

DENPASAR-Tiga tahun tak tersentuh aparat, arena judi tajen di Jalan Tukad Oos, Renon, Denpasar, Rabu (12/12) pukul 20.00 akhirnya digerebek.

Arena tajen dengan omzet per malam mencapai ratusan juta, itu digerebek petugas dari Direktorat Shabara Polda Bali.

Sayang pascapenggerebekan, protes pun muncul dari para bebotoh judi tajen di Bali.

Tak hanya “protes”, para bebotoh judi tajen besar di Bali bahkan menuding, penggerebekan yang dilakukan Polda Bali di arena tajen Tukad Oos dinilai tebang pilih.

“Lho kan arena judi tajen yang besar kan masih banyak? Kenapa yang di gerebek hanya di Tukad Oos?. Kalau begini kesannya Polda Bali Tebang pilih,”ujar salah satu bebotoh kepada Jawa Pos Radar Bali.

Baca Juga:  Ungkap Kekerasan Seksual di Kampus, Rektor Unud Ancam Pidanakan LBH

Terlebih dengan tidak ditangkapnya pengelola arena tajen dan hanya barang bukti segelintir ayam aduan yang diamankan, kata bebotoh, ada kesan polisi melakukan penggerebekan setengah hati.

Lalu bagaimana dengan arena judi tajen yang menurut warga bikin resah dan mengganggu lingkungan karena digelar sampai larut malam? Ditanya demikian, bebotoh yang tak mau menyebutkan nama ini tak menampik.

“Memang sampai malam, tapi tajen selesai jam 10 malam. Hanya arena judi lainnya seperti judi kartu bisa sampai pagi. Ini yang membuat masyarakat sekitar resah,” dalihnya.

Seperti diketahui, dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, penggerebekan arena judi tajen di Tukad Oos, Renon oleh Dit Sabhara Polda Bali, Rabu (12/12) malam menyusul adanya laporan masyarakat.

Baca Juga:  Jadi Korban Kekejian Suami, P2TP2A Dampingi Psikologis Korban

Sesuai laporan, masyarakat resah dan terganggu dengan gelaran judi tajen yang digelar hingga larut malam

Atas laporan itu, polisi kemudian menggerebek arena tajen yang sudah berdiri sejak tiga tahun lalu dan tak pernah tersentuh oleh aparat.  



DENPASAR-Tiga tahun tak tersentuh aparat, arena judi tajen di Jalan Tukad Oos, Renon, Denpasar, Rabu (12/12) pukul 20.00 akhirnya digerebek.

Arena tajen dengan omzet per malam mencapai ratusan juta, itu digerebek petugas dari Direktorat Shabara Polda Bali.

Sayang pascapenggerebekan, protes pun muncul dari para bebotoh judi tajen di Bali.

Tak hanya “protes”, para bebotoh judi tajen besar di Bali bahkan menuding, penggerebekan yang dilakukan Polda Bali di arena tajen Tukad Oos dinilai tebang pilih.

“Lho kan arena judi tajen yang besar kan masih banyak? Kenapa yang di gerebek hanya di Tukad Oos?. Kalau begini kesannya Polda Bali Tebang pilih,”ujar salah satu bebotoh kepada Jawa Pos Radar Bali.

Baca Juga:  FPI Resmi Dilarang Pemerintah, Polda Beri Sinyal Kasus Munarman Lanjut

Terlebih dengan tidak ditangkapnya pengelola arena tajen dan hanya barang bukti segelintir ayam aduan yang diamankan, kata bebotoh, ada kesan polisi melakukan penggerebekan setengah hati.

Lalu bagaimana dengan arena judi tajen yang menurut warga bikin resah dan mengganggu lingkungan karena digelar sampai larut malam? Ditanya demikian, bebotoh yang tak mau menyebutkan nama ini tak menampik.

“Memang sampai malam, tapi tajen selesai jam 10 malam. Hanya arena judi lainnya seperti judi kartu bisa sampai pagi. Ini yang membuat masyarakat sekitar resah,” dalihnya.

Seperti diketahui, dari informasi yang berhasil dihimpun Jawa Pos Radar Bali, penggerebekan arena judi tajen di Tukad Oos, Renon oleh Dit Sabhara Polda Bali, Rabu (12/12) malam menyusul adanya laporan masyarakat.

Baca Juga:  Judi Kian Marak saat Pandemi Covid, Ini Pandangan Sosiolog dan Polisi

Sesuai laporan, masyarakat resah dan terganggu dengan gelaran judi tajen yang digelar hingga larut malam

Atas laporan itu, polisi kemudian menggerebek arena tajen yang sudah berdiri sejak tiga tahun lalu dan tak pernah tersentuh oleh aparat.  


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/