alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, August 19, 2022

MIMIH! Hanya Dipicu Tumpahan Air Sabun, Dua Warga Sumba NTT Adu Jotos

KUTA UTARA – Kasus perkelahian sesama warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi di Kuta Utara, Badung.

Kali ini terjadi di sebuah kosan di Jalan LC Batu Bidak, Lingkungan Batu Bidak, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Rabu (11/12) sekitar pukul 18.00.

Perkelahian melibatkan dua orang pemuda, Robinson Frans Munde, 23 dan Frengki Yanus Wanda, 26. Bagaimana ceritanya?

Menurut informasi, perkelahian bermula saat hujan deras yang terjadi Rabu (11/12) sore kemarin. Saat itu, Frengki Yanus Wanda menegur tetangga kamarnya di lantai dua bernama Yanti yang juga asal Sumba, NTT.

Teguran dilayangkan karena air sabun sisa cucian dari Yani jatuh ke lantai 1 bawah. “Saksi bernama Yanti itu tidak terima ditegur. Dia malah membantah dan bilang, memangnya kenapa,” terang sumber polisi, Kamis (12/12).

Baca Juga:  Eks Sekkab Buleleng Jadi Tersangka Gratifikasi, Ini Kata Bupati PAS

Tidak cukup sampai di situ, Yanti yang masih tidak terima ditegur oleh Frengki Yanus Wanda, saksi Yanti melaporkan hal itu kepada saudaranya, Robinson Frans Munde melalui telepon.

Tidak berselang lama, Robinson Frans Munde datang ke kos tersebut lalu menemui Frengki Yanus Wanda.

Di situ, Robinson Frans Munde menanyakan kepada Frengki Yanus Wanda kenapa saudarinya, Yanti dibentak-bentak.

“Tanpa panjang lebar, tiba-tiba saja Frengki Yanus Wanda langsung melayangkan pukulan kepada Robinson Frans Munde, sehingga terjadilah perkelahian,” tambah sumber.

Perkelahian antara keduanya pun berlangsung sengit hingga keduanya mengelami luka memar di masing-masing bagian wajah dan tubuh mereka.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Kuta Utara AKP Anom Danujaya mengatakan, pascakejadian itu, kedua pelaku sempat diamankan ke Polsek Kuta Utara.

Baca Juga:  Keroyok Korban Sampai Mati, Dituntut Ringan Masih Minta Keringanan

Pihaknya juga telah memanggil orangtua dari kedua pria Sumba ini untuk bisa mengurus kejadian ini secara kekeluargaan.

“Tidak ada yang membuat laporan polisi. Jadi, tidak ada yang ditahan juga. Karena mereka berdua itu masih ada hubungan kerabat,” tandasnya.



KUTA UTARA – Kasus perkelahian sesama warga Sumba, Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali terjadi di Kuta Utara, Badung.

Kali ini terjadi di sebuah kosan di Jalan LC Batu Bidak, Lingkungan Batu Bidak, Kerobokan Kaja, Kuta Utara, Badung, Rabu (11/12) sekitar pukul 18.00.

Perkelahian melibatkan dua orang pemuda, Robinson Frans Munde, 23 dan Frengki Yanus Wanda, 26. Bagaimana ceritanya?

Menurut informasi, perkelahian bermula saat hujan deras yang terjadi Rabu (11/12) sore kemarin. Saat itu, Frengki Yanus Wanda menegur tetangga kamarnya di lantai dua bernama Yanti yang juga asal Sumba, NTT.

Teguran dilayangkan karena air sabun sisa cucian dari Yani jatuh ke lantai 1 bawah. “Saksi bernama Yanti itu tidak terima ditegur. Dia malah membantah dan bilang, memangnya kenapa,” terang sumber polisi, Kamis (12/12).

Baca Juga:  Gudang Villa Swedia Terbakar, Satu Luka, Tiga Motor Hangus

Tidak cukup sampai di situ, Yanti yang masih tidak terima ditegur oleh Frengki Yanus Wanda, saksi Yanti melaporkan hal itu kepada saudaranya, Robinson Frans Munde melalui telepon.

Tidak berselang lama, Robinson Frans Munde datang ke kos tersebut lalu menemui Frengki Yanus Wanda.

Di situ, Robinson Frans Munde menanyakan kepada Frengki Yanus Wanda kenapa saudarinya, Yanti dibentak-bentak.

“Tanpa panjang lebar, tiba-tiba saja Frengki Yanus Wanda langsung melayangkan pukulan kepada Robinson Frans Munde, sehingga terjadilah perkelahian,” tambah sumber.

Perkelahian antara keduanya pun berlangsung sengit hingga keduanya mengelami luka memar di masing-masing bagian wajah dan tubuh mereka.

Terkait kejadian ini, Kapolsek Kuta Utara AKP Anom Danujaya mengatakan, pascakejadian itu, kedua pelaku sempat diamankan ke Polsek Kuta Utara.

Baca Juga:  Bikin Onar di Bali, Dua Warga Ukraina dan Satu Rusia Dideportasi

Pihaknya juga telah memanggil orangtua dari kedua pria Sumba ini untuk bisa mengurus kejadian ini secara kekeluargaan.

“Tidak ada yang membuat laporan polisi. Jadi, tidak ada yang ditahan juga. Karena mereka berdua itu masih ada hubungan kerabat,” tandasnya.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/