alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 10, 2022

Sempat Diduga Bangkai Sapi, Mayat Tanpa Busana Hebohkan Warga Buleleng

SINGARAJA – Warga dan pengunjung Pantai Palisan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Rabu pagi (13/1) digegerkan dengan temuan sesosok mayat.

Kali ini, Sosok mayat pria tanpa busana ditemukan mengapung di Pantai Palisan, Desa Les, Kecamatan Tejakula.

Belum diketahui pasti identitas jenazah tersebut. Pasalnya hingga kini, pihak kepolisian menyatakan belum menerima adanya laporan warga yang hilang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat ditemukan sekitar pukul 10.30 WITA.

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Saksi Gede Surasta, 53, warga setempat. Saat itu ia sedang memungut kayu bakar yang banyak ditemukan di pinggir pantai.

Surasta kemudian mencium bau bangkai. Ia melihat ada bangkai yang mengambang di antara tumpukan kayu, sekitar dua meter dari bibir pantai. Semula ia menduga itu adalah bangkai sapi.

Surasta kemudian memanggil rekannya, Gede Nantayasa yang kebetulan sedang memperbaiki perahu di dekat lokasi kejadian. Keduanya kemudian mendekati bangkai yang mengambang itu.

Baca Juga:  Mr X Penabrak Avanza dan Hanyut di Tukad Balian Warga Banyuwangi

Setelah dilihat dari dekat, ternyata itu adalah mayat manusia. Keduanya urung menarik mayat ke tepi pantai. Mereka memilih melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.

Warga pun sempat heboh dengan temuan tersebut. Namun tak ada yang berani melakukan evakuasi. Mayat sempat hanyut ke tengah laut.

Aparat desa kemudian meminta bantuan pada nelayan untuk menarik kembali mayat itu ke pantai. Akhirnya nelayan yang mengevakuasi jenazah itu ke tepi pantai.

Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya temuan mayat tersebut.

Saat ditemukan, kata Adika, mayat sudah berwarna putih pucat. Bagian wajah sulit dikenali. Selain itu tidak ada pakaian yang melekat pada mayat tersebut.

Baca Juga:  Terkait Laporan MKKBN, Forkom Taksu Bali Tetap Lawan Sampradaya

“Tadi sudah dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RSUD Buleleng. Tim identifikasi juga sudah merapat melakukan pemeriksaan awal. Nanti akan dilakukan pemeriksaan lebih mendetail dari dokter forensik di RSUD,” kata Sumarjaya.

Sementara itu Perbekel Les Gede Adi Wistara yang dikonfirmasi terpisah mengaku sempat melihat langsung mayat tersebut.

Hanya saja pihaknya tak bisa memastikan identitas dari mayat itu. “Wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Kalau mayatnya sih tidka bengkak, hanya kulitnya itu sudah pucat sekali,” kata Adi Wistara.

Adi menyebut dalam sebulan terakhir, ia tidak menerima laporan warga hilang di Desa Les.

“Tidak ada warga yang hilang, atau kehilangan sanak saudara juga tidak ada. Informasi dari kepolisian juga dalam beberapa bulan ini tidak ada yang hilang di sekitar Kecamatan Tejakula ini,” tegasnya. 



SINGARAJA – Warga dan pengunjung Pantai Palisan, Desa Les, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Rabu pagi (13/1) digegerkan dengan temuan sesosok mayat.

Kali ini, Sosok mayat pria tanpa busana ditemukan mengapung di Pantai Palisan, Desa Les, Kecamatan Tejakula.

Belum diketahui pasti identitas jenazah tersebut. Pasalnya hingga kini, pihak kepolisian menyatakan belum menerima adanya laporan warga yang hilang.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat ditemukan sekitar pukul 10.30 WITA.

Mayat itu ditemukan pertama kali oleh Saksi Gede Surasta, 53, warga setempat. Saat itu ia sedang memungut kayu bakar yang banyak ditemukan di pinggir pantai.

Surasta kemudian mencium bau bangkai. Ia melihat ada bangkai yang mengambang di antara tumpukan kayu, sekitar dua meter dari bibir pantai. Semula ia menduga itu adalah bangkai sapi.

Surasta kemudian memanggil rekannya, Gede Nantayasa yang kebetulan sedang memperbaiki perahu di dekat lokasi kejadian. Keduanya kemudian mendekati bangkai yang mengambang itu.

Baca Juga:  Mayat Pria Mengambang Di Bawah Jembatan Tukad Badung Bikin Geger Warga

Setelah dilihat dari dekat, ternyata itu adalah mayat manusia. Keduanya urung menarik mayat ke tepi pantai. Mereka memilih melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian.

Warga pun sempat heboh dengan temuan tersebut. Namun tak ada yang berani melakukan evakuasi. Mayat sempat hanyut ke tengah laut.

Aparat desa kemudian meminta bantuan pada nelayan untuk menarik kembali mayat itu ke pantai. Akhirnya nelayan yang mengevakuasi jenazah itu ke tepi pantai.

Kasubbag Humas Polres Buleleng Iptu Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi kemarin membenarkan adanya temuan mayat tersebut.

Saat ditemukan, kata Adika, mayat sudah berwarna putih pucat. Bagian wajah sulit dikenali. Selain itu tidak ada pakaian yang melekat pada mayat tersebut.

Baca Juga:  Pasutri Ditemukan Terkapar di Jalan, Suami Tewas, Istri Luka Berat

“Tadi sudah dievakuasi menggunakan ambulans PMI ke RSUD Buleleng. Tim identifikasi juga sudah merapat melakukan pemeriksaan awal. Nanti akan dilakukan pemeriksaan lebih mendetail dari dokter forensik di RSUD,” kata Sumarjaya.

Sementara itu Perbekel Les Gede Adi Wistara yang dikonfirmasi terpisah mengaku sempat melihat langsung mayat tersebut.

Hanya saja pihaknya tak bisa memastikan identitas dari mayat itu. “Wajahnya sudah tidak bisa dikenali. Kalau mayatnya sih tidka bengkak, hanya kulitnya itu sudah pucat sekali,” kata Adi Wistara.

Adi menyebut dalam sebulan terakhir, ia tidak menerima laporan warga hilang di Desa Les.

“Tidak ada warga yang hilang, atau kehilangan sanak saudara juga tidak ada. Informasi dari kepolisian juga dalam beberapa bulan ini tidak ada yang hilang di sekitar Kecamatan Tejakula ini,” tegasnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/