alexametrics
27.6 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Akhirnya Mantan Kadis Pariwisata Buleleng Kembalikan Kerugian Negara

SINGARAJA– Seluruh terpidana kasus korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata, akhirnya membayar denda dan uang pengganti kerugian negara.

Terpidana Made Sudama Diana yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, akhirnya menyerahkan dana pada Jaksa Eksekutor di Kejaksaan Negeri Buleleng, pada Rabu (11/1) lalu.

Humas Kejari Buleleng Anak Agung Jayalantara mengatakan, terpidana membayarkan denda dan uang pengganti kerugian negara melalui keluarganya.

Uang itu diterima jaksa eksekutor Isnarti Jayaningsih. Total dana yang diterima sebanyak Rp 57.899.419 yang dibayarkan secara tunai.

Uang itu terdiri dari biaya denda sebanyak Rp 50 juta, uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 7.889.419, serta biaya perkara sebanyak Rp 10 ribu. Hal itu sesuai dengan amar putusan Pengadilan Tinggi Bali Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2021/PT Dps tertanggal 14 Desember 2021.

Baca Juga:  Jaksa Sebut Kasus Ngaben Sudaji Tak Penuhi Syarat Formil dan Materiil

“Uang dari seluruh terpidana sudah kami terima. Selanjutnya kami akan menyetorkan uang tersebut ke kas negara,” kata Jayalantara saat memberikan keterangan pers di Kejari Buleleng, Kamis (13/1).

Dengan dibayarkannya tersebut, maka para terpidana tidak perlu menjalani pidana subsidair. Mereka hanya tinggal menjalankan pidana pokok sesuai dengan amar putusan hakim.

- Advertisement -

“Semua sudah membayar denda maupun uang pengganti. Jadi tidak ada pidana subsidair. Seandainya tidak memenuhi kewajiban tersebut, baru para terpidana akan menjalani pidana subsidair,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Denpasar telah menjatuhkan vonis terhadap para ASN di Dinas Pariwisata Buleleng yang melakukan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata pada tahun 2020.

Dalam perkara tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sebanyak Rp 783 juta.

Baca Juga:  Dilimpahkan ke JPU, Target Usai Lebaran Sudah Masuk Pengadilan Tipikor

Terpidana I Made Sudama Diana yang mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, dijatuhi hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan penjara, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 7.989.416 subsidair 1 tahun penjara.

 Terpidana telah memenuhi kewajiban denda dan uang pengganti, sehingga cukup menjalani hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara.

Sementara tujuh terpidana lainnya divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan penjara. Para terpidana itu adalah Ni Nyoman Ayu Wiratni, Putu Budiani, Putu Sudarsana, Kadek Widiastra, I Nyoman Sempiden, I Nyoman Gede Gunawan, dan I Gusti Ayu Maheri Agung. Mereka pun hanya perlu menjalani pidana selama 1 tahun, karena telah memenuhi kewajiban membayar denda. 

- Advertisement -

SINGARAJA– Seluruh terpidana kasus korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata, akhirnya membayar denda dan uang pengganti kerugian negara.

Terpidana Made Sudama Diana yang juga mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, akhirnya menyerahkan dana pada Jaksa Eksekutor di Kejaksaan Negeri Buleleng, pada Rabu (11/1) lalu.

Humas Kejari Buleleng Anak Agung Jayalantara mengatakan, terpidana membayarkan denda dan uang pengganti kerugian negara melalui keluarganya.

Uang itu diterima jaksa eksekutor Isnarti Jayaningsih. Total dana yang diterima sebanyak Rp 57.899.419 yang dibayarkan secara tunai.

Uang itu terdiri dari biaya denda sebanyak Rp 50 juta, uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 7.889.419, serta biaya perkara sebanyak Rp 10 ribu. Hal itu sesuai dengan amar putusan Pengadilan Tinggi Bali Nomor 7/Pid.Sus-TPK/2021/PT Dps tertanggal 14 Desember 2021.

Baca Juga:  Dilimpahkan ke JPU, Target Usai Lebaran Sudah Masuk Pengadilan Tipikor

“Uang dari seluruh terpidana sudah kami terima. Selanjutnya kami akan menyetorkan uang tersebut ke kas negara,” kata Jayalantara saat memberikan keterangan pers di Kejari Buleleng, Kamis (13/1).

Dengan dibayarkannya tersebut, maka para terpidana tidak perlu menjalani pidana subsidair. Mereka hanya tinggal menjalankan pidana pokok sesuai dengan amar putusan hakim.

“Semua sudah membayar denda maupun uang pengganti. Jadi tidak ada pidana subsidair. Seandainya tidak memenuhi kewajiban tersebut, baru para terpidana akan menjalani pidana subsidair,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Majelis Hakim di Pengadilan Tipikor Denpasar telah menjatuhkan vonis terhadap para ASN di Dinas Pariwisata Buleleng yang melakukan korupsi dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sektor pariwisata pada tahun 2020.

Dalam perkara tersebut, negara diperkirakan mengalami kerugian sebanyak Rp 783 juta.

Baca Juga:  Jerat Pemilik Akun @Lisaboedi, Ni Luh Djelantik Siapkan Ahli Bahasa

Terpidana I Made Sudama Diana yang mantan Kepala Dinas Pariwisata Buleleng, dijatuhi hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara, denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan penjara, dan membayar uang pengganti kerugian negara sebanyak Rp 7.989.416 subsidair 1 tahun penjara.

 Terpidana telah memenuhi kewajiban denda dan uang pengganti, sehingga cukup menjalani hukuman 2 tahun dan 8 bulan penjara.

Sementara tujuh terpidana lainnya divonis 1 tahun penjara dan denda Rp 50 juta subsidair 4 bulan penjara. Para terpidana itu adalah Ni Nyoman Ayu Wiratni, Putu Budiani, Putu Sudarsana, Kadek Widiastra, I Nyoman Sempiden, I Nyoman Gede Gunawan, dan I Gusti Ayu Maheri Agung. Mereka pun hanya perlu menjalani pidana selama 1 tahun, karena telah memenuhi kewajiban membayar denda. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/