alexametrics
27.6 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Jadi Pintu Masuk Narkoba ke Bali, Gilimanuk Siap Dipasang X-Ray Mobile

NEGARA — Selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tuban, Badung, pelabuhan penyeberangan Gilimanuk di Jembrana menjadi salah satu pintu masuknya narkotika ke Bali.

Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali fokus mengawasi pintu-pintu masuk Bali untuk mencegah masuknya narkotika ke Bali.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar, saat menghadiri deklarasi janji kinerja tahun 2022 dan pencanangan rutan kelas II B Negara sebagai rutan bersih narkoba, Kamis (13/1).

Menurutnya, BNN Provinsi Bali mengupayakan agar narkotika tidak masuk Bali. “Sehingga kita memang memfokuskan pada jaringan pengedar yang kelas kakap yang memasok ke Bali,” tegasnya.

Meski upaya pencegahan di pintu masuk Bali sudah maksimal, potensi atau peluang masuk Bali melalui cara tertentu masih ada. Karena itu, kalau pun lolos masuk Bali, BNN Provinsi Bali bersama aparat kepolisian yang melakukan penegakan hukum.

Selama ini, ada dua jenis narkotika yang mendominasi masuk Bali. Yakni, sabu-sabu dan ganja yang masuk melalui bandara dan pelabuhan penyeberangan Gilimanuk melewati ekspedisi.

Baca Juga:  Ngeri, Netizen Rekam Detik-detik Puting Beliung Terjang Selat Bali

 Hal tersebut terungkap dari dua penangkapan sabu-sabu sekitar 30 gram lewat bandara dengan modus-modus tertentu, mulai dari sandal dan ekspedisi. Penangkapan lain, ganja sekitar 44 kilogram di terminal Mengwi yang sempat lewat Pelabuhan Gilimanuk.

- Advertisement -

Khusus di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain untuk bersama-sama mencegah narkotika masuk Bali.

Selain personil dan sarana yang sudah ada, BNN Provinsi Bali juga memiliki alat deteksi x-ray mobile yang sewaktu-waktu dibutuhkan bisa digunakan di pelabuhan untuk memantau barang yang masuk.

Masih kata Sugianyar, dalam upaya memerangi narkoba tidak hanya dengan penindakan hukum. Sehingga, meskipun saat ini belum ada BNN Kabupaten di Jembrana, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk untuk lebih mengaktifkan kegiatan yang sifatnya lebih edukatif dan koordinatif dengan BNK.

Baca Juga:  Terima Uang Muka Narkoba, Warga Pamekasan Madura Dituntut 13 Tahun

Terpenting dalam menangani narkoba tidak cukup dengan penegakan hukum. Terpenting adalah pendekatan edukasi dan rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,

“Ini yang sedang kita kembangkan sekarang, edukasi sebagai upaya soft power. Lebih penting lagi  kita bisa rutan atau lapas bersih narkoba, artinya lebih pada edukasi dan rehabilitasi,” ungkapnya.

Edukasi dan rehabilitasi untuk para pengguna narkoba di rutan atau lapas, karena fakta yang ada sebagian rutan dan lapas di Bali lebih 50 persen tahanan narkoba.

 Warga binaan rutan dan lapas selain sebagai pelaku tindak pidana, mereka juga korban penyalahguna narkoba sehingga harus direhabilitasi.

“Kami akan bekerjasama dengan rutan untuk rehabilitasi tahun ini. Sehingga ketika kembali ke masyarakat sudah produktif. Karena mereka bukan penjahat, hanya tersesat,” terangnya. 

- Advertisement -

NEGARA — Selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Tuban, Badung, pelabuhan penyeberangan Gilimanuk di Jembrana menjadi salah satu pintu masuknya narkotika ke Bali.

Untuk itu, Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali fokus mengawasi pintu-pintu masuk Bali untuk mencegah masuknya narkotika ke Bali.

Hal tersebut diungkapkan Kepala BNN Provinsi Bali Brigjen Pol Gde Sugianyar, saat menghadiri deklarasi janji kinerja tahun 2022 dan pencanangan rutan kelas II B Negara sebagai rutan bersih narkoba, Kamis (13/1).

Menurutnya, BNN Provinsi Bali mengupayakan agar narkotika tidak masuk Bali. “Sehingga kita memang memfokuskan pada jaringan pengedar yang kelas kakap yang memasok ke Bali,” tegasnya.

Meski upaya pencegahan di pintu masuk Bali sudah maksimal, potensi atau peluang masuk Bali melalui cara tertentu masih ada. Karena itu, kalau pun lolos masuk Bali, BNN Provinsi Bali bersama aparat kepolisian yang melakukan penegakan hukum.

Selama ini, ada dua jenis narkotika yang mendominasi masuk Bali. Yakni, sabu-sabu dan ganja yang masuk melalui bandara dan pelabuhan penyeberangan Gilimanuk melewati ekspedisi.

Baca Juga:  Arus Balik Diprediksi Membludak, Pengamanan Diperketat

 Hal tersebut terungkap dari dua penangkapan sabu-sabu sekitar 30 gram lewat bandara dengan modus-modus tertentu, mulai dari sandal dan ekspedisi. Penangkapan lain, ganja sekitar 44 kilogram di terminal Mengwi yang sempat lewat Pelabuhan Gilimanuk.

Khusus di Pelabuhan Gilimanuk sebagai pintu masuk Bali melalui jalur darat, pihaknya sudah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum lain untuk bersama-sama mencegah narkotika masuk Bali.

Selain personil dan sarana yang sudah ada, BNN Provinsi Bali juga memiliki alat deteksi x-ray mobile yang sewaktu-waktu dibutuhkan bisa digunakan di pelabuhan untuk memantau barang yang masuk.

Masih kata Sugianyar, dalam upaya memerangi narkoba tidak hanya dengan penindakan hukum. Sehingga, meskipun saat ini belum ada BNN Kabupaten di Jembrana, pihaknya bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk untuk lebih mengaktifkan kegiatan yang sifatnya lebih edukatif dan koordinatif dengan BNK.

Baca Juga:  Remas Payudara 17 Perempuan, Kadek Ngaku untuk Kepuasan Seksual

Terpenting dalam menangani narkoba tidak cukup dengan penegakan hukum. Terpenting adalah pendekatan edukasi dan rehabilitasi dan pemberdayaan masyarakat,

“Ini yang sedang kita kembangkan sekarang, edukasi sebagai upaya soft power. Lebih penting lagi  kita bisa rutan atau lapas bersih narkoba, artinya lebih pada edukasi dan rehabilitasi,” ungkapnya.

Edukasi dan rehabilitasi untuk para pengguna narkoba di rutan atau lapas, karena fakta yang ada sebagian rutan dan lapas di Bali lebih 50 persen tahanan narkoba.

 Warga binaan rutan dan lapas selain sebagai pelaku tindak pidana, mereka juga korban penyalahguna narkoba sehingga harus direhabilitasi.

“Kami akan bekerjasama dengan rutan untuk rehabilitasi tahun ini. Sehingga ketika kembali ke masyarakat sudah produktif. Karena mereka bukan penjahat, hanya tersesat,” terangnya. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/