alexametrics
25.4 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Dua Wanita Penumpang Kapal Asal Bandung Terjun Ke Laut, Satu Tewas

AMLAPURA-Seluruh penumpang dan awak KMP Marina Primera tujuan Pelabuhan Lembar-Padangbai, Jumat sore (12/2) sekitar pukul 16. 30 WITA dibuat geger.

 

Heboh penumpang dan awak kapal ini menyusul dengan aksi dua wanita asal Bandung, Jawa Barat, Siti dan mertuanya Suryati alias Noni, 61.

 

Dua perempuan yang belakangan diketahui sebagai penumpang bus Rasa Sayang tujuan Bima-Jakarta ini tiba-tiba terjun ke laut saat kapal sedang mengarungi lautan di Perairan Bali atau tepatnya di seputaran Perairan Nusa Penida, Klungkung.

 

Akibat insiden ini, korban Siti meninggal dunia. Sedangkan mertuanya Suryati alias Noni selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

Kapolsek Kawasan Laut Padangbai, Kompol I Made Suadnyana saat dikonfirmasi terkait insiden ini, Sabtu (13/2) membenarkan.

 

Dijelaskan, hingga nahas menimpa wanita asal Bandung, ini bermula dari kedua korban Siti dan mertuanya sedang menumpang kapal KMP Marina Primera dengan menumpang bus Rasa Sayang tujuan Bima-Jakarta.

 

Sesuai informasi, kedua penumpang bus Rasa Sayang dan masih memiliki hubungan menantu dan mertua ini hendak pergi ke Bima untuk mencari suami Siti (anak Suryati) yang sedang mengalami sakit.

Baca Juga:  Terduga Pelaku Mengadu ke Polisi, Tuding BEM Cemarkan Nama Baik

 

“Kedua korban ini datang dari Jakarta ke Bima menggunakan bus yang sama pada Rabu lalu (10/2). Dalam perjalanan ke Bima, Siti ini ngomong ke kondektur bahwa suaminya sudah meninggal dan jenazah sudah dibawa menuju Garut sehingga keduanya memutuskan untuk balik menuju Garut,” terang Kompol Made Suadnyana.

 

Namun, saat akan balik menuju kampung halaman di Jawa Barat, keduanya kehabisan ongkos.

Sehingga kedua korban menelepon keluarganya untuk mengirimkan uang melalui rekening kondektur bus senilai Rp1 juta.

 

Selanjutnya, Jumat (12/2) lalu, kedua korban ini akhirnya balik dengan hanya membayar ongkos bus sebesar Rp 900 ribu

 

Padahal ongkos menuju Garut,Jawa Barat per orang dikenakan biaya Rp750 ribu. Namun karena kasihan, kondektur bus akhirnya mengizinkan. 

 

Kemudian, setelah bus memasuki kapal, lanjut Kompol Suadnyana, awalnya kedaan kapal saat itu berlangsung aman-aman saja.

 

Kedua korban naik ke atas kapal. Namun, kondisi itu berubah saat kapal sedang melintasi Perairan Nusa Penida atau tepatnya di posisi 8* 35′ 324″ S// 115* 43′ 090.

Baca Juga:  Kasus Tiga Pembunuh Pria Sumba Segera Direkonstruksi, Polisi Bilang…

 

Kata Kompol Suadnyana, sekitar pukul 16.30 WITA, penumpang dan awak kapal tiba-tiba dikejutkan dengan suara teriakan.

 

Mendengar ada teriakan, awak kapal kemudian melakukan pengecekan.

 

Setelah dicek, ternyata Siti dan mertuanya Suryati sudah tercebur ke dalam laut.

 

Melihat kejadian itu, kapal langsung mundur untuk mendekati kedua korban.

 

“ABK kapal langsung meluncur ke laut untuk menyelamatkan kedua korban. Keduanya saat itu juga berhasil dievakuasi ke kapal. Namun saat di periksa oleh ABK kapal bagian kesehatan, satu korban atas nama Siti sudah meninggal dunia sementara ibu mertuanya lemas,” terang Suadnyana.

 

Selanjutnya atas kejadian ini, imbuh Kompol Suadnyana, korban yang selamat ini langsung dibawa menuju Puskesmas Manggis untuk kemudian dirujuk ke RSUD Amlapura guna mendapat penanganan intensif.

 

 “Sementara untuk korban meninggal jenazahnya sampai saat ini masih berada di RSUD Amlapura. Keluarganya sudah menjemput dan jenazah akan dibawa pulang ke kampung halaman,” tandasnya.

 



AMLAPURA-Seluruh penumpang dan awak KMP Marina Primera tujuan Pelabuhan Lembar-Padangbai, Jumat sore (12/2) sekitar pukul 16. 30 WITA dibuat geger.

 

Heboh penumpang dan awak kapal ini menyusul dengan aksi dua wanita asal Bandung, Jawa Barat, Siti dan mertuanya Suryati alias Noni, 61.

 

Dua perempuan yang belakangan diketahui sebagai penumpang bus Rasa Sayang tujuan Bima-Jakarta ini tiba-tiba terjun ke laut saat kapal sedang mengarungi lautan di Perairan Bali atau tepatnya di seputaran Perairan Nusa Penida, Klungkung.

 

Akibat insiden ini, korban Siti meninggal dunia. Sedangkan mertuanya Suryati alias Noni selamat dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

 

Kapolsek Kawasan Laut Padangbai, Kompol I Made Suadnyana saat dikonfirmasi terkait insiden ini, Sabtu (13/2) membenarkan.

 

Dijelaskan, hingga nahas menimpa wanita asal Bandung, ini bermula dari kedua korban Siti dan mertuanya sedang menumpang kapal KMP Marina Primera dengan menumpang bus Rasa Sayang tujuan Bima-Jakarta.

 

Sesuai informasi, kedua penumpang bus Rasa Sayang dan masih memiliki hubungan menantu dan mertua ini hendak pergi ke Bima untuk mencari suami Siti (anak Suryati) yang sedang mengalami sakit.

Baca Juga:  [Breaking News] Belasan Tenaga Kesehatan Diperiksa

 

“Kedua korban ini datang dari Jakarta ke Bima menggunakan bus yang sama pada Rabu lalu (10/2). Dalam perjalanan ke Bima, Siti ini ngomong ke kondektur bahwa suaminya sudah meninggal dan jenazah sudah dibawa menuju Garut sehingga keduanya memutuskan untuk balik menuju Garut,” terang Kompol Made Suadnyana.

 

Namun, saat akan balik menuju kampung halaman di Jawa Barat, keduanya kehabisan ongkos.

Sehingga kedua korban menelepon keluarganya untuk mengirimkan uang melalui rekening kondektur bus senilai Rp1 juta.

 

Selanjutnya, Jumat (12/2) lalu, kedua korban ini akhirnya balik dengan hanya membayar ongkos bus sebesar Rp 900 ribu

 

Padahal ongkos menuju Garut,Jawa Barat per orang dikenakan biaya Rp750 ribu. Namun karena kasihan, kondektur bus akhirnya mengizinkan. 

 

Kemudian, setelah bus memasuki kapal, lanjut Kompol Suadnyana, awalnya kedaan kapal saat itu berlangsung aman-aman saja.

 

Kedua korban naik ke atas kapal. Namun, kondisi itu berubah saat kapal sedang melintasi Perairan Nusa Penida atau tepatnya di posisi 8* 35′ 324″ S// 115* 43′ 090.

Baca Juga:  Mobil Masuk Jurang di Buleleng, Satu Tewas Terjepit Bodi, 6 Terluka

 

Kata Kompol Suadnyana, sekitar pukul 16.30 WITA, penumpang dan awak kapal tiba-tiba dikejutkan dengan suara teriakan.

 

Mendengar ada teriakan, awak kapal kemudian melakukan pengecekan.

 

Setelah dicek, ternyata Siti dan mertuanya Suryati sudah tercebur ke dalam laut.

 

Melihat kejadian itu, kapal langsung mundur untuk mendekati kedua korban.

 

“ABK kapal langsung meluncur ke laut untuk menyelamatkan kedua korban. Keduanya saat itu juga berhasil dievakuasi ke kapal. Namun saat di periksa oleh ABK kapal bagian kesehatan, satu korban atas nama Siti sudah meninggal dunia sementara ibu mertuanya lemas,” terang Suadnyana.

 

Selanjutnya atas kejadian ini, imbuh Kompol Suadnyana, korban yang selamat ini langsung dibawa menuju Puskesmas Manggis untuk kemudian dirujuk ke RSUD Amlapura guna mendapat penanganan intensif.

 

 “Sementara untuk korban meninggal jenazahnya sampai saat ini masih berada di RSUD Amlapura. Keluarganya sudah menjemput dan jenazah akan dibawa pulang ke kampung halaman,” tandasnya.

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/