alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Edarkan Narkoba, Residivis Kambuhan Kembali Dituntut 11 Tahun

DENPASAR– Tahun 2015 lalu terdakwa Teguh Santoso sempat diganjar pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara, pada 2015 silam.

Meski sempat dibui,  tak membuat Teguh Santoso jera alias kapok.

Pria 42 tahun itu kembali beraksi mengedarkan narkotika. Bahkan, kali ini jumlah dan jenisnya lebih banyak. Dia mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.

Total ada 25 paket narkotika jenis ekstasi dengan jumlah 117 butir tablet dan 1 pecahan tablet dengan berat bersih 47,1 gram.

Terdakwa asal Malang, Jawa Timur, itu juga menguasai enam paket sabu dengan berat bersih 59,02 gram, sehingga total keseluruhan narkotika tersebut adalah 100,12 gram.

Fakta sebagai residivis itu membuat JPU Widyaningsih mengajukan tuntutan di atas sepuluh tahun.

“Kami mengajukan tuntutan sebelas tahun penjara kepada terdakwa Teguh Santoso. Salah satu pertimbangan memberatkan karena terdakwa pernah dihukum sebelumnya,” ujar JPU Widya dikonfirmasi Sabtu kemarin (12/2).

Baca Juga:  Jossss... 0,5 Kg Sabu Diamankan dari Tangan Pentolan Ormas

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Selain menuntut pidana penjara selama sebelas tahun, JPU juga menuntut pidana denda Rp 1 miliar.

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama enam bulan,” tandas JPU Widya.

Dijelaskan JPU, terdakwa Teguh Santoso mendapat perintah dari seseorang untuk mengambil ekstasi di sekitar Jalan Jaya Giri Denpasar untuk dibawa ke kos terdakwa di Jalan Ceningan Sari IV, Sesetan, Denpasar Selatan.

Sehari kemudian pukul 22.00, terdakwa kembali mengambil 100 butir ekstasi dan 100 gram ekstasi di Jalan Gelogor Carik. Terdakwa kemudian mengemas ulang sabu dan ekstasi untuk ditempel di tempat-tempat sesuai arahan bandar.

Terdakwa mengemas barang haram itu menjadi satu paket berisi 20 butir ekstasi, sisanya masing-masing dikemas dengan berisi 5 butir ekstasi. Sedangkan sabu-sabu dikemas menjadi 30 paket dengan berat masing-masing 1 gram.

Sedangkan 30 paket dengan berat masing-masing 0,4 gram dikemas dalam potongan pipet hitam. Selanjutnya 4 paket ekstasi yang masing-masing berisi 5 butir dan 1 paket yang berisi 20 butir ekstasi ditempel di daerah Renon.

Baca Juga:  Main Narkoba di Usia Senja, Divonis 14 Tahun, Residivis Menua di Bui

Pada 1 Oktober 2021, terdakwa menempelkan 30 paket narkotika jenis sabu di berbagai tempat. Setelah itu terdakwa kembali mengambil 57 butir ekstasi untuk dikemas ulang menjadi 10 paket ekstasi.

Selanjutnya, pada 4 Oktober 2021 terdakwa menempelkan 15 paket sabu dengan berat berbvariasi di sejumlah titik.

Apes, sehari setelah keliling mengedarkan sabu dan ekstasi, terdakwa ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan menjelang subuh di Jalan Pulau Bungin.

Terdakwa yang mengendarai mobil mencoba melarikan diri sambil membuang paket narkotika yang dibawanya. Tapi polisi langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil menangkap terdakwa.

Polisi kemudian membawa terdakwa ke rumah kosnya. Polisi menemukan beragam paket berisi esktasi. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Kota Denpasar.



DENPASAR– Tahun 2015 lalu terdakwa Teguh Santoso sempat diganjar pidana penjara selama tujuh tahun dan denda Rp 800 juta subsider tiga bulan penjara, pada 2015 silam.

Meski sempat dibui,  tak membuat Teguh Santoso jera alias kapok.

Pria 42 tahun itu kembali beraksi mengedarkan narkotika. Bahkan, kali ini jumlah dan jenisnya lebih banyak. Dia mengedarkan ekstasi dan sabu-sabu.

Total ada 25 paket narkotika jenis ekstasi dengan jumlah 117 butir tablet dan 1 pecahan tablet dengan berat bersih 47,1 gram.

Terdakwa asal Malang, Jawa Timur, itu juga menguasai enam paket sabu dengan berat bersih 59,02 gram, sehingga total keseluruhan narkotika tersebut adalah 100,12 gram.

Fakta sebagai residivis itu membuat JPU Widyaningsih mengajukan tuntutan di atas sepuluh tahun.

“Kami mengajukan tuntutan sebelas tahun penjara kepada terdakwa Teguh Santoso. Salah satu pertimbangan memberatkan karena terdakwa pernah dihukum sebelumnya,” ujar JPU Widya dikonfirmasi Sabtu kemarin (12/2).

Baca Juga:  Begini Modus Pelaku Oplos Kosmetik, Terungkap Sebagian dari Bahan…

Perbuatan terdakwa melanggar Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika. Selain menuntut pidana penjara selama sebelas tahun, JPU juga menuntut pidana denda Rp 1 miliar.

“Dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar diganti pidana penjara selama enam bulan,” tandas JPU Widya.

Dijelaskan JPU, terdakwa Teguh Santoso mendapat perintah dari seseorang untuk mengambil ekstasi di sekitar Jalan Jaya Giri Denpasar untuk dibawa ke kos terdakwa di Jalan Ceningan Sari IV, Sesetan, Denpasar Selatan.

Sehari kemudian pukul 22.00, terdakwa kembali mengambil 100 butir ekstasi dan 100 gram ekstasi di Jalan Gelogor Carik. Terdakwa kemudian mengemas ulang sabu dan ekstasi untuk ditempel di tempat-tempat sesuai arahan bandar.

Terdakwa mengemas barang haram itu menjadi satu paket berisi 20 butir ekstasi, sisanya masing-masing dikemas dengan berisi 5 butir ekstasi. Sedangkan sabu-sabu dikemas menjadi 30 paket dengan berat masing-masing 1 gram.

Sedangkan 30 paket dengan berat masing-masing 0,4 gram dikemas dalam potongan pipet hitam. Selanjutnya 4 paket ekstasi yang masing-masing berisi 5 butir dan 1 paket yang berisi 20 butir ekstasi ditempel di daerah Renon.

Baca Juga:  Februari 2021, Polresta Denpasar Gulung 40 Pelaku Narkoba

Pada 1 Oktober 2021, terdakwa menempelkan 30 paket narkotika jenis sabu di berbagai tempat. Setelah itu terdakwa kembali mengambil 57 butir ekstasi untuk dikemas ulang menjadi 10 paket ekstasi.

Selanjutnya, pada 4 Oktober 2021 terdakwa menempelkan 15 paket sabu dengan berat berbvariasi di sejumlah titik.

Apes, sehari setelah keliling mengedarkan sabu dan ekstasi, terdakwa ditangkap polisi. Penangkapan dilakukan menjelang subuh di Jalan Pulau Bungin.

Terdakwa yang mengendarai mobil mencoba melarikan diri sambil membuang paket narkotika yang dibawanya. Tapi polisi langsung melakukan pengejaran dan akhirnya berhasil menangkap terdakwa.

Polisi kemudian membawa terdakwa ke rumah kosnya. Polisi menemukan beragam paket berisi esktasi. Terdakwa dan barang bukti dibawa ke Polres Kota Denpasar.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/