alexametrics
25.3 C
Denpasar
Friday, August 12, 2022

Pentolan Ormas di Nusa Penida Ancam Pengusaha dan Rusak Tempat Wisata

DENPASAR – Seorang pentolan organisasi masyarakat (ormas) di Nusa Penida berinisial I Gede BP dilaporkan ke Polda Bali, Minggu (13/2). Pentolan ormas lokal itu diduga mengancam dan merusak properti tempat wisata Diamond Beach, Nusa Penida, Klungkung.

 

Korban dari tindak premanisme itu adalah Tjandra Jaya Kesuma, 42, warga Denpasar. Dalam laporan nomor LP/B/75/II/2022/SPKT/Polda Bali, korban Tjandra yang merupakan pengelola kawasan Diamond Beach.

 

Tjandra Jaya Kesuma melaporkan I Gede BP atas tindakan perusakan dan pengancaman. Aksi pelaku yang disebut-sebut mengatasnamakan salah satu ormas di Nusa Penida.

Kuasa hukum Tjandra, yakni AA Made Eka Darmika dari kantor pengacara Wihartono dan partner menyebutkan, tindak perusakan properti wisata Diamond Beach itu terjadi ppada Minggu (13/2).

Baca Juga:  Terungkap! Sebelum Lapor Polda, Korban dan Oknum Ormas Pernah Mediasi

 

“Bukan hanya mengintimidasi karyawan dengan menyuruh meninggalkan tempat kerja melainkan melakukan perusakan,” ungkapnya.

Pagar pembatas memasuki kawasan wisata yang dibangun oleh Candra dirobohkan. Tidak itu saja, I Gede BP juga memasang baner (spanduk) yang menyebutkan tanah tersebut masih dalam sengketa dengan mencantumkan nomor register perkara di PN Denpasar.

 

Pada baner berukuran besar itu tercantum nama kuasa hukum mereka yakni Wayan Karta. Oleh sebab itu pelapor berharap aparat keamanan segera menindak tegas aksi-aksi premanisme di Bali.

 

“Terlebih ini bisa mencoreng citra pariwisata Bali yang mulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemic covid 19,” harap AA Made Eka Darmika.

Terkait dengan laporan Tjandra Jaya Kesuma, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi menyatakan pihaknya akan mengecek ke pihak penyidik terkait laporan tersebut.

Baca Juga:  Pemerkosa Pelajar Tertangkap, Korban Minta Para Pelaku Dikebiri Kimia

 

“Sabar, ya, saya cek dulu. Yang pasti, jika ada laporan maka akan ditindaklanjuti,” jelas Kombespol Syamsi.



DENPASAR – Seorang pentolan organisasi masyarakat (ormas) di Nusa Penida berinisial I Gede BP dilaporkan ke Polda Bali, Minggu (13/2). Pentolan ormas lokal itu diduga mengancam dan merusak properti tempat wisata Diamond Beach, Nusa Penida, Klungkung.

 

Korban dari tindak premanisme itu adalah Tjandra Jaya Kesuma, 42, warga Denpasar. Dalam laporan nomor LP/B/75/II/2022/SPKT/Polda Bali, korban Tjandra yang merupakan pengelola kawasan Diamond Beach.

 

Tjandra Jaya Kesuma melaporkan I Gede BP atas tindakan perusakan dan pengancaman. Aksi pelaku yang disebut-sebut mengatasnamakan salah satu ormas di Nusa Penida.

Kuasa hukum Tjandra, yakni AA Made Eka Darmika dari kantor pengacara Wihartono dan partner menyebutkan, tindak perusakan properti wisata Diamond Beach itu terjadi ppada Minggu (13/2).

Baca Juga:  Setelah Babak Belur Diamuk Massa, Alfin Dibawa ke RSJ Bangli

 

“Bukan hanya mengintimidasi karyawan dengan menyuruh meninggalkan tempat kerja melainkan melakukan perusakan,” ungkapnya.

Pagar pembatas memasuki kawasan wisata yang dibangun oleh Candra dirobohkan. Tidak itu saja, I Gede BP juga memasang baner (spanduk) yang menyebutkan tanah tersebut masih dalam sengketa dengan mencantumkan nomor register perkara di PN Denpasar.

 

Pada baner berukuran besar itu tercantum nama kuasa hukum mereka yakni Wayan Karta. Oleh sebab itu pelapor berharap aparat keamanan segera menindak tegas aksi-aksi premanisme di Bali.

 

“Terlebih ini bisa mencoreng citra pariwisata Bali yang mulai bangkit dari keterpurukan akibat pandemic covid 19,” harap AA Made Eka Darmika.

Terkait dengan laporan Tjandra Jaya Kesuma, Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi menyatakan pihaknya akan mengecek ke pihak penyidik terkait laporan tersebut.

Baca Juga:  Parah, Biar Kuat Kerja, Tiga Sopir Truk Nekat Nyabu, Begini Jadinya…

 

“Sabar, ya, saya cek dulu. Yang pasti, jika ada laporan maka akan ditindaklanjuti,” jelas Kombespol Syamsi.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/