26.5 C
Denpasar
Thursday, March 30, 2023

Dari Operasi Sikat Agung

Dua Anak Di Bawah Umur Ditangkap Bersama 6 Pelaku Lain, Ini Kasusnya!

NEGARA– Operasi sikat agung yang berlangsung selama 15 hari, mulai 23 Februari hingga 10 Maret, Polres Jembrana behasil menangkap 8 orang pelaku pencurian dan penipuan dari total 15 kasus. Tersangka pencurian tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak di bawah umur sebanyak 2 orang tersangka.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, selama operasi pihaknya mengungkap kasus pencurian motor, pencurian dengan pemberatan dan pencurian biasa. Pengungkapan sebanyak 2 kasus merupakan target operasi dan 13 kasus di luar target operasi yang diungkap. “Tersangka sudah diamkan dan juga DPO kasus penipuan sebelumnya,” jelas Kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim, Minggu (12/3).

Kapolres menjelaskan, sebanyak 15 kasus yang diungkap ada yang terjadi dan dilaporkan pada saat pelaksanaan operasi sebanyak 9 kasus. Kasus terbesar yang diungkap adalah pencurian motor yang dilakukan oleh satu tersangka dengan barang bukti 28 unit motor.

Baca Juga:  EDAN !! Pasutri Malaysia Ngaku ke Bali Hanya untuk Pesta Ganja

Kasus pencurian yang masuk dalam target operasi, tersangka Zulkipli, yang melakukan pencurian emas pada 7 Februari lalu. Tersangka diamankan di Banjar Munduk, Desa Pengambengan, beserta barang bukti yang sebelumnya sudah dijual tersangka berupa 3 gelang dan 3 cincin. Sedangkan 2 kalung emas masih disimpan tersangka.

Tersangka pencurian emas yang juga diamankan polisi Ni Putu Dewi Sugitariani, Huliyah dan I Putu Winda Adi Praman. Ketiga tersangka ini melakukan pencurian di TKP dan laporan korban yang berbeda. “Tersangka tidak semua bisa dihadirkan yang dilakukan penahanan. Karena ada yang di bawah umur tidak dilakukan penahanan,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan AS, tersangka pencurian handphone yang masih di bawah umur.  Tersangka diamankan di rumahnya di Desa Tegal Badeng Barat. Polisi juga mengamankan NP, anak di umur yang mencuri handphone di TKP lain. Serta tersangka Hendrik Santoso, tersangka pencurian handphone. (bas)

Baca Juga:  Kerja Tak Jujur, Bawa Kabur Motor dan Uang Bos, Karyawan Toko Dibui


NEGARA– Operasi sikat agung yang berlangsung selama 15 hari, mulai 23 Februari hingga 10 Maret, Polres Jembrana behasil menangkap 8 orang pelaku pencurian dan penipuan dari total 15 kasus. Tersangka pencurian tidak hanya orang dewasa, tetapi juga anak di bawah umur sebanyak 2 orang tersangka.

Kapolres Jembrana AKBP I Dewa Gde Juliana mengatakan, selama operasi pihaknya mengungkap kasus pencurian motor, pencurian dengan pemberatan dan pencurian biasa. Pengungkapan sebanyak 2 kasus merupakan target operasi dan 13 kasus di luar target operasi yang diungkap. “Tersangka sudah diamkan dan juga DPO kasus penipuan sebelumnya,” jelas Kapolres didampingi Kasatreskrim Polres Jembrana AKP Androyuan Elim, Minggu (12/3).

Kapolres menjelaskan, sebanyak 15 kasus yang diungkap ada yang terjadi dan dilaporkan pada saat pelaksanaan operasi sebanyak 9 kasus. Kasus terbesar yang diungkap adalah pencurian motor yang dilakukan oleh satu tersangka dengan barang bukti 28 unit motor.

Baca Juga:  Tabrak Orang Hingga Tewas, Mau Ditahan Bule Aussie Malah Mencak-mencak

Kasus pencurian yang masuk dalam target operasi, tersangka Zulkipli, yang melakukan pencurian emas pada 7 Februari lalu. Tersangka diamankan di Banjar Munduk, Desa Pengambengan, beserta barang bukti yang sebelumnya sudah dijual tersangka berupa 3 gelang dan 3 cincin. Sedangkan 2 kalung emas masih disimpan tersangka.

Tersangka pencurian emas yang juga diamankan polisi Ni Putu Dewi Sugitariani, Huliyah dan I Putu Winda Adi Praman. Ketiga tersangka ini melakukan pencurian di TKP dan laporan korban yang berbeda. “Tersangka tidak semua bisa dihadirkan yang dilakukan penahanan. Karena ada yang di bawah umur tidak dilakukan penahanan,” jelasnya.

Polisi juga mengamankan AS, tersangka pencurian handphone yang masih di bawah umur.  Tersangka diamankan di rumahnya di Desa Tegal Badeng Barat. Polisi juga mengamankan NP, anak di umur yang mencuri handphone di TKP lain. Serta tersangka Hendrik Santoso, tersangka pencurian handphone. (bas)

Baca Juga:  EDAN !! Pasutri Malaysia Ngaku ke Bali Hanya untuk Pesta Ganja

Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru