alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, June 26, 2022

BB Narkoba Mencapai 38 Kg, Gung Panji Dkk Terancam Hukuman Mati

DENPASAR – Bandar narkoba, Anak Agung Gede Oka Panji, 49, dan dua anak buahnya, Komang Suwana, 49, dan Ketut Subagiastra, 38, terancam hukuman mati. Hal itu sesuai pasal yang disangkakan terhadap ketiga tersangka kasus narkoba dengan barang bukti (BB) yang mencapai 38 kilogram.

 

Pengungkapan narkoba dengan barang bukti mencapai 38 kilogram berbagai jenis itu tergolong tangkapan terbesar Polda Bali bila ukurannya adalah jumlah sabu-sabu yang mencapai 35 kilogram.

 

Beberapa waktu lalu, Polresta Denpasar yang berhasil menangkap dua pengedar narkoba dengan BB sabu-sabu sebanyak 18 kilogram. Pada waktu itu, bisa dibilang ini adalah tangkapan Polresta Denpasar ini yang terbesar di Bali.

 

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka, yakni Komang Suwana dan Ketut Subagiastra, di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

 

Dari penggeledahan di vila itu, ditemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

 

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2, Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Tentunya diberikan ancaman hukuman setimpal. Sebab BB-nya fantastik. Terancam hukuman mati,” kata Kapolda Irjenpol Putu Jayan Danu Putra saat rilis di Mapolda Bali, Selasa (12/4).

 

Polda Bali pun membeberkan identitas dan alamat masing-masing tersangka. Anak Agung Gede Oka Panji diketahui lahir di Panji, dengan alamat KTP Jalan Gunung Patuha VI/64 Denpasar, Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar, namun beralamat tinggal di Jalan Bidadari Nomor 9, Banjar Taman Merthanadi, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

 

Berikutnya Ketut Subagiastra beralamat KTP di Banjar Batukaang, Desa Batukaang, Kintamani, Bangli, namun beralamat tinggal di Jalan Imam Bonjol, Perum Padmayana Blok A Nomor 5B,  Banjar Margaya, Pemecutan Kelod, Denpasar.

 

Sedangkan Komang Suwana, ber-KTP di Jalan Sedap Malam II Gang Ratna Nomor 3 Banjar Kebonkuri Kawan, Desa Kesiman, Denpasar Timur.



DENPASAR – Bandar narkoba, Anak Agung Gede Oka Panji, 49, dan dua anak buahnya, Komang Suwana, 49, dan Ketut Subagiastra, 38, terancam hukuman mati. Hal itu sesuai pasal yang disangkakan terhadap ketiga tersangka kasus narkoba dengan barang bukti (BB) yang mencapai 38 kilogram.

 

Pengungkapan narkoba dengan barang bukti mencapai 38 kilogram berbagai jenis itu tergolong tangkapan terbesar Polda Bali bila ukurannya adalah jumlah sabu-sabu yang mencapai 35 kilogram.

 

Beberapa waktu lalu, Polresta Denpasar yang berhasil menangkap dua pengedar narkoba dengan BB sabu-sabu sebanyak 18 kilogram. Pada waktu itu, bisa dibilang ini adalah tangkapan Polresta Denpasar ini yang terbesar di Bali.

 

Pengungkapan kasus ini berawal dari penangkapan dua tersangka, yakni Komang Suwana dan Ketut Subagiastra, di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

 

Dari penggeledahan di vila itu, ditemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

 

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta.

Kapolda Bali Irjenpol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, para tersangka dikenakan Pasal 111 ayat 2, pasal 112 ayat 2, Pasal 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 62 UU Nomor 5 tahun 1997 tentang Psikotropika.

“Tentunya diberikan ancaman hukuman setimpal. Sebab BB-nya fantastik. Terancam hukuman mati,” kata Kapolda Irjenpol Putu Jayan Danu Putra saat rilis di Mapolda Bali, Selasa (12/4).

 

Polda Bali pun membeberkan identitas dan alamat masing-masing tersangka. Anak Agung Gede Oka Panji diketahui lahir di Panji, dengan alamat KTP Jalan Gunung Patuha VI/64 Denpasar, Sanga Agung, Desa Tegal Harum, Denpasar, namun beralamat tinggal di Jalan Bidadari Nomor 9, Banjar Taman Merthanadi, Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Badung.

 

Berikutnya Ketut Subagiastra beralamat KTP di Banjar Batukaang, Desa Batukaang, Kintamani, Bangli, namun beralamat tinggal di Jalan Imam Bonjol, Perum Padmayana Blok A Nomor 5B,  Banjar Margaya, Pemecutan Kelod, Denpasar.

 

Sedangkan Komang Suwana, ber-KTP di Jalan Sedap Malam II Gang Ratna Nomor 3 Banjar Kebonkuri Kawan, Desa Kesiman, Denpasar Timur.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/