alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Dari Narkoba 38 Kg, Polda Bali Selamatkan 350 Ribu Orang Pemakai

DENPASAR – Polda Bali akhirnya resmi merilis tangkapan narkotika bernilai besar. Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Bali, Selasa (12/4/2022), Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, dari 38 kilogram narkoba berbagai jenis, maka telah menyelamatkan 350 ribu orang pemakai.

Kapolda Bali, Irjenpol Putu Jayan Danu Putra didampingi sejumlah pejabat Polda Bali menjelaskan, nilai dari narkotika yang diamankan tersebut bernilai kurang lebih Rp56 miliar. 

“Nilainya 56 miliar. Apabila ini dipakai oleh orang yang tidak bertanggungjawab, bisa dipakai oleh 350 ribu orang. Artinya kami menyelamatkan 350 ribu generasi bangsa dari bahaya narkoba,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa penangkapan itu dilakukan pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

Penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat di mana di wilayah Desa Kerobokan Kelod, Badung sering terjadi penyalahgunaan narkotika. Selanjutnya anggota Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Bali melakukan penyelidikan.

Di sana diamankan dua tersangka berinisial Komang Suwana dan Ketut Subagiastra di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod,Kuta Utara, Badung.

Lalu keduanya dibawa masuk ke dalam Villa Jepun. Disaksikan dua orang warga sebagai saksi, polisi melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di dalam vila.

Hasilnya polisi menemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di diskotek The Warehouse, Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta.

“Kami masih kembangkan, apakah ini tempat transit atau masih diteruskan ke wilayah lain. Ini pasarnya tidak hanya lokal tapi juga orang asing. Ekstasi dibawa pelaku ke sejumlah tempat hiburan. Apalagi sekarang sudah mulai bergairah lagi pariwisatanya,” pungkasnya.



DENPASAR – Polda Bali akhirnya resmi merilis tangkapan narkotika bernilai besar. Dalam konferensi pers yang digelar di Polda Bali, Selasa (12/4/2022), Kapolda Bali, Irjen Pol Putu Jayan Danu Putra menjelaskan, dari 38 kilogram narkoba berbagai jenis, maka telah menyelamatkan 350 ribu orang pemakai.

Kapolda Bali, Irjenpol Putu Jayan Danu Putra didampingi sejumlah pejabat Polda Bali menjelaskan, nilai dari narkotika yang diamankan tersebut bernilai kurang lebih Rp56 miliar. 

“Nilainya 56 miliar. Apabila ini dipakai oleh orang yang tidak bertanggungjawab, bisa dipakai oleh 350 ribu orang. Artinya kami menyelamatkan 350 ribu generasi bangsa dari bahaya narkoba,” katanya.

Dijelaskannya, bahwa penangkapan itu dilakukan pada Jumat (8/4/2022) sekitar pukul 19.00 WITA. 

Penangkapan bermula dari adanya informasi masyarakat di mana di wilayah Desa Kerobokan Kelod, Badung sering terjadi penyalahgunaan narkotika. Selanjutnya anggota Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Bali melakukan penyelidikan.

Di sana diamankan dua tersangka berinisial Komang Suwana dan Ketut Subagiastra di depan Villa Jepun, Jalan Dewi Saraswati, lingkungan Taman Mertasari, Kerobokan Kelod,Kuta Utara, Badung.

Lalu keduanya dibawa masuk ke dalam Villa Jepun. Disaksikan dua orang warga sebagai saksi, polisi melakukan penggeledahan di sejumlah tempat di dalam vila.

Hasilnya polisi menemukan barang bukti narkoba dalam berbagai jenis. Yakni sabu-sabu 35.143,66 gram netto atau 35,1 kilogram, MDMA (ekstasi) seberat 158,62 gram netto, kokain 32 gram netto, dan ganja 2.669,40 gram netto atau 2,6 kilogram. Totalnya 38 kilogram.

Setelah menangkap Komang Suwana dan Ketut Bagiarta, polisi menangkap Anak Agung Gede Oka Panji yang disebut bos mereka di diskotek The Warehouse, Jalan Camplung Tanduk, Seminyak, Kuta.

“Kami masih kembangkan, apakah ini tempat transit atau masih diteruskan ke wilayah lain. Ini pasarnya tidak hanya lokal tapi juga orang asing. Ekstasi dibawa pelaku ke sejumlah tempat hiburan. Apalagi sekarang sudah mulai bergairah lagi pariwisatanya,” pungkasnya.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/