alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Kabid Propam Bali Akui Cewek yang Tertangkap Narkoba Cicit Pahlawan

DENPASAR – Kabid Propam Polda Bali, Kombespol Bambang Tertianto mengakui, Gema Minaret Sutan Assin, 31, yang sempat tertangkap karena kasus narkoba merupakan cicit pahlawan Sam Ratulangi. Sebelumnya, Gema Minaret Sutan Assin ditangkap bersama teman prianya, Arvin Dwiarrahman, 32, lantaran nyimen di rumah, Jalan

 

Kabid Propam Polda Bali Kombespol Bambang Tertianto mengatakan bahwa ia telah mendapatkan kabar terkait kepemilikan ganja atas nama Gema Minaret Sutan Assin, bersama Arvin Dwiarrahman yang ditangani Polres Badung dari Mabes Polri.

 

Disinggung lagi terkait infomarsi dari mabes terkai cicit Pahlawan Sam Ratulangi, Kombespol Bambang mengakui. Dia menjelaskan, informasi dari Mabes Polri bahwa cicitnya pahlawan itu, terlibat kasus di Bali. Informasi tersebut sudah jauh-jauh hari dari Mabes Polri dan dari Irwasda.

“Dari jauh-jauh hari kami sudah dapat info dari mabes terkait ciicitnya itu. Belakangan viral di medsos terkait dugaan “86”, dan Kapolres bungkam. Sudah ada informasi. Kita siap tindaklanjuti informasi ini dengan melakukan penyelidikan,” tandas Kombespol Bambang Tertianto didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi.

Dikatakan Bambang, pihaknya akan mendalami prosedur rehab yang lazim diberikan kepada tersangka narkoba, apakah harus ada putusan pengadilan melalui proses persidangan, atau keputusan jaksa dan atau hanya sampai di penyidik saja.

 

Termasuk syarat untuk restorative justice (RJ) terhadap tersangka narkoba seperti apa. Oleh sebab itu, Bid Propam segera mengecek ke Badung.

“Ya kami cek dan dalami aturan rehab dan restorasi justice-nya itu seperti apa. Apakah yang dilakukan penyidik Polres Badung benar sesuai prosedur atau tidak,” tutupnya.

 

Untuk diketahui, dugaan kabar “86” yang diduga dilakukan Polres Badung ini berawal dari penangkapan tersangka Gema Minaret Sutan Assin bersama Arvin Dwiarrahman di rumah Gema Minaret di Jalan Raya Kedampang Gang Zui Nomor 7 Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (19/3) sekitar 23.00.

 

Keduanya ditangkap saat pesta narkoba jenis ganja. Barang bukti yang berhasil 1,6 gram ganja yang merupakan sisa pakai sebanyak dua linting.

 

Namun belum sampai ke proses persidangan, tiba-tiba diputuskan menempuh jalur restorative justice. Dasarnya BB sedikit dan hasil asesment menentukan untuk direhab. 

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Badung AKP I Putu Budi Artama menegaskan, sama sekali tidak ada “86” dalam kasus pesta ganja Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Dwiarrahman tersebut. Walau demikian, dia mengakui masalah tersebut dibawa ke prosedur restorative justice atau keadilan restoratif.

 

“Ya dibawa ke RJ (restorative justice) berdasarkan barang buktinya dibawa Gema dan hasil asesment,” aku dia.

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana minta pemberitaan itu diklarifikasi. “Ya, sebab penangannya sudah sesuai dengan prosudur hukum,” klaim Sudana.



DENPASAR – Kabid Propam Polda Bali, Kombespol Bambang Tertianto mengakui, Gema Minaret Sutan Assin, 31, yang sempat tertangkap karena kasus narkoba merupakan cicit pahlawan Sam Ratulangi. Sebelumnya, Gema Minaret Sutan Assin ditangkap bersama teman prianya, Arvin Dwiarrahman, 32, lantaran nyimen di rumah, Jalan

 

Kabid Propam Polda Bali Kombespol Bambang Tertianto mengatakan bahwa ia telah mendapatkan kabar terkait kepemilikan ganja atas nama Gema Minaret Sutan Assin, bersama Arvin Dwiarrahman yang ditangani Polres Badung dari Mabes Polri.

 

Disinggung lagi terkait infomarsi dari mabes terkai cicit Pahlawan Sam Ratulangi, Kombespol Bambang mengakui. Dia menjelaskan, informasi dari Mabes Polri bahwa cicitnya pahlawan itu, terlibat kasus di Bali. Informasi tersebut sudah jauh-jauh hari dari Mabes Polri dan dari Irwasda.

“Dari jauh-jauh hari kami sudah dapat info dari mabes terkait ciicitnya itu. Belakangan viral di medsos terkait dugaan “86”, dan Kapolres bungkam. Sudah ada informasi. Kita siap tindaklanjuti informasi ini dengan melakukan penyelidikan,” tandas Kombespol Bambang Tertianto didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombespol Syamsi.

Dikatakan Bambang, pihaknya akan mendalami prosedur rehab yang lazim diberikan kepada tersangka narkoba, apakah harus ada putusan pengadilan melalui proses persidangan, atau keputusan jaksa dan atau hanya sampai di penyidik saja.

 

Termasuk syarat untuk restorative justice (RJ) terhadap tersangka narkoba seperti apa. Oleh sebab itu, Bid Propam segera mengecek ke Badung.

“Ya kami cek dan dalami aturan rehab dan restorasi justice-nya itu seperti apa. Apakah yang dilakukan penyidik Polres Badung benar sesuai prosedur atau tidak,” tutupnya.

 

Untuk diketahui, dugaan kabar “86” yang diduga dilakukan Polres Badung ini berawal dari penangkapan tersangka Gema Minaret Sutan Assin bersama Arvin Dwiarrahman di rumah Gema Minaret di Jalan Raya Kedampang Gang Zui Nomor 7 Pengubengan Kauh, Kerobokan, Kuta Utara, Kabupaten Badung, Sabtu (19/3) sekitar 23.00.

 

Keduanya ditangkap saat pesta narkoba jenis ganja. Barang bukti yang berhasil 1,6 gram ganja yang merupakan sisa pakai sebanyak dua linting.

 

Namun belum sampai ke proses persidangan, tiba-tiba diputuskan menempuh jalur restorative justice. Dasarnya BB sedikit dan hasil asesment menentukan untuk direhab. 

Sebelumnya, Kasat Narkoba Polres Badung AKP I Putu Budi Artama menegaskan, sama sekali tidak ada “86” dalam kasus pesta ganja Gema Minaret Sutan Assin dan Arvin Dwiarrahman tersebut. Walau demikian, dia mengakui masalah tersebut dibawa ke prosedur restorative justice atau keadilan restoratif.

 

“Ya dibawa ke RJ (restorative justice) berdasarkan barang buktinya dibawa Gema dan hasil asesment,” aku dia.

 

Kasi Humas Polres Badung Iptu I Ketut Sudana minta pemberitaan itu diklarifikasi. “Ya, sebab penangannya sudah sesuai dengan prosudur hukum,” klaim Sudana.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/