alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Empat Penyelundup Ganja Hampir 1 Kwintal Lolos Hukuman Seumur Hidup

NEGARA— Empat terdakwa kasus kepemilikan ganja seberat 97 kilogram dan sabu-sabu,  lolos dari vonis hukuman seumur hidup.
Seperti terungkap saat sidang yang digelar secara daring dan terpisah pada,Rabu (13/5).

Saat sidang dengan Majelis Hakim Mohammad Hasanuddin Hefni, keempat terdakwa, yakni Herman Pelani, 35, Umar Saleh Siregar, 27, Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44, diganjar dengan hukuman berbeda.

Terdakwa Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar diganjar dengan hukuman pidana Penjata selama 15 tahun dan pidana denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan penjara, karena dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 2009 dan Pasal 112 ayat (1) juncto. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Sedangkan terdakwa ketiga, yakni Faisal Ahmad Rangkuti diganjar dengan pidana penjara selama 18 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan karena Pasal 115 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan terakhir, terdakwa Rikardo Nainggolan diganjar dengan pidana penjara selama 10 tahun dengan denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan penjara.”Jika tidak bisa membayar pidana denda, maka para terdakwa dihukum pidana penjara selama 3 bulan,” ujar ketua majelis hakim.

Seperti diketahui sebelumnya, empat terdakwa dituntut seumur hidup. Tuntutan berat tersebut karena jumlah barang bukti yang disita para terdakwa cukup banyak. Tidak hanya ganja yang beratnya nyaris mencapai  1 kwintal, polisi juga mengamankan sabu-sabu netto 0,10 gram.

Pengiriman ganja tersebut dilakukan pada Sabtu 19 Oktober 2019 lalu, di pos pemeriksaan kendaraan, barang dan orang di Pelabuhan Gilimanuk. 

Polisi sebelumnya menerima informasi dari masyarakat, bahwa diduga akan ada pengiriman Narkotika melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menggunakan mobil.

Dalam mobil yang dikemudikan Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, terdapat empat kardus besar yang diakui tersangka berisi kain batik yang diambil di Banyuwangi. 

Namun dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering. 

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau neto 95.474,0 gram.

Setelah mengamankan Herman dan Umar, selanjutnya mengamankan Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44 yang membawa ganja dari jakarta ke Banyuwangi. 

Keduanya sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua tersangka. 
Dalam menjalankan peredaran ganja, empat tersangka diduga berbagi peran antara jaringan Bali dan jaringan Jakarta yang bertugas membawa ganja dari Jakarta.



NEGARA— Empat terdakwa kasus kepemilikan ganja seberat 97 kilogram dan sabu-sabu,  lolos dari vonis hukuman seumur hidup.
Seperti terungkap saat sidang yang digelar secara daring dan terpisah pada,Rabu (13/5).

Saat sidang dengan Majelis Hakim Mohammad Hasanuddin Hefni, keempat terdakwa, yakni Herman Pelani, 35, Umar Saleh Siregar, 27, Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44, diganjar dengan hukuman berbeda.

Terdakwa Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar diganjar dengan hukuman pidana Penjata selama 15 tahun dan pidana denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan penjara, karena dinilai terbukti bersalah melanggar Pasal 115 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) UU 35 2009 dan Pasal 112 ayat (1) juncto. Pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. 

Sedangkan terdakwa ketiga, yakni Faisal Ahmad Rangkuti diganjar dengan pidana penjara selama 18 tahun dengan pidana denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan karena Pasal 115 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Dan terakhir, terdakwa Rikardo Nainggolan diganjar dengan pidana penjara selama 10 tahun dengan denda Rp 10,7 miliar subsider 3 bulan penjara.”Jika tidak bisa membayar pidana denda, maka para terdakwa dihukum pidana penjara selama 3 bulan,” ujar ketua majelis hakim.

Seperti diketahui sebelumnya, empat terdakwa dituntut seumur hidup. Tuntutan berat tersebut karena jumlah barang bukti yang disita para terdakwa cukup banyak. Tidak hanya ganja yang beratnya nyaris mencapai  1 kwintal, polisi juga mengamankan sabu-sabu netto 0,10 gram.

Pengiriman ganja tersebut dilakukan pada Sabtu 19 Oktober 2019 lalu, di pos pemeriksaan kendaraan, barang dan orang di Pelabuhan Gilimanuk. 

Polisi sebelumnya menerima informasi dari masyarakat, bahwa diduga akan ada pengiriman Narkotika melalui Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk menggunakan mobil.

Dalam mobil yang dikemudikan Herman Pelani dan Umar Saleh Siregar, terdapat empat kardus besar yang diakui tersangka berisi kain batik yang diambil di Banyuwangi. 

Namun dari hasil pemeriksaan petugas, isi dalam kardus bukan kain batik. Melainkan bungkusan dengan lakban coklat yang diduga ganja kering. 

Dari hasil pemeriksaan mendalam terdapat 100 paket ganja yang disimpan dalam empat kardus terpisah dengan berat keseluruhan bruto 97.914,0 gram atau neto 95.474,0 gram.

Setelah mengamankan Herman dan Umar, selanjutnya mengamankan Faisal Ahmad Rangkuti, 33, dan Rikardo Nainggolan, 44 yang membawa ganja dari jakarta ke Banyuwangi. 

Keduanya sudah lebih dulu berangkat menggunakan mobil B 2321 UR. Polisi kemudian mengejar dan berhasil menangkap kedua tersangka. 
Dalam menjalankan peredaran ganja, empat tersangka diduga berbagi peran antara jaringan Bali dan jaringan Jakarta yang bertugas membawa ganja dari Jakarta.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/