alexametrics
28.7 C
Denpasar
Saturday, May 21, 2022

Tak Ada Firasat, Korban Hanyut karena Berenang Terlalu ke Tengah Laut

WARGA dan pengunjung Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Minggu (12/9) siang dibuat geger.

Heboh warga itu menyusul dengan hilangnya salah satu pengunjung pantai saat berenang bersama teman-temannya.

Fajar, 23, pemuda asal Surabaya, Jawa Timur itu mendadak hanyut dan hilang tenggelam ditelan ombak. Lalu bagiamana hingga kronologi sampai musibah menimpa korban?

 

ANDRE SULLA, Badung

NIAT bersenang-senang bersama teman, petaka malah menimpa rombongan asal Surabaya, Jatim.

Fajar, pemuda 23 tahun ini hanyut terseret arus di Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Minggu (12/9).

- Advertisement -

Nahasnya lagi, sejak hilang ditelan ombak, pemuda ini belum ditemukan hingga malam hari.

Petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) sempat melakukan pencarian. Namun karena kondisi, akhirnya petugas menghentikan proses pencarian dan melanjutkan kembali pada Senin (13/9) hari ini.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebelum nahas menimpa korban, tidak ada firasat dari para anggota rombongan ini.

Baca Juga:  Orangtua Pembuang Bayi di Bangli Diciduk, Fakta-fakta Baru Terungkap

Menurutnya, selain berlangsung sangat cepat, kejadian berawal ketika lima orang pengunjung Pantai Dreamland sedang berenang-senang.

Saat asyik berenang, tiba-tiba sekitar pukul 14.00 WITA, ombak besar datang dan menerjang mereka.

Beruntung empat orang bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke pesisir pantai. Sementara Fajar gagal menyelamatkan diri.

“Ya korban atas nama Fajar berusia 23 tahun asal Surabaya. Korban terseret ombak kemudian menghilang,”terang salah satu petugas Basarnas Bali.

Diduga, gagalnya korban menyelamatkan diri saat ombak besar datang itu, karena posisi berenang Fajar lebih jauh ke tengah dibanding keempat rekannya.

“Sehingga begitu ada ombak besar langsung tenggelam dan tak kuat untuk berenang ke bibir pantai,”imbuh petugas.

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menerangkan, pihaknya langsung memberangkatkan satu Tim Rescue dengan 5 orang personil untuk melakukan pencarian.

Baca Juga:  Oleng saat di Jembatan, Jatuh ke Sungai, Warga Mengwi Ditemukan Tewas

SRU laut dikerahkan dengan menggunakan 2 unit jetski sementara SRU darat langsung menuju Pantai Dreamland untuk berkoordinasi dengan Balawista dan pihak terkait lainnya.

“Bagi para pengunjung pantai untuk tetap mewaspadi cuaca saat berada di perairan atau pantai,” pinta Gede Darmada.

Pasalnya dari karakteristik setiap pantai di Bali berbeda – beda. Selain itu, dengan musibah ini, pihaknya juga mengimbau agar para pengunjung pantai untuk mematuhi rambu-rambu larangan berenang yang telah di pasang oleh Balawista Bali.

Sementara saat proses pencarian, selain melibatkan tim rescue dari Basarnas Bali, proses pencarian juga melibatkan anggota Polair Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Balawista Kabupaten Badung dan masyarakat setempat.

Sayangnya, meski melibatkan personel gabungan, hingga pukul 18.00, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Sehingga operasi SAR akan kembali dilanjutkan hari ini. 

- Advertisement -

WARGA dan pengunjung Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Minggu (12/9) siang dibuat geger.

Heboh warga itu menyusul dengan hilangnya salah satu pengunjung pantai saat berenang bersama teman-temannya.

Fajar, 23, pemuda asal Surabaya, Jawa Timur itu mendadak hanyut dan hilang tenggelam ditelan ombak. Lalu bagiamana hingga kronologi sampai musibah menimpa korban?

 

ANDRE SULLA, Badung

NIAT bersenang-senang bersama teman, petaka malah menimpa rombongan asal Surabaya, Jatim.

Fajar, pemuda 23 tahun ini hanyut terseret arus di Pantai Dreamland, Desa Pecatu, Kuta Selatan, Badung, Minggu (12/9).

Nahasnya lagi, sejak hilang ditelan ombak, pemuda ini belum ditemukan hingga malam hari.

Petugas Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) sempat melakukan pencarian. Namun karena kondisi, akhirnya petugas menghentikan proses pencarian dan melanjutkan kembali pada Senin (13/9) hari ini.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, sebelum nahas menimpa korban, tidak ada firasat dari para anggota rombongan ini.

Baca Juga:  SAR Stop Pencarian Peneliti Bawah Laut yang Hilang di Gili Tepekong

Menurutnya, selain berlangsung sangat cepat, kejadian berawal ketika lima orang pengunjung Pantai Dreamland sedang berenang-senang.

Saat asyik berenang, tiba-tiba sekitar pukul 14.00 WITA, ombak besar datang dan menerjang mereka.

Beruntung empat orang bisa menyelamatkan diri dengan berenang ke pesisir pantai. Sementara Fajar gagal menyelamatkan diri.

“Ya korban atas nama Fajar berusia 23 tahun asal Surabaya. Korban terseret ombak kemudian menghilang,”terang salah satu petugas Basarnas Bali.

Diduga, gagalnya korban menyelamatkan diri saat ombak besar datang itu, karena posisi berenang Fajar lebih jauh ke tengah dibanding keempat rekannya.

“Sehingga begitu ada ombak besar langsung tenggelam dan tak kuat untuk berenang ke bibir pantai,”imbuh petugas.

Kepala Kantor Basarnas Bali Gede Darmada menerangkan, pihaknya langsung memberangkatkan satu Tim Rescue dengan 5 orang personil untuk melakukan pencarian.

Baca Juga:  Arus Kuat, Orang Hilang di Perairan Nusa Penida Sulit Ditemukan

SRU laut dikerahkan dengan menggunakan 2 unit jetski sementara SRU darat langsung menuju Pantai Dreamland untuk berkoordinasi dengan Balawista dan pihak terkait lainnya.

“Bagi para pengunjung pantai untuk tetap mewaspadi cuaca saat berada di perairan atau pantai,” pinta Gede Darmada.

Pasalnya dari karakteristik setiap pantai di Bali berbeda – beda. Selain itu, dengan musibah ini, pihaknya juga mengimbau agar para pengunjung pantai untuk mematuhi rambu-rambu larangan berenang yang telah di pasang oleh Balawista Bali.

Sementara saat proses pencarian, selain melibatkan tim rescue dari Basarnas Bali, proses pencarian juga melibatkan anggota Polair Polresta Denpasar, Polsek Kuta Selatan, Balawista Kabupaten Badung dan masyarakat setempat.

Sayangnya, meski melibatkan personel gabungan, hingga pukul 18.00, tim SAR gabungan belum berhasil menemukan korban. Sehingga operasi SAR akan kembali dilanjutkan hari ini. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/