Kamis, 02 Dec 2021
Radar Bali
Home / Hukum & Kriminal
icon featured
Hukum & Kriminal
Dari Kematian Kadek Sepi yang Diduga Dianiaya

Kejam, Usai Dipukul di Leher, Mendiang Sepi Jatuh ke Lantai dan Kejang

13 Oktober 2021, 21: 15: 59 WIB | editor : Didiek Dwi Praptono

Kejam, Usai Dipukul di Leher, Mendiang Sepi Jatuh ke Lantai dan Kejang

Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna, saat memberikan keterangan pers, Rabu (13/10). (foto dua dari kanan); dan Korban Kadek Sepi (insert) (Zulfika Rahman)

Share this      

SATU per satu, fakta di balik meninggalnya I Kadek Sepi, 13, yang tak wajar dan diduga dianiaya ayah kandungnya terungkap

Ternyata bocah kelas VI SDN 4 Purwakerthi itu tak hanya dipukul dengan tangan kosong di kepala oleh ayahnya.

Namun korban juga dihantam tongkat hingga langsung jatuh ke lantai dan mengalami kejang-kejang.

Baca juga: Razia Kos, BNNP Tangkap Pengedar Permen Sabu di Kuta Asal Semarang

ZULFIKA RAHMAN, Amlapura

KASUS dugaan tindak pidana kekerasan terhadap mendiang I Kadek Sepi, 13, yang dilakukan ayah kandungnya sendiri (Tersangka I Nengah Kicen, 33) makin terang benderang.

Terang benderangnya penyebab kematian bocah yang dikenal rajin dan sopan semasa hidup, itu seperti diungkap Kapolres Karangasem AKBP Ricko Abdillah Andang Taruna, saat memberikan keterangan pers, Rabu (13/10).

Didampingi Waka Polres Karangasem Kompol Dewa Anom dan Kasat Reskrim AKP Aris Setyanto, AKBP Ricko menerangkan, peristiwa nahas yang dialami bocah malang itu terjadi pada Selasa (21/9) lalu.

Dugaan penganiayaan yang menyebabkan korban tewas itu terjadi di rumahnya sendiri di Banjar Dinas Babakan, Desa Purwakerthi, Kecamatan Abang, Karangasem.

Berawal dari kecurigaan temuan sejumlah luka pada tubuh Korban I Kadek Sepi yang ditemukan kerabatnya sendiri, yakni Saksi Eka Putra, 20 saat memandikan jenazah pada Kamis (23/9) lalu.

Bermula dari kejanggalan itu, Eka lantas membuat laporan ke Mapolsek Abang dengan dugaan tindak pidana kekerasan.

Dari laporan tersebut, selanjutnya polisi melakukan penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi-saksi termasuk adik korban bernama IKH, 6, yang saat itu diajak bermain di teras rumahnya.

Sementara saat kejdian, ibu korban Ni Nyoman Sutini tengah mejaitan canang. Sedangkan ayah korban yakni I Nengah Kicen, 33, berada di dapur usai mencari rumput untuk pakan ternak.

“Korban KS (Kadek Sepi) ini sebelumnya sempat bermain layangan. Setelah pulang, diminta menjaga adik-adiknya oleh bapaknya yakni NK (Nengah Kicen),” ujarnya kepada awak media.

Singkat cerita, saat korban sedang bermain dengan adiknya, tiba-tiba Tersangka Nengah Kicen dibuat kesal dan marah.

Selanjutnya dengan spontan, Tersangka Kicen melakukan pemukulan pada bagian kepala dengan menggunakan tangan kosong.

Tak sampai di situ, Kicen langsung mengambil mainan pedang-pedangan yang terbuat dari kayu untuk digunakan memukul  kepala dan leher Sepi.

“Setelah itu kembali dipukul menggunakan tongkat bambu pada bagian leher dan dan kepala yang menyebakan korban ini jatuh ke lantai hingga kejang-kejang,” terang Ricko.

Akibat pemukulan itu, bocah kelas VI SD Negeri Purwakerthi itu langsung tumbang.

(rb/zul/pra/JPR)


 
 

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
Facebook Twitter Instagram YouTube
©2021 PT. JawaPos Group Multimedia