alexametrics
25.4 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Ketiga Pelaku Diperiksa Marathon

PENYELIDIKAN kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak-beradik Boy, Beny dan Gen terhadap AN, wartawan salah satu media cetak di Bali dikebut Polsek Denpasar Barat.

 

Sabtu (13/11) siang, ketiga terduga pelaku menjalani pemeriksaan marathon di Mapolsek Denpasar Barat. “Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Dody Monza, Sabtu (13/11).

 

Dikonfirmasi terpisah, korban berinisial AN mengaku juga telah dimintai keterangan tambahan oleh penyidik pada Sabtu siang.

 

“Saya sudah dimintai keterangan juga,” ujarnya. AN berharap polisi bisa menangani kasus ini dengan adil. Sebab dia telah dianiaya tanpa sebab yang jelas oleh para pelaku. “Saya hanya mencari keadilan sebagai warga negara. Saya dikeroyok. Saya berharap 3 terlapor kooperatif dihadapan penyidik juga terkait kronologisnya,” tambahnya. 

 

Korban juga berharap agar tiga terlapor bisa mengungkap siapa saja rekan-rekan mereka yang ikut dalam pengeroyokan malam itu. “Siapa saja teman-teman mereka (terlapor) yang ikut melakukan aksi brutal malam itu harus diungkap, sebab mereka masih berkeliaran bebas,” tandasnya. 

Baca Juga:  Polisi Dalami Peran Dua Orang Terperiksa

 

Di tempat terpisah, pengelolah kafe Monjali bernama Oni mengaku tidak menghendaki adanya kejadian tersebut.

“ Kami selaku pengelola Monjali maunya semua aman. Kami tidak menghendaki adanya kejadian (keributan) itu. Kami hanya bisa melerai saat kejadian itu terjadi,” kata Oni.

 

Sebelumnya diberitakan, AN yang juga wartawan media cetak di Bali berinisial AN dianiaya oleh sekelompok orang di kafe Monjali, Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat pada Kamis (11/11/2021) malam. Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku pengeroyokan merupakan kakak beradik yang juga pemusik bernama Boy Toelle dan juga Benny Toelle. Selain itu ada juga terduga pelaku lain bernama Gen. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut. 

 

Kejadian itu bermula saat korban dan rekan-rekannya diundang menghadiri acara live musik di lokasi itu. Di sela acara live musik itu, korban yang berusia 34 tahun tersebut bertemu dengan terduga pelaku Gen. Terduga pelaku Gen lalu menyodorkan kepada korban minuman dengan cara yang tidak sopan. Pelaku menyodorkan dengan cara membanting gelas di depan korban. 

Baca Juga:  SUPER TEGA! Usai Aniaya, 8 Pelaku Tinggalkan Korban Tergeletak di TKP

 

Melihat gelagat dari terduga pelaku Gen, korban AN kemudian menanyakan maksud dari Gen. “Saya juga sempat meminta maaf sambil bertanya salah saya apa. Kalau saya ada salah, mohon dimaafkan,” kata AN.

 

Saat korban hendak pulang ke tempat tinggalnya, terduga pelaku bernama Boy dan kawan-kawannya bertemu korban. Korban lalu sempat meminta maaf kepada Boy. Namun bukannya memberi maaf, terduga Boy langsung memukul korban. Aksi itu diikuti oleh saudaranya bernama Benny Toelle dan juga terduga Gen.

 

Akibat kejadian itu korban menalami luka memar di wajah dan disekujur tubuh.

 

 



PENYELIDIKAN kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak-beradik Boy, Beny dan Gen terhadap AN, wartawan salah satu media cetak di Bali dikebut Polsek Denpasar Barat.

 

Sabtu (13/11) siang, ketiga terduga pelaku menjalani pemeriksaan marathon di Mapolsek Denpasar Barat. “Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Dody Monza, Sabtu (13/11).

 

Dikonfirmasi terpisah, korban berinisial AN mengaku juga telah dimintai keterangan tambahan oleh penyidik pada Sabtu siang.

 

“Saya sudah dimintai keterangan juga,” ujarnya. AN berharap polisi bisa menangani kasus ini dengan adil. Sebab dia telah dianiaya tanpa sebab yang jelas oleh para pelaku. “Saya hanya mencari keadilan sebagai warga negara. Saya dikeroyok. Saya berharap 3 terlapor kooperatif dihadapan penyidik juga terkait kronologisnya,” tambahnya. 

 

Korban juga berharap agar tiga terlapor bisa mengungkap siapa saja rekan-rekan mereka yang ikut dalam pengeroyokan malam itu. “Siapa saja teman-teman mereka (terlapor) yang ikut melakukan aksi brutal malam itu harus diungkap, sebab mereka masih berkeliaran bebas,” tandasnya. 

Baca Juga:  SUPER TEGA! Usai Aniaya, 8 Pelaku Tinggalkan Korban Tergeletak di TKP

 

Di tempat terpisah, pengelolah kafe Monjali bernama Oni mengaku tidak menghendaki adanya kejadian tersebut.

“ Kami selaku pengelola Monjali maunya semua aman. Kami tidak menghendaki adanya kejadian (keributan) itu. Kami hanya bisa melerai saat kejadian itu terjadi,” kata Oni.

 

Sebelumnya diberitakan, AN yang juga wartawan media cetak di Bali berinisial AN dianiaya oleh sekelompok orang di kafe Monjali, Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat pada Kamis (11/11/2021) malam. Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku pengeroyokan merupakan kakak beradik yang juga pemusik bernama Boy Toelle dan juga Benny Toelle. Selain itu ada juga terduga pelaku lain bernama Gen. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut. 

 

Kejadian itu bermula saat korban dan rekan-rekannya diundang menghadiri acara live musik di lokasi itu. Di sela acara live musik itu, korban yang berusia 34 tahun tersebut bertemu dengan terduga pelaku Gen. Terduga pelaku Gen lalu menyodorkan kepada korban minuman dengan cara yang tidak sopan. Pelaku menyodorkan dengan cara membanting gelas di depan korban. 

Baca Juga:  Ternyata Ini Motif Penganiayaan,Terkait Jual Beli Mobil

 

Melihat gelagat dari terduga pelaku Gen, korban AN kemudian menanyakan maksud dari Gen. “Saya juga sempat meminta maaf sambil bertanya salah saya apa. Kalau saya ada salah, mohon dimaafkan,” kata AN.

 

Saat korban hendak pulang ke tempat tinggalnya, terduga pelaku bernama Boy dan kawan-kawannya bertemu korban. Korban lalu sempat meminta maaf kepada Boy. Namun bukannya memberi maaf, terduga Boy langsung memukul korban. Aksi itu diikuti oleh saudaranya bernama Benny Toelle dan juga terduga Gen.

 

Akibat kejadian itu korban menalami luka memar di wajah dan disekujur tubuh.

 

 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/