alexametrics
24.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Mucikari Prostitusi Online Dijerat Pasal Berlapis, Terancam 10 Tahun

TABANAN– Berkas perkara kasus prostitusi online di aplikasi Michat dengan tersangka Khomsatun Hasanah, 28, segera akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tabanan.

 

Penyidik Polres Tabanan menjerat tersangka Khomsatun Hasanah pada kegiatan eksploitasi secara ekonomi maupun seksual terhadap anak. Pasalnha, tersangka nekat menjajakan anak dibawah umur untuk kegiatan seksual.

 

“Sementara untuk sangkaan pelanggaran Undang-Undang ITE juga belum memenuhi unsur. Karena aplikasi perpesanan singkat tersebut hanya dipakai untuk komunikasi saat transaksi. Tidak dipakai untuk mempertontonkan adegan porno atau yang mengarah pornografi,” kata Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, Sabtu (13/11).

 

Lanjutnya, penyidik menjerat tersangka mucikari Khomsatun Hasanah dengan pasal berlapis. Yakni pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukuman maksimalnya sepuluh tahun penjara.

Baca Juga:  Pelakunya Sopir Truk hingga Residivis Pengedar Sabu di Lapas Kerobokan
- Advertisement -

 

Serta, Pasal 296 KUHP karena tersangka diduga sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain. “Dan untuk sangkaan yang ini, ancaman hukumannya paling lama satu tahun empat bulan,” jelasnya.

 

AKBP Ranefli juga mengatakan dalam kasus ini, pelaku langsung mempekerjakan korbannya. Satu dari dua korbannya merupakan anak di bawah umur yang masih berusia 15 tahun.

Kalau perdagangan (orang), korbannya akan diserahkan lagi ke orang atau badan ilegal untuk dipekerjakan lagi. Biasanya keluar negeri.

 

“Ini kan dipekerjakan langsung oleh pelaku untuk kegiatan prostitusi. Jadi kami melihatnya unsur yang paling mengena dari sisi eksploitasi terhadap korbannya yang masih anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga:  Buang Sampah, Seorang Istri Malah Temukan Suami Tewas di Pohon Kelapa

 

Seperti diberitakan sebelumnya Polres Tabanan membongkar kasus prostitusi online yang dilakukan pelaku Khomsatun Hasanah yang menjajakan anak dibawah umur kepada pria hidung belang di Bali.

- Advertisement -

TABANAN– Berkas perkara kasus prostitusi online di aplikasi Michat dengan tersangka Khomsatun Hasanah, 28, segera akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Tabanan.

 

Penyidik Polres Tabanan menjerat tersangka Khomsatun Hasanah pada kegiatan eksploitasi secara ekonomi maupun seksual terhadap anak. Pasalnha, tersangka nekat menjajakan anak dibawah umur untuk kegiatan seksual.

 

“Sementara untuk sangkaan pelanggaran Undang-Undang ITE juga belum memenuhi unsur. Karena aplikasi perpesanan singkat tersebut hanya dipakai untuk komunikasi saat transaksi. Tidak dipakai untuk mempertontonkan adegan porno atau yang mengarah pornografi,” kata Kapolres Tabanan AKBP Ranefli Dian Candra, Sabtu (13/11).

 

Lanjutnya, penyidik menjerat tersangka mucikari Khomsatun Hasanah dengan pasal berlapis. Yakni pasal 88 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak yang ancaman hukuman maksimalnya sepuluh tahun penjara.

Baca Juga:  Periksa 100 Saksi Dari Perbekel Hingga Toko Bangunan, Ini Temuan Jaksa

 

Serta, Pasal 296 KUHP karena tersangka diduga sengaja mengadakan atau memudahkan perbuatan cabul dengan orang lain. “Dan untuk sangkaan yang ini, ancaman hukumannya paling lama satu tahun empat bulan,” jelasnya.

 

AKBP Ranefli juga mengatakan dalam kasus ini, pelaku langsung mempekerjakan korbannya. Satu dari dua korbannya merupakan anak di bawah umur yang masih berusia 15 tahun.

Kalau perdagangan (orang), korbannya akan diserahkan lagi ke orang atau badan ilegal untuk dipekerjakan lagi. Biasanya keluar negeri.

 

“Ini kan dipekerjakan langsung oleh pelaku untuk kegiatan prostitusi. Jadi kami melihatnya unsur yang paling mengena dari sisi eksploitasi terhadap korbannya yang masih anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga:  Pelakunya Sopir Truk hingga Residivis Pengedar Sabu di Lapas Kerobokan

 

Seperti diberitakan sebelumnya Polres Tabanan membongkar kasus prostitusi online yang dilakukan pelaku Khomsatun Hasanah yang menjajakan anak dibawah umur kepada pria hidung belang di Bali.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/