alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, June 30, 2022

Tiga Pelaku Diamankan di Polsek, Satpol PP Monitor soal Izin Kafe

TERKAIT kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak-beradik Boy, Beny dan Gen terhadap wartawan salah satu media cetak di Bali berinisial AN selain dikebut Polsek Denpasar Barat, juga diatensi Satpol PP Denpasar. Satpol PP memonitor soal izin kafe yang jadi lokasi kejadian.

 

“Kasus ini sudah di ranah hukum dan ditangani kepolisian. Kami tetap monitor keberadaan kafe tersebut,” papar Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga Sabtu (13/11).

 

Terkait soal izin keramaian dan penjualan miras di kafe tersebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti. “ Sebab, soal perizinan semua data ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar,” tegas Sayoga.

 

Seperti diketahui, sejak Sabtu (13/11) siang, tiga terduga pelaku menjalani pemeriksaan marathon di Mapolsek Denpasar Barat. “Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Dody Monza, Sabtu (13/11).

 

Sebelumnya, AN yang juga wartawan salah satu media cetak di Bali berinisial AN dianiaya oleh sekelompok orang di kafe Monjali di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat pada Kamis (11/11/2021) malam.

 

Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku pengeroyokan merupakan kakak beradik yang juga pemusik bernama Boy Toelle dan juga Benny Toelle. Selain itu ada juga terduga pelaku lain bernama Gen. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut. 

 

Kejadian itu bermula saat korban dan rekan-rekannya diundang menghadiri acara live musik di Kafe Monjali oleh pengelolah. Di sela acara live musik, korban yang berusia 34 tahun didatangi Gen. Gen lalu menyodorkan kepada korban minuman dengan cara yang tidak sopan. Pelaku menyodorkan dengan cara membanting gelas di depan korban. 

 

Melihat gelagat dari terduga pelaku Gen, korban kemudian menanyakan maksud dari Gen. “Saya juga sempat meminta maaf sambil bertanya salah saya apa. Kalau saya ada salah, mohon dimaafkan,” kata AN.

 

Saat korban hendak pulang ke tempat tinggalnya, terduga pelaku bernama Boy dan kawan-kawannya bertemu korban. Korban lalu sempat meminta maaf kepada Boy. Namun bukannya memberi maaf, Boy langsung memukul korban. Aksi itu diikuti oleh saudaranya bernama Beny, Gen sejumlah pemuda lainnya.

 

Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar di wajah dan sekujur tubuh.

 

Yang menarik, sebelum AN dikeroyok hingga mengalami luka lebam, kasus serupa juga sempat terjadi di kafe tersebut.



TERKAIT kasus pengeroyokan yang diduga dilakukan kakak-beradik Boy, Beny dan Gen terhadap wartawan salah satu media cetak di Bali berinisial AN selain dikebut Polsek Denpasar Barat, juga diatensi Satpol PP Denpasar. Satpol PP memonitor soal izin kafe yang jadi lokasi kejadian.

 

“Kasus ini sudah di ranah hukum dan ditangani kepolisian. Kami tetap monitor keberadaan kafe tersebut,” papar Kasatpol PP Kota Denpasar, Dewa Sayoga Sabtu (13/11).

 

Terkait soal izin keramaian dan penjualan miras di kafe tersebut, pihaknya belum mengetahui secara pasti. “ Sebab, soal perizinan semua data ada di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Denpasar,” tegas Sayoga.

 

Seperti diketahui, sejak Sabtu (13/11) siang, tiga terduga pelaku menjalani pemeriksaan marathon di Mapolsek Denpasar Barat. “Sudah ada beberapa orang yang kami mintai keterangan,” kata Kapolsek Denpasar Barat, Kompol Dody Monza, Sabtu (13/11).

 

Sebelumnya, AN yang juga wartawan salah satu media cetak di Bali berinisial AN dianiaya oleh sekelompok orang di kafe Monjali di Jalan Mahendradatta, Denpasar Barat pada Kamis (11/11/2021) malam.

 

Dari informasi yang dihimpun, terduga pelaku pengeroyokan merupakan kakak beradik yang juga pemusik bernama Boy Toelle dan juga Benny Toelle. Selain itu ada juga terduga pelaku lain bernama Gen. Belum diketahui pasti motif pengeroyokan tersebut. 

 

Kejadian itu bermula saat korban dan rekan-rekannya diundang menghadiri acara live musik di Kafe Monjali oleh pengelolah. Di sela acara live musik, korban yang berusia 34 tahun didatangi Gen. Gen lalu menyodorkan kepada korban minuman dengan cara yang tidak sopan. Pelaku menyodorkan dengan cara membanting gelas di depan korban. 

 

Melihat gelagat dari terduga pelaku Gen, korban kemudian menanyakan maksud dari Gen. “Saya juga sempat meminta maaf sambil bertanya salah saya apa. Kalau saya ada salah, mohon dimaafkan,” kata AN.

 

Saat korban hendak pulang ke tempat tinggalnya, terduga pelaku bernama Boy dan kawan-kawannya bertemu korban. Korban lalu sempat meminta maaf kepada Boy. Namun bukannya memberi maaf, Boy langsung memukul korban. Aksi itu diikuti oleh saudaranya bernama Beny, Gen sejumlah pemuda lainnya.

 

Akibat kejadian itu korban mengalami luka memar di wajah dan sekujur tubuh.

 

Yang menarik, sebelum AN dikeroyok hingga mengalami luka lebam, kasus serupa juga sempat terjadi di kafe tersebut.



Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/