28.5 C
Denpasar
Thursday, December 1, 2022

Diganjar Dua Tahun, Maling “Sakti” Langsung Lemas

DENPASAR- M. Taupik pelaku pencurian dengan modus ilmu sirep, Kamis (13/12) menjalani sidang vonis di PN Denpasar.

Pria 38 tahun yang mengaku memiliki jimat bertuliskan Arab, ini oleh Majelis Hakim pimpinan Esthar Oktavi akhirnya diganjar dengan hukuman 2 tahun penjara.

Atau  10 bulan lebih ringan dari tuntutan JPU I Putu Oka Surya Atmaja yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 2 tahun dan 10 bulan (34 bulan).

Sesuai amar putusan, vonis 2 tahun bagi maling “sakti”, ini karena Hakim menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 363 ayat (2) juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 “Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara selama dua tahun kepada terdakwa M. Taupik,” ujar hakim Esthar.

Baca Juga:  7 Korban Ledakan Tabung Elpiji di Lombok Idjo Masih Dirawat Intensif

Mendengar putusan hakim, pria berpostur tubuh sedang itu langsung tertunduk lesu dan lemas.

Tidak ada pilihan lain bagi Taupik kecuali menerima putusan hakim.

Setelah sidang saat menuju ruang tahanan langkahnya gontai. Dia kembali mengenakan rompi oranye tahanan Kejari Denpasar dengan kedua tangan terborgol.



DENPASAR- M. Taupik pelaku pencurian dengan modus ilmu sirep, Kamis (13/12) menjalani sidang vonis di PN Denpasar.

Pria 38 tahun yang mengaku memiliki jimat bertuliskan Arab, ini oleh Majelis Hakim pimpinan Esthar Oktavi akhirnya diganjar dengan hukuman 2 tahun penjara.

Atau  10 bulan lebih ringan dari tuntutan JPU I Putu Oka Surya Atmaja yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan tuntutan hukuman 2 tahun dan 10 bulan (34 bulan).

Sesuai amar putusan, vonis 2 tahun bagi maling “sakti”, ini karena Hakim menilai, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana Pasal 363 ayat (2) juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

 “Mengadili, menjatuhkan hukuman pidana penjara selama dua tahun kepada terdakwa M. Taupik,” ujar hakim Esthar.

Baca Juga:  Inalillahi, Pemotor Tiba-tiba Jatuh & Meninggal di Padang Galak, Bali

Mendengar putusan hakim, pria berpostur tubuh sedang itu langsung tertunduk lesu dan lemas.

Tidak ada pilihan lain bagi Taupik kecuali menerima putusan hakim.

Setelah sidang saat menuju ruang tahanan langkahnya gontai. Dia kembali mengenakan rompi oranye tahanan Kejari Denpasar dengan kedua tangan terborgol.


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/