alexametrics
29.8 C
Denpasar
Saturday, May 28, 2022

Amor Ring Acintya, Warga Karangasem Tewas Tertimpa Dahan Pohon Wani

KARANGASEM-Akhir nahas dialami Wayan Budiarna.

Pria 51 tahun warga asal di Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, ini Senin (13/12) meninggal akibat tertimpa dahan pohon wani.

saat melakukan pemotongan pohon jenis sandat di Wilayah Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem pada Senin (13/12).

I Made Suda, salah satu kerabat yang ikut membantu melakukan pemotongan kayu megungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi ketika korban bersama dua orang kerabatnya melakukan aktivitas penebangan pohon sandat di salah satu kebun di wilayah Banjar Dinas Pengawan pada Senin pagi.

Tiga orang tersebut antara lain, dia, korban Budiarna dan I Ketut Darsa.

Penebangan pohon menggunakan mesin senso itu berjalan tanpa ada kendala.

“Yang dipotong duluan bagian ranting-ranting pohon. Hingga akhirnya salah satu ranting nyangkut di pohon wani yang ada di sebelahnya,” ujarnya ditemui di Mapolsek Bebandem.

Baca Juga:  Koplak, Maling Sepeda Dayung Lupa Tinggalkan Motor di Rumah Korban

Singkat cerita, lantaran salah satu ranting nyangkut pada dahan pohon wani, korban dan beberapa kerabatnya tersebut berusaha menarik menggunakan tali.

Dengan maksud, agar ranting pohon sandat yang nyangkut itu jatuh ke bawah. Namun saat ditarik beberapa kali, dahan pohon tersebut sangat kuat.

Sehingga korban dan beberapa kerabatnya kembali melanjutkan aktivitas pemotongan ranting hingga batang pohon sandat berhasil dipotong.

“Karena dianggap cukup kuat, kami lanjutkan lagi melakukan pemotongan. Sampai sempat memotong menjadi beberapa bagian,” kata Suda.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 12.00 WITA, korban Budiarna dan tiga kerabatnya itu beristirahat untuk makan siang di bawah pohon wani.

Jarak antara pohon wani dan sandar sekitar 10 meter. “Di sana kami istirahat, secara tiba-tiba dahan pohon wani yang ada di atas kami jatuh seketika,” paparnya.

Baca Juga:  Tanpa Gemuruh dan Ledakan, Gunung Agung Muntahkan Lava Pijar 700 Meter

Saat jatuh itu, rekan korban sempat menghindar. Namun nahas bagi korban. Pasalnya saat dahan jatuh, posisi korban berada di tengah.

Korban tak sempat menghindari runtuhan dahan wani dengan diameter 90 cm itu hingga mengenai bagian kepala.

“Yang kena kepalanya. Kami berusaha menolong, dari mulut dan telinga sudah keluar darah. Dan sudah tidak sadarkan diri,” kata Suda.

Hingga akhirnya, korban dilarikan menuju RSUD Karangasem menggunakan ambulance. Sayangnya, nyawa Budiarna tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Karangasem. 


KARANGASEM-Akhir nahas dialami Wayan Budiarna.

Pria 51 tahun warga asal di Banjar Perangsari Tengah, Desa Duda Utara, Kecamatan Selat, Karangasem, ini Senin (13/12) meninggal akibat tertimpa dahan pohon wani.

saat melakukan pemotongan pohon jenis sandat di Wilayah Banjar Dinas Pengawan, Desa Sibetan, Kecamatan Bebandem pada Senin (13/12).

I Made Suda, salah satu kerabat yang ikut membantu melakukan pemotongan kayu megungkapkan, peristiwa nahas itu terjadi ketika korban bersama dua orang kerabatnya melakukan aktivitas penebangan pohon sandat di salah satu kebun di wilayah Banjar Dinas Pengawan pada Senin pagi.

Tiga orang tersebut antara lain, dia, korban Budiarna dan I Ketut Darsa.

Penebangan pohon menggunakan mesin senso itu berjalan tanpa ada kendala.

“Yang dipotong duluan bagian ranting-ranting pohon. Hingga akhirnya salah satu ranting nyangkut di pohon wani yang ada di sebelahnya,” ujarnya ditemui di Mapolsek Bebandem.

Baca Juga:  Kepala PVMBG Himbau Warga Di Luar Zona Bahaya Tak Perlu Panik

Singkat cerita, lantaran salah satu ranting nyangkut pada dahan pohon wani, korban dan beberapa kerabatnya tersebut berusaha menarik menggunakan tali.

Dengan maksud, agar ranting pohon sandat yang nyangkut itu jatuh ke bawah. Namun saat ditarik beberapa kali, dahan pohon tersebut sangat kuat.

Sehingga korban dan beberapa kerabatnya kembali melanjutkan aktivitas pemotongan ranting hingga batang pohon sandat berhasil dipotong.

“Karena dianggap cukup kuat, kami lanjutkan lagi melakukan pemotongan. Sampai sempat memotong menjadi beberapa bagian,” kata Suda.

Hingga akhirnya, sekitar pukul 12.00 WITA, korban Budiarna dan tiga kerabatnya itu beristirahat untuk makan siang di bawah pohon wani.

Jarak antara pohon wani dan sandar sekitar 10 meter. “Di sana kami istirahat, secara tiba-tiba dahan pohon wani yang ada di atas kami jatuh seketika,” paparnya.

Baca Juga:  Tonjok dan Todongkan Pistol ke Bos Kafe, Paman dan Keponakan Masuk Sel

Saat jatuh itu, rekan korban sempat menghindar. Namun nahas bagi korban. Pasalnya saat dahan jatuh, posisi korban berada di tengah.

Korban tak sempat menghindari runtuhan dahan wani dengan diameter 90 cm itu hingga mengenai bagian kepala.

“Yang kena kepalanya. Kami berusaha menolong, dari mulut dan telinga sudah keluar darah. Dan sudah tidak sadarkan diri,” kata Suda.

Hingga akhirnya, korban dilarikan menuju RSUD Karangasem menggunakan ambulance. Sayangnya, nyawa Budiarna tidak bisa diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia saat perjalanan menuju RSUD Karangasem. 


Artikel Terkait

Most Read


Artikel Terbaru


/